19 Maret 2008: Pengalaman Cristiano Ronaldo Jadi Kapten Manchester United

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Cristiano Ronaldo dan Manchester United pernah menjalin kisah-kasih yang mesra. Aksinya di lapangan begitu memesona. Namanya di tribune Old Trafford harum melegenda.
Berkat kontribusinya selama 2003-2009, 'Setan Merah' mampu mengoleksi sembilan trofi juara. Itu sudah termasuk tiga trofi Premier League dan satu trofi Liga Champions Eropa.
Musim 2007/08 menjadi salah satu musim terbaik Ronaldo selama membela Manchester United. Sebab, pesepak bola asal Portugal itu mengantar The Red Devils merengkuh gelar juara ganda: Premier League dan Liga Champions yang dimaksud di atas.
Bukti nyata besarnya kontribusi Ronaldo adalah 'sepatu emas' Premier League yang diserahkan padanya di akhir musim tersebut. Selain itu, trofi Ballon d'Or dan FIFA World Player of the Year juga jatuh ke dekapannya.
Namun, kalian ingat, enggak, kapan ban kapten Manchester United pernah melingkar di lengan pria kelahiran Madeira itu? Karena, sejago-jagonya Ronaldo, dia tetap sulit mengalahkan karisma sejumlah senior di ruang ganti Manchester United.
Bayangkan, Ronaldo bermain dengan Roy Keane, Gary Neville, Ryan Giggs, hingga Paul Scholes di sepanjang kariernya membela Manchester United. Jadi, kalaupun mau, Ronaldo bakal kesulitan merebut ban kapten Manchester United.
Akan tetapi, percayalah, Ronaldo pernah, kok, mendapat kesempatan untuk melingkarkan ban kapten Manchester United di lengannya. Itu terjadi di laga kontra Bolton Wanderers pada 19 Maret 2008. Ya, tepat 12 tahun silam saat stori ini dinaikkan.
Laga Premier League yang berlangsung di Old Trafford tersebut masih masuk dalam bagian musim 2007/08. Sebetulnya, pada waktu itu, kaptennya masih Gary Neville.
Namun, karena bek asal Inggris itu mengalami cedera panjang, alhasil Ryan Giggs selaku deputinya yang kerap memakai ban kapten di lapangan. Nah, tetapi, di laga kontra Bolton itu, Giggs enggak main.
Lalu, Sir Alex memberi kehormatan kepada Ronaldo --yang mainnya bagus banget di musim tersebut-- untuk merasakan pengalaman pertama mengapteni tim utama Manchester United. Ronaldo yang kala itu masih 23 tahun membuktikan keputusan pelatih legendaris asal Skotlandia itu enggak salah.
Sebab, Ronaldo menggila, Bung. Dia memborong dua gol kemenangan timnya hari itu. Salah satu golnya dicetak lewat tendangan bebas. Dua gol itu membuatnya terlihat lebih produktif dari legenda Manchester United, George Best.
Pada musim 1967/68, Best mencetak 32 gol dari 53 laga di lintas ajang membela Manchester United. Butuh waktu hingga empat dekade untuk melihat adanya pemain yang mampu memecahkan rekor semusim Best tersebut.
Ya, dua gol ke gawang Ali Al-Habsi itu menggenapkan jumlah gol Ronaldo menjadi total 33 di lintas ajang pada musim itu. Dan pada akhir musimnya, Cristiano Ronaldo mengoleksi 42 gol dari 49 laga di semua kompetisi. Well, masih kalah dari Dennis Law yang mengoleksi 46 gol dari 42 laga lintas ajang pada 1963/64.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.
Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

