Konten dari Pengguna

5 Majalah Lama Paling Diminati di Perpusnas

Suparman

Suparman

Pustakawan di Perpustakaan Nasional RI

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Suparman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: dokumen pribadi

Majalah lama seringkali dianggap kurang menarik karena konten yang terkandung didalamnya kurang relevan dengan kebutuhan informasi masa kini. Padahal, majalah lama memiliki nilai tersendiri yang membuatnya masih relevan dan menjadi referensi pengetahuan saat ini. Majalah lama memiliki nilai historis, nilai dokumenter, nilai budaya, serta nilai sosial yang membuatkan selalu dibutuhkan hingga sekarang. Setidaknya ada lima judul majalah yang paling diminati di Perpustakaan Nasional, antara lain:

1. Majalah Starweekly

Majalah Starweekly merupakan majalah sosial politik yang berkembang pesat di tahun 1950-1960. Majalah ini sering dijadikan rujukan dalam riset mengenai isu sosial, politik dan budaya.

2. Majalah Dunia Wanita

Majalah Dunia Wanita merupakan majalah yang ditujukan untuk perempuan dengan mengusung tema seputar peran perempuan di rumah dan masyarakat, isu gender, kesehatan perempuan, pendidikan serta potensi perempuan.

3. Majalah Pandji Poestaka

Majalah Pandji Poestaka merupakan majalah resmi yang diterbitkan oleh Balai Poestaka pada masa Hindia Belanda. Majalah ini mengangkat isu mengenai pengetahuan umum, kebudayaan, pendidikan, sejarah dan sosial masyarakat.

4. Mimbar Indonesia

Majalah Mimbar Indonesia merupakan majalah yang terbit pasca-kemerdekaan dengan mengangkat wacana intelektual seperti dinamika pemerintahan, demokrasi, politik nasional, kebijakan publik, pemikiran kebangsaan dan pembangunan nasional.

5. Majalah Tempo

Majalah Tempo merupakan primadona dari sekian ribu judul majalah yang ada di Perpusnas. Meskipun secara usia tidak lebih tua dari keempat majalah diatas namun majalah Tempo memiliki posisi tersendiri di hati pemustaka. Wacana yang diangkat sangat beragam mulai dari isu korupsi, lingkungan, ekonomi, dinamika politik, olahraga, kebijakan publik hingga kontes kecantikan bisa ditemukan informasinya di majalah Tempo. Keragaman konten membuat majalah ini lebih fleksibel dijadikan sumber referensi.

Lima majalah tersebut merupakan bukti nyata bahwa majalah lama masih relevan hingga sekarang. Pemanfaatan majalah lama secara umum ditujukan untuk kepentingan akademis seperti penyusunan skripsi, tesis dan disertasi. Selain itu, majalah lama juga bisa menjadi benteng berita palsu yang kini sering merajalela di sosial media. Ketika berita lama kembali dihebohkan di media sosial namun isinya tidak sesuai dengan yang semestinya maka majalah lama adalah jawaban untuk menemukan kebenaran atas informasi tersebut.