Kumparan Logo
Kieran Gibbs, Alex Oxlade-Chamberlain, Arsenal
Kieran Gibbs dan Alex Oxlade-Chamberlain saat masih berkostum Arsenal.

Chelsea vs Arsenal: Momen Tertukarnya Gibbs dan Oxlade-Chamberlain

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
61
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kieran Gibbs dan Alex Oxlade-Chamberlain saat masih berkostum Arsenal. Foto: AFP/ADRIAN DENNIS dan AFP/BEN STANSALL
zoom-in-whitePerbesar
Kieran Gibbs dan Alex Oxlade-Chamberlain saat masih berkostum Arsenal. Foto: AFP/ADRIAN DENNIS dan AFP/BEN STANSALL

Duel Chelsea vs Arsenal itu tak melulu menyajikan gol-gol indah ataupun pelanggaran-pelanggaran keras. Namun terkadang, ada juga momen-momen konyol yang bikin geleng-geleng kepala.

Misalnya, pada laga Chelsea kontra Arsenal yang tersaji pada 22 Maret 2014. Skor akhir laga Premier League yang berlangsung di Stamford Bridge itu adalah 6-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Ini merupakan kekalahan terbesar The Gunners atas The Blues sepanjang sejarah Premier League. Gilanya, ini merupakan laga ke-1.000 Arsene Wenger selama membesut Arsenal. Aje gile.

Arsene Wenger. Foto: Dean Mouhtaropoulos/Getty Images

Memalukan? Jelas. Kebanyakan fans Arsenal pasti mengawali hari esoknya dengan malas. Mereka mungkin diledek habis-habisan oleh fans Chelsea atau fans tim lain di sekolah, kampus, maupun tempat kerja.

Andai muka bisa dilepas, mungkin fans Arsenal pada waktu itu bakal menaruh muka mereka di rumah atau dititipkan sekalian di tempat penitipan helm. Rasanya, beraktivitas dengan muka rata jauh lebih baik.

embed from external kumparan

Terlepas dari hasil tersebut, ada momen 'mencengangkan' nan bikin geleng-geleng kepala yang terjadi. Insiden yang.... Sebetulnya terlihat konyol, sih.

Jadi begini, Chelsea yang sudah di atas angin karena unggul dua gol sebelum laga genap berjalan 10 menit enggan mengendurkan serangannya begitu saja. Kubu 'London Biru' terus menekan tamunya.

Hingga akhirnya, pada menit 15, terjadilah handball di kotak penalti Arsenal. Pelakunya adalah Alex Oxlade-Chamberlain. Gelandang yang kini membela Liverpool itu menghalau bola sepakan Eden Hazard dengan tangannya.

Alex Oxlade-Chamberlain saat masih membela Arsenal. Foto: Wikimedia Commons/Brian Minkoff - London Pixels

Okelah, sebagian orang mungkin bisa setuju bahwa aksi semacam itu layak diberi kartu merah. Namun konyolnya, Andre Marriner selaku wasit yang memimpin laga tersebut memberikan kartu merah kepada pemain yang salah.

Alih-alih ke Oxlade-Chamberlain, Marriner malah memberikan kartu merah kepada Kieran Gibbs. Alhasil, sang bek kirilah yang harus meninggalkan lapangan, meski para penggawa Arsenal, termasuk Oxlade-Chamberlain, sudah berusaha meralat wasit.

Duh, ampun. Kok, bisa salah, sih?

Kieran Gibbs saat masih berkostum Arsenal. Foto: AFP/PASCAL GUYOT

Fans Arsenal jelas meradang. Ada yang menuduh Marriner sebagai sosok wasit yang rasialis, ada juga yang mulai meragukan kredibilitasnya sebagai wasit Premier League.

Meski tak sedikit pula memes kocak yang bertebaran di media sosial terkait insiden ini. Aya-aya wae.

X post embed

Namun akhirnya, Marriner disebut telah mengakui kesalahannya. Professional Game Match Officials Limited --badan yang bertanggung jawab untuk ofisial di laga sepak bola profesional Inggris-- merilis pernyataan terkait hal itu.

"Andre adalah wasit berpengalaman dan jelas kecewa karena kekeliruan kesalahan identitas yang dilakukannya dalam kasus ini," bunyi pernyataan itu, dilansir The Independent.

"Insiden kesalahan identitas sangat jarang terjadi dan sering kali merupakan hasil dari sejumlah faktor teknis yang berbeda."

"Sementara ini adalah keputusan yang sulit, Andre kecewa karena dia gagal mengidentifikasi pemain yang tepat."

"Dia menyatakan kekecewaannya kepada Arsenal ketika dia mengetahui masalah ini."

Andre Marriner ketika memimpin sebuah laga di Premier League. Foto: Paul Ellis/AFP

Well, tetapi tampaknya, sih, hal-hal semacam ini enggak bakal terjadi lagi, ya. Soalnya, sekarang 'kan sudah ada VAR. Salah satu fungsi VAR adalah untuk melakukan pengecekan salah identitas.

Jadi, kalaupun wasit salah mengambil keputusan, maka bisa diralat lewat keputusan VAR. Jadi, tenang saja. Antara David Luiz dan Matteo Guendouzi tak mungkin tertukar.

Oh iya, dalam laga yang dikisahkan di atas, Mikel Arteta juga turun laga, lho, jadi kapten Arsenal malah. Kini, sosok asal Spanyol itu menjadi pelatih Arsenal.

Sanggupkah Arteta membawa Arsenal besutannya menang atas Chelsea asuhan Frank Lampard dalam laga pekan ke-24 Premier League 2019/20 yang bakal berlangsung Rabu (22/1/2020) dini hari WIB di Stamford Bridge? Kalau kata kalian bagaimana?

video youtube embed

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

----

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure