Chelsea 4-4 Ajax: Kartu Merah untuk 2 Bek Tim Tamu Jadi Faktor Krusial

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.
Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Well, ternyata enggak cuma Arsenal yang punya 'hobi' kebobolan hingga gagal menang usai unggul duluan dalam sebuah laga. Ternyata, Ajax Amsterdam --yang warna jersi kandangnya merah dan putih, seperti Arsenal-- juga punya nasib yang setali tiga uang.
Di Liga Champions musim lalu, Ajax nyaris menyingkirkan Tottenham Hotspur. Awalnya, mereka menang 1-0 di laga tandang. Di leg kedua, bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad besutan Erik ten Hag yang lebih dulu unggul dua gol malah kemudian kebobolan tiga gol dan akhirnya tersingkir.
Semalam, tragedi serupa terulang, lawannya juga tim Inggris, yakni Chelsea. Bertamu ke Stamford Bridge pada matcday 4 Liga Champions, Rabu (6/11/2019) dini hari WIB, Donny van de Beek dan kolega harus puas bermain imbang 4-4.
Padahal, Ajax sempat mampu mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-3. Mereka unggul berkat gol bunuh diri yang dicetak pemain Chelsea, Tammy Abraham ('2) dan Kepa Arrizabalaga ('35), dan sebiji gol dari Quincy Promes ('20). Satu gol The Blues dicetak Jorginho ('5) lewat titik putih.
Pada babak kedua, bahkan Ajax mampu memperlebar keunggulan lewat gol Van de Beek ('55), memanfaatkan umpan Hakim Ziyech. Cesar Azpilicueta lalu menjadikan skor berubah jadi 2-4 lewat golnya ('63) yang berawal dari kerja sama apik antara Willian dan Christian Pulisic.
Namun, petaka hadir bagi kubu tim tamu di menit 68. Dua bek tengah mereka, Daley Blind dan Joel Veltman, diganjar kartu kuning kedua dan kartu merah. Bagaimana ceritanya Blind dan Veltman bisa diusir?
Begini, Blind menekel Abraham hingga tersungkur, saat keduanya sedang berebut bola liar di area pertahanan Ajax. Sebenarnya, aksi eks Manchester United itu adalah pelanggaran.
Namun, wasit Gianlucca Rocchi tak langsung menyetop pertandingan karena bola liar hasil perebutan Blind-Abraham jatuh di kaki pemain Chelsea lain, yakni Callum Hudson-Odoi.
Penyerang asal Inggris itu lalu mendorong bola agak ke tengah, dan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Tendangannya itu membentur tangan Veltman.
Wasit Rocchi melihatnya dan pertandingan disetop sejenak. Pada momen itulah, wasit asal Italia itu mengganjar Blind dan Veltman dengan kartu kuning kedua dan kartu merah.
Ini tentu sangat krusial. Masalahnya yang hilang adalah dua bek tengah sekaligus. Alhasil, Ajax harus bermain dengan sembilan orang.
Bek tengah itu ibarat ajudan presiden suatu negara. Kalau mereka enggak ada, presiden bisa terancam bahaya. Bek tengah itu ibarat satpam penjaga rumah mewah berpagar. Kalau mereka kabur, ya, seisi rumah bisa ambyar.
Jelas, kondisi ini jadi keuntungan buat Chelsea. Selain itu, tragedi handball Veltman terjadi di kotak penalti. Hadiah penalti untuk kubu Chelsea berhasil dikonversi jadi gol oleh Jorginho ('71). 3-4.
Pada menit 72, Ajax memasukkan dua bek, yakni Perr Schuurs dan Edson Alvarez, menggantikan dua gelandang tipe menyerang, David Neres dan Hakim Ziyech. Namun pada menit 74, anak asuhan Frank Lampard sukses mencetak gol penyama kedudukan.
Adalah Reece James, bek muda asal Inggris itu berhasil mencetak gol pemungkas laga. Skor 4-4 tak berubah hingga akhir laga.
Well, sebuah malam yang nahas untuk kubu Ajax Amsterdam. Sungguh, 'hobi' yang amat aneh. Mbok ya, mending Ajax ini cari hobi yang lebih berfaedah gitu, lho. Ternak lele, misalnya.
Chelsea juga enggak boleh jemawa. Lha wong bisa comeback karena dapat dua penalti dan keuntungan dari kartu merah lawan saja, kok, bangga? Ibarat mengambil permen dari anak kecil itu.
Masih ada pekerjaan rumah yang mesti diperbaiki Lampard, terutama soal konsistensi performa, baik di Liga Champions maupun Premier League. So, jangan terlena.
----
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Baca syarat dan ketentuannya di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
