Kumparan Logo
Odion Ighalo dan Wayne Rooney
Odion Ighalo dan Wayne Rooney saat berkostum Manchester United.

Balada Penyerang Manchester United: Dulu Wayne Rooney, Kini Odion Ighalo

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
152
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wayne Rooney ketika berseragam Manchester United.  Foto: AFP/OLI SCARFF
zoom-in-whitePerbesar
Wayne Rooney ketika berseragam Manchester United. Foto: AFP/OLI SCARFF

Ada masa ketika fans Manchester United bisa sangat percaya diri melihat tim kesayangannya berlaga melawan tim mana pun. Pokoknya, selama ada Wayne Rooney, semua beres (jika Tuhan mengizinkan). Nahas, kini mereka harus berharap pada Odion Ighalo.

Rooney bak jimat di lini depan 'Iblis Merah'. Pria Inggris itu kerap menjadi pemecah kebuntuan. Dia mungkin ibarat seorang tukang kunci yang ahli membobol beragam macam bentuk gembok. Gol Rooney kerap hadir di momen-momen penting.

Pada 24 Oktober 2004, misalnya, bertepatan di hari ulang tahunnya yang ke-19, Rooney mencetak satu dari dua gol kemenangan 2-0 Manchester United atas Arsenal dan mengakhiri rentetan 49 laga tak terkalahkan rival mereka yang berjuluk The Gunners itu di Premier League.

Atau dalam laga Derbi Manchester pada 12 Februari 2011. Ketika skor laga yang berlangsung di Old Trafford itu sedang sama kuat 1-1, sekonyong-konyong, Rooney melepas tendangan salto yang cuma bisa membikin Joe Hart termenung. Gol. Manchester memerah.

embed from external kumparan

Per Transfermakrt, Rooney tercatat mencetak total 253 gol dari 559 laga lintas kompetisi selama membela Manchester United (2004-2017). Usai dia cabut dari Old Trafford, bahkan sejak dia mulai kehilangan ketajamannya pada musim 2014/15, Manchester United terus berusaha mencari penerusnya.

Namun hingga kini, kubu 'Manchester Merah' belum lagi menemukan sosok penyerang yang bisa main segarang dan sekonsisten Rooney ketika masa primanya dulu. Sir Alex Ferguson memang sempat mendatangkan Robin van Persie sebelum pensiun.

Wayne Rooney dan Sir Alex Ferguson. Foto: PAUL ELLIS / AFP

Iya, pria Belanda itu memang sempat tampil menjanjikan dengan berkontribusi membantu Fergie mempersembahkan gelar juara Premier League terakhir bagi Manchester United pada musim 2012/13.

Namun setelah itu, performa Van Persie kian menurun. Masa emas si pria Rotterdam bersama skuat The Red Devils berlalu begitu cepat. Terlebih, dia pun dua tahun lebih tua dari Rooney. Jadi, enggak bisa berharap dia berkembang lebih jauh lagi.

Robin van Persie merayakan gol bersama Wayne Rooney. Foto: PAUL ELLIS / AFP

Manchester United pernah coba datangkan Radamel Falcao. Hasilnya? Gagal. Penyerang Kolombia itu boleh saja tampil bak singa di La Liga, Liga Prancis, dan Liga Portugal. Namun di Premier League, Falcao bak kucing kelaparan.

Setali tiga uang dengan Memphis Depay. Performa sang pewaris nomor punggung tujuh --nomor keramat-- di Manchester United tak seproduktif saat masih membela PSV Eindhoven. Seret. Kayak tenggorokan habis makan kerupuk kulit sama sagon.

Memphis Depay bukan Cristiano Ronaldo baru. Foto: AFP/Oli Scarff

Bagaimana dengan Zlatan Ibrahimovic? Lumayan mematikan. Namun, cedera parah membikin kariernya berlalu singkat di Manchester United.

Romelu Lukaku? Aduh. Penyerang bagus ini. Sayang, pelatih-pelatih Manchester United pasca-Sir Alex tidak bisa mengemongnya dengan baik.

Luka, Luka, Luka, Lukaku~ Foto: Reuters/David Klein

Sejumlah penyerang memiliki prospek cerah di era Sir Alex, seperti Javier Hernandez dan Danny Welbeck, terbuang. Oke, Manchester United kini punya penyerang menjanjikan dalam diri Marcus Rashford dan Anthony Martial. Namun, mereka belum mencapai level Rooney.

Kini, entah dosa apa yang dibuat 'Setan Merah', mereka harus berurusan dengan Odion Ighalo. Memang, sih, dia punya pengalaman main di Premier League. Memang, sih, dia topskorer Piala Afrika 2019.

Namun, ayolah. Mestinya Manchester United bisa mendapat yang lebih baik. Sekalipun dia mengaku fans Manchester United, tetapi kalau performanya kurang 'menggebrak', ya, buat apa? Teranyar, pemain 30 tahun itu mengaku bahwa dia mengidolai Rooney.

Penyerang anyar Manchester United, Odion Ighalo. Foto: Twitter/@Manutd

"Wayne Rooney selalu menjadi idola, seperti banyak pemain di United. Dia pria yang baik. Dia pejuang di lapangan, dia bertarung dari awal sampai akhir. Di mata saya, dia tidak pernah menyerah ketika bertanding, dan dia pencetak gol yang hebat," ujar Ighalo.

"Meski peluangnya tipis, ruangnya sempit, dia akan mencetak gol. Dia bisa menembak dari luar dan di dalam kotak penalti, dia bisa mencetak gol dari mana saja," lanjutnya.

Ya, silakan cari gol-gol terbaik Wayne Rooney di YouTube. Niscaya, kalian akan menemukan kebenaran dari ucapan Ighalo itu.

Odion Ighalo dan Wayne Rooney. Foto: Getty Images/Clive Brunskill dan AFP/OLI SCARFF

Pertanyaannya, bisakah Ighalo mengaplikasikan semua hal tentang Rooney yang diucapkannya barusan? Atau seenggaknya, bisakah dia menjadi mesin gol Manchester United dengan gayanya sendiri? Mari kita pantau hingga akhir musim 2019/20

Pada Jumat (6/3/2020) dini hari WIB, Ighalo akan membela Manchester United kontra Derby County yang diperkuat Rooney. Seorang penggemar akan bertanding melawan idolanya.

Kira-kira bakal bagaimana hasil akhir laga Piala FA itu? Kira-kira performa apa yang akan ditunjukkan Ighalo dan Rooney? Well, mestinya, sih, serigala tetaplah serigala, meski disarukan dengan kostum domba, begitu pula sebaliknya.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.

Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure