Kumparan Logo
Dejan Lovren
Lovren, bek tengah terbaik Liverpool musim ini.

Dejan Lovren yang Terjebak dalam Aturan 'Travel Light' Zombieland

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
163
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dejan Lovren. Foto: Action Images via Reuters/Craig Brough
zoom-in-whitePerbesar
Dejan Lovren. Foto: Action Images via Reuters/Craig Brough

Dunia kadang tidak adil. Begitu juga sepak bola. Sebab dalam setiap peristiwa, kadang dibutuhkan kehadiran 'kambing hitam'. Yah, begitulah nasib Dejan Lovren.

Liverpool ditekuk Watford di laga pekan ke-28 Premier League 2019/20. Kekalahan telak 3-0 di laga itu menyudahi rentetan 44 laga tak terkalahkan dan 18 kemenangan beruntun mereka di kompetisi yang bakal segera mereka juarai itu.

Nah, dari total 14 pemain (11 starter, 3 pengganti) yang diturunkan The Reds di laga kontra The Clarets itu, Lovren menjadi salah satu yang ditunjuk hidungnya laiknya pesakitan. Katanya, Liverpool kalah gara-gara Lovren.

Dih, kok, begitu? Kalau Juergen Klopp, sih, malah tidak terima jika orang-orang pada menyalahkan si bek asal Kroasia.

embed from external kumparan

"Jika ada yang menyalahkan Dejan Lovren atas kekalahan kami, aku tidak bisa habis pikir dengan orang-orang ini. Itu adalah tantangan besar baginya untuk bermain melawan Troy Deeney," ujar Klopp, dilansir BBC.

Deeney sendiri mengakui bahwa dalam laga yang berlangsung Vicarage Road itu dia memang sering mengincar Lovren, alih-alih Virgil van Dijk. Alasannya sederhana, karena Lovren tampak 'lebih lemah' baginya dibanding bek asal Belanda itu.

Sebenarnya, statistik Lovren enggak buruk-buruk amat, kok. Per WhoScored, bek 30 tahun itu tercatat melakukan tiga tekel sukses, tiga sapuan, satu intersep, dan memenangi enam duel udara.

Dejan Lovren bersama Virgil van Dijk. Foto: Reuters/Carl Recine

Bahkan kalau mau adil, Trent Alexander-Arnold juga patut dipersalahkan, kok, karena melakukan blunder yang menyebabkan terjadinya gol ketiga Watford. Namun, kenapa bek muda Inggris itu tak menjadi pesakitan laiknya Lovren?

Hmm... Apakah ada standar ganda di mata penonton atau penggemar? Entahlah. Soalnya, kalau Alexander-Arnold itu dari kemarin mainnya sudah bagus, jadi 'raja' assist pula.

Sementara Lovren, sejak Desember 2019 hingga Januari 2020, mengalami cedera otot. Eks bek Southampton itu juga butuh waktu untuk mengembalikan kebugarannya. Nah, saat dia kembali merumput, kebetulan performa Liverpool sedang turun.

Ndilalah, dalam dua laga teranyar Lovren musim ini, Liverpool gagal menang. Ditahan imbang 2-2 oleh Shrewsbury di Piala FA dan kalah 3-0 dari Watford di Premier League.

Jadilah, wajar jika ada yang melihat Lovren bak beban yang mesti disingkirkan oleh Liverpool. Lha wong, sekalinya dia main, Liverpool malah enggak menang, toh.

Dejan Lovren. Foto: Getty Images

Kalian tahu film Zombieland? Di situ, ada karakter yang namanya Columbus (Jesse Eisenberg) yang punya beberapa aturan yang dibikiknnya sendiri untuk bisa bertahan hidup di tengah kepungan zombie.

Dari sekian banyak aturan itu, ada aturan bernama 'Travel Light'. Intinya, kalau bepergian, jangan bawa beban terlalu banyak. Jadi seandainya dikejar zombie, pergerakan manusia bisa gesit dan selamat.

Nah, beban dalam konteks Columbus tak cuma mengacu pada barang-barang atau koper. Namun, manusia juga bisa dianggap sebagai beban yang mesti disingkirkan.

Dalam konteks Liverpool, Lovren adalah beban itu. Well, setidaknya menurut sebagian penggemar dan penonton, sih. Ibaratnya, kehadiran Lovren malah bisa 'mencelakakan' Liverpool. Jadi, mending dia enggak ada saja.

Pemain film 'Zombieland 2'. Jesse Eisenberg paling kiri. Foto: IMDb.

Namun sekali lagi, apakah adil menganggap Lovren sehina itu? Ingat, musim ini, dia enggak main ketika Liverpool kalah dari Napoli dan Atletico Madrid di Liga Champions dan saat nyaris ditekuk West Ham United di Premier League.

Jadi, performa tak impresif Liverpool lebih dari sekadar karena faktor kehadiran Dejan Lovren di lapangan. Perlu ada evaluasi secara menyeluruh, tampaknya.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.

Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure