Kumparan Logo
Logo Arsenal dan Manchester United
Arsenal vs Manchester United.

20 Oktober 1990: Kala Laga Man United vs Arsenal Dikotori Pergelutan

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
63
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arsenal vs Manchester United. Foto: Situs resmi Arsenal & Twitter/ManUTD
zoom-in-whitePerbesar
Arsenal vs Manchester United. Foto: Situs resmi Arsenal & Twitter/ManUTD

Sejatinya, laga Arsenal vs Manchester United adalah salah satu laga terpanas dalam sejarah sepak bola Inggris. Namun, kalau ibarat makanan, kini laga antara dua tim yang identik dengan warna merah itu sudah kehilangan level ‘kepedasannya’. Sudah tak ‘segurih’ dulu.

Sebabnya jelas: Mereka bukan lagi kandidat juara. Performa inkonsisten dalam beberapa musim terakhir, juga musim ini, adalah masalah utamanya.

Selain itu, ‘bumbu-bumbu’ rivalitas antara keduanya sudah tak sekental dulu. Tidak ada lagi duel dua pemain kharismatik macam Roy Keane vs Patrick Vieira atau perang urat saraf antara Sir Alex ‘Cahaya Old Trafford’ Ferguson dan 'Profesor' Arsene Wenger.

Alex Ferguson Foto: Alex Livesey

Namun, kalau mau kembali mengulang waktu, mengulas sejarah masa lalu, kita bisa temukan ada satu laga 'Iblis Merah' versus The Gunners yang berlangsung sangat panas.

Panas sekaligus 'pedas', dan berujung memalukan. Ibarat makan cabai semangkok, kepedasan, lalu cepirit di celana. Aib.

Laga itu berlangsung di Old Trafford pada 20 Oktober 1990. Waktu itu, Liga Inggris belum memasuki masa Premier League, melainkan masih English First Division.

Waktu itu, musuhnya Sir Alex belum Wenger, melainkan George Graham --sosok yang semasa jadi pemain pernah membela Arsenal dan juga Manchester United.

George Graham Foto: Supplied by Action Image/REUTERS

Manchester United pada masa itu diperkuat pemain-pemain macam Denis Irwin, Steve Bruce, Paul Ince, hingga Neil Webb. Di kubu Arsenal ada David Rocastle, Nigel Winterburn, Tony Adams, hingga David Seaman.

Semula, laga itu berjalan normal seperti laga sepak bola pada umumnya. Tuan rumah jelas lebih diunggulkan, meski begitu tim tamu unggul lebih dulu lewat gol penyerang asal Swedia, Anders Limpar, di menit ke-42. Skor berubah jadi 1-0.

Tendangan Limpar dari pinggir lapangan luar kotak penalti gagal diantisipasi sempurna oleh Les Sealey --kiper Manchester United pada masa itu. Bola dinilai telah melewati garis gawang, meski tak sempat menyentuh jala.

Sekadar catatan, zaman itu belum ada VAR. Namun, bukan berarti wasit menjadi FAR away from justice.

Anders Limpar. Foto: Twitter/Arsenal

Namun tetap saja, gol itu memantik ‘api’ rivalitas di dada para penggawa kedua kubu. Mungkin mirip seperti ‘api asmara yang dulu pernah membara, semakin hangat bagai ciuman yang pertama’.

Jiwa pemain Arsenal merasa bergejolak karena mampu unggul, sedangkan Manchester United kesal sudah pasti karena tertinggal di ‘rumah’ sendiri.

Klimaksnya, terjadi di pertengahan babak kedua. Salah satu kejadian paling memalukan dalam sejarah sepak bola Inggris terjadi dan disiarkan televisi.

Winterburn menerjang Irwin dengan tekelnya kala bek asal Irlandia itu sedang terlibat perebutan bola dengan Limpar. Kemudian, Irwin dibantu oleh Brian McClair membalas perlakuan Winterburn dan Limpar hingga terjadi perkelahian di lapangan.

Denis Irwin. Foto: Twitter/ManUTD

Tak tanggung-tanggung, pada akhirnya kericuhan itu melibatkan 21 pemain yang sedang berlaga di lapangan itu. 11 pemain United dan 10 pemain Arsenal.

Siapa satu pemain Arsenal yang tidak terlibat keributan itu? David Seaman. Parah, nih, di mana solidaritasmu, Vid!? (Hehe… ini guyon, ya, guys).

Perkelahian itu berlangsung selama kurang lebih 20 detik. Banyak pihak yang berusaha melerai, termasuk Tony Adams. Setelah perkelahian mereda, Winterburn dan Limpar diberi kartu kuning karena dianggap menyulut ‘api’ pertengkaran pemicu munculnya ‘kabut asap’ yang mengaburkan nurani sportivitas itu.

video youtube embed

Meski pergelutan duniawi itu hanya berlangsung singkat, tetapi tetap saja ekspektasi semua orang yang menonton laga di televisi dan juga stadion adalah ingin menyaksikan keseruan dari permainan sepak bola itu sendiri, bukannya malah adu otot para pemain.

Ini pertandingan bal-balan atau gulat? Kok, persis kayak liga sepak bola di negara manaaaa gituuuu

Terlebih, Arsenal dan Manchester United menikmati kucuran dana besar dari perusahaan televisi yang bekerja sama dengan mereka. Namun, alih-alih pertandingan seru di bawah sumpah sportivitas, yang tersaji malah justru tontonan perkelahian.

Pada akhirnya, laga kembali dilanjutkan, dan Arsenal menang 0-1. Setelah itu, baik Arsenal maupun Manchester United, mengambil tindakan segera dengan mendenda sejumlah pemain mereka yang terlibat perkelahian itu. Arsenal juga menghukum George Graham.

Sebulan setelah laga itu, FA juga mendenda kedua klub masing-masing senilai 50.000 poundsterling. Tak hanya itu, pengurangan poin di liga juga diberlakukan FA, 2 poin untuk Arsenal, 1 poin untuk Manchester United. Meski begitu, Arsenal tetap jadi juara di akhir musim 1990/91.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure