Chelsea vs Bayern Muenchen: Ingatan Mueller soal Final Liga Champions 2011/12

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.
Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Thomas Mueller tak sabar untuk membela Bayern Muenchen dalam laga babak 16 besar Liga Champions 2019/20 kontra Chelsea, Rabu (26/2/2020) dini hari WIB. Sebab, si gelandang Jerman belum pernah bertanding di sana.
"Anda berpikir bakal melihat semua stadion besar di Eropa setelah [melakoni] lebih dari 100 laga Liga Champions, tetapi saya belum pernah bermain di Stamford Bridge dan saya benar-benar menantikannya," katanya kepada The Athletic, dilansir Goal International.
Per Transfermarkt, sejak 2009, Thomas Mueller memang tercatat telah melakoni 112 laga di Liga Champions. Namun selama itu, pemain 30 tahun tersebut belum pernah sekalipun bermain di Stamford Bridge.
Meski begitu, ini bukanlah momen perdananya menghadapi Chelsea. Sepanjang kariernya membela Die Bayern, Mueller sudah pernah dua kali bertanding menghadapi The Blues.
Pertama, pada laga final Liga Champions musim 2011/12 di Allianz Arena --kandang Bayern. Kedua, pada laga Piala Super Eropa 2013 di Stadion Sinobo, Republik Ceko.
Teruntuk laga yang disebut pertama, Mueller masih mengingatnya dengan jelas. Saat itu, skuat asuhan Jupp Heynckes kalah di babak adu penalti usai bermain imbang 1-1 di waktu normal.
"Itu adalah momen paling menggetarkan dalam hidupku. Itu tidak bisa dipercaya. Ada perbedaan antara mencetak gol dan mencetak gol yang menentukan," kenangnya.
Ya, Mueller adalah pencetak gol bagi Bayern di laga final itu. Lebih tepatnya, gol itu dicetaknya pada menit 83 lewat sundulan kepala usai memanfaatkan umpan Toni Kroos.
“Gol itu adalah keselamatan, kelegaan besar. Seisi stadion meledak. Semua orang telah menunggu kami mencetak gol sepanjang laga. Itu bukan gol paling indah, tetapi momen itu sendiri tak terlupakan," kisahnya.
Ya, pada saat itu, Bayern sebetulnya menguasai jalannya pertandingan. Selama 2x90 menit hingga perpanjangan waktu, Die Roten tercatat membukukan total 19 tembakan (tujuh di antaranya akurat). Namun apa daya, cuma satu gol yang tercipta.
Sementara itu, Chelsea cuma membuat enam tembakan (tiga doang yang akurat). Salah satu dari tembakan itu berbuah gol yang dicetak Didier Drogba pada menit 88.
Pada akhirnya, skuat besutan Roberto Di Matteo-lah yang membawa pulang 'si Kuping Besar'. Lantas, apakah Mueller masih sakit hati hingga sekarang?
“Fakta bahwa kami memenangkan trofi [Liga Champions] pada 2013 (semusim setelahnya) telah mengurangi rasa sakit. [kekalahan pada] 2012 adalah alasan utama kami memenanginya pada 2013,” tegasnya.
Ya, semusim berselang, Bayern menekuk Borussia Dortmund di final Liga Champions. Mario Mandzukic dan Arjen Robben, yang masing-masing mencetak satu gol, menjadi pahlawan kemenangan 2-1 timnya atas Der BVB.
Setelah itu, Bayern yang sudah dikomandoi Pep Guardiola mengalahkan Chelsea di Piala Super Eropa. Awalnya, kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal hingga perpanjangan waktu, lalu menang di babak adu penalti. Ya, penalti dibalas penalti.
Selain itu, Mueller juga menyatakan kesannya terhadap Frank Lampard. Gelandang nomor punggung 25 itu masih ingat ketika menghadapi Lampard di lapangan pada dua laga tersebut.
"Dia adalah pemain super. Dia memainkan sepak bola praktis. Secara teknis sangat bagus, teknik menembak super, umpan super panjang. Gelandang yang bisa bekerja dan berbahaya di depan gawang pada saat bersamaan," terang Mueller.
“Dia hanya tahu: Ini adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk memenangkan pertandingan sepak bola. Dia adalah pemain yang benar-benar bisa saya pahami banget,” lanjutnya.
Well, kini Lampard sudah bukan lagi sebagai pemain gelandang. Dia kini pelatih Chelsea. Dengan alasan di atas, meski mengaku tidak takut, tetapi Mueller dan kolega wajib waspada dengan Chelsea asuhan Lampard.
Kira-kira siapa yang bakal memenangi laga Liga Champions ini? Kita lihat saja.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Catatan: Judul awal stori ini adalah "Chelsea vs Bayern Muenchen: Ingatan Mueller soal Final Liga Champions 2012/13". Judul itu telah kami koreksi menjadi "Chelsea vs Bayern Muenchen: Ingatan Mueller soal Final Liga Champions 2011/12". Isi stori juga telah disesuaikan.
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.
Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
