kumparan
Bola & Sports16 Januari 2020 14:30

Di Balik Transfer Christian Pulisic, Ada Trik Jitu Bos Chelsea

Konten kiriman user
Christian Pulisic (P)
Selebrasi Christian Pulisic usai membobol gawang Valencia. Foto: Reuters/Andrew Boyers
Christian Pulisic resmi menjadi milik Chelsea pada Januari 2019. The Blues perlu merogoh kocek sekitar 58 juta poundsterling untuk mendaratkan winger Amerika Serikat itu dari Signal Iduna Park ke Stamford Bridge.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Chelsea baru bisa memainkannya sejak awal musim 2019/20 karena ada kesepakatan Pulisic dipinjamkan balik ke Borussia Dortmund hingga akhir musim 2018/19. Kini, sosok 21 tahun itu menjadi andalan di lini serang skuat asuhan Frank Lampard.
Nah, kalian penasaran, enggak, sih, tentang cerita di balik transfer Pulisic ke Chelsea? Jarang-jarang, nih, kita bisa tahu kisah-kisah macam ini.
Pada dasarnya, tim negosiasi Chelsea dipimpin oleh salah satu direktur mereka, Marina Granovskaia. Namun, Bruce Buck --yang juga orang Amerika Serikat-- selaku Chairman Chelsea juga punya andil besar terkait suksesnya transfer Pulisic.
Jadi, Buck punya seorang teman yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif FC Harlem Lions, namanya Irv Smalls. Sekadar catatan, klub yang berbasis di New York itu memang punya hubungan kemitraan dengan Chelsea sejak 2013.
Untitled Image
Bruce Buck. Foto: Wikimedia Commons/Mark Freeman
Nah, Buck mengajak Smalls untuk ikut membantunya bernegosiasi dengan Pulisic. Kenapa? Usut punya usut, Smalls dan Pulisic ini satu kampung, yakni di Hershey, Pennsylvania. Jadi, ya, mungkin ada faktor kedekatan yang hendak dimanfaatkan.
ADVERTISEMENT
"Saya bertemu Christian sebelum dia resmi dikontrak Chelsea. Saat itu, kami berkeliling Stamford Bridge dengan berhati-hati, menghindari kelompok tur stadion," kenang Smalls kepada Goal International.
Kalau mau menerka-nerka, 'sebelum resmi dikontrak Chelsea' itu mungkin maksudnya sekitar tahun 2018 akhir. Mungkin, ya. Soalnya, Smalls tak bilang tanggal pastinya.
Namun, pada akhir Desember biasanya Bundesliga libur. Jadi, itu mungkin saat yang tepat untuk mengundang Pulisic ke Stamford Bridge.
Christian Pulisic (C)
Christian Pulisic menangkan Chelsea atas Valencia. Foto: Reuters/Sergio Perez
"Kami melakukan percakapan yang baik tentang bagaimana tumbuh di Hershey, aroma cokelat, [pemandangan] Hershey Kiss Lights, Hershey Park. Saya juga berbicara tentang program kami di Harlem dan pekerjaan yang kami lakukan dengan Chelsea," lanjutnya.
Pintar juga, ya, Chelsea. Cara pendekatan yang menarik. Sebuah trik jitu dari sang chairman.
ADVERTISEMENT
Andai Pulisic itu orang Depok, mungkin Buck bakal mengajak orang yang dari kecil sampai gede tinggal di Depok. Ayu Ting-Ting, misalnya, atau mungkin Yudha Keling.
Christian Pulisic (C)
Christian Pulisic ingin Chelsea belanja di Januari 2020. Foto: Reuters/Molly Darlington
Anyway, balik lagi ke Pulisic. Smalls sudah yakin sejak pertemuan pertama bahwa Pulisic bakal jadi pemain penting Chelsea di masa depan.
"Dia anak yang baik, santai. Saya bisa tahu sejak saat itu juga. Dia tampak cerdas dan memiliki sikap serta perilaku yang tepat untuk melanjutkan pengembangan sepak bola di Chelsea," kata Smalls.
"Bagi saya, di bukan pesepak bola bergaya Amerika. Gayanya lebih Eropa, lebih cair, halus, dan luwes di lapangan. Sangat menyenangkan melihat performanya sejauh ini dengan The Blues," tambahnya.
Pulisic memang sempat kesulitan pada masa-masa awal adaptasinya bersama Chelsea. Namun, lama kelamaan, dia tampak mulai menjadi andalan di lini serang, meski mesti lebih dituntut tampil konsisten.
ADVERTISEMENT
Per Transfermarkt, Pulisic sejauh ini sudah 23 kali turun laga membela Chelsea. Dari situ, dia telah membukukan enam gol dan enam assist.
Christian Pulisic
Pulisic merayakan gol bersama rekan setimnya di Chelsea. Foto: Reuters/Lee Smith
Selain itu, Goal International juga melansir fakta lainnya. Ternyata, itu bukan kali pertama Pulisic mengunjungi Stamford Bridge, melainkan kunjungannya yang kedua.
Pada tahun 2006, Pulisic sudah pernah datang ke markas klub London Barat itu bersama ayah dan saudara perempuannya. Namun saat itu, kapasitasnya adalah melakukan tur stadion.
Itu adalah masa di mana Chelsea sedang 'hot-hot'-nya jadi pembicaraan publik karena mampu memenangkan trofi Liga Inggris kedua mereka di era Premier League. Ya, Chelsea sedang 'mesra-mesranya' dengan Jose Mourinho.
Namun, Pulisic juga disebut pernah mengunjungi Anfield, Old Trafford, dan White Hart Lane. Alasan utama dia berada di Inggris pada waktu itu adalah karena ibunya, Kelley, sedang menjalani program pertukaran dosen selama satu tahun di sebuah desa dekat Oxford.
ADVERTISEMENT
Siapa sangka, dari sejumlah stadion yang dikunjungi itu, salah satuunya kini menjelma jadi 'rumah kedua' seorang Christian Pulisic, yakni Stamford Bridge. Apakah dia bakal betah di Chelsea? Sampaikan pendapat kalian, ya.
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan