Fabio Borini di Liverpool: Gagal Raih Trofi, Malah Dapat Istri

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Ambyar. Satu kata itu cukup menggambarkan bagaimana karier Fabio Borini bersama Liverpool. Jangankan membantu The Reds meraih trofi juara, lha wong, untuk membantu dirinya sendiri saja dia kesulitan.
Sebelum resmi bergabung dengan Liverpool pada Juli 2012, Borini menjalani musim yang sensasional bersama AS Roma. Raihan 10 gol dari 26 laga lintas ajang selama membela Giallorossi cukup membuat publik menilainya sebagai masa depan Timnas Italia.
Sebenarnya kala itu, musim 2011/12, Borini berstatus pemain pinjaman dari Parma. Roma punya opsi untuk mempermanenkannya di akhir musim.
Nah, pemain yang bisa dimainkan sebagai striker maupun winger itu merasa yakin bakal bertahan di klub Ibu Kota Italia itu pada musim berikutnya. Eh, ternyata, dia malah pindah ke Merseyside.
"Aku membeli rumah di Roma dan aku bahkan belum sempat merasakan tidur semalam di sana. Itu (transfer ke Liverpool) mengejutkanku. Mungkin Euro (uang) adalah faktornya; mempercepat dan membuat negosiasi itu lebih cepat," kisah eks pemain Chelsea itu kepada The Athletic.
Well, walau terkejut, Borini merasa senang bisa kembali ke Premier League. Sebab, dia merasa urusannya di sana belum kelar, merasa belum puas unjuk gigi.
Tampaknya, selain uang, kehadiran Brendan Rodgers yang 'ngebos' di Anfield juga menjadi faktor transfer itu bisa cepat terealisasi. Pelatih asal Irlandia Utara itu boleh jadi adalah salah satu orang yang paling menginginkan Borini di timnya.
Asal tahu saja, itu bukan kali pertama mereka bekerja sama. Pada waktu masih terikat kontrak dengan The Blues, Borini dipinjamkan ke Swansea City yang berlaga di Championship pada pertengahan musim 2010/11.
Nah, pelatih The Swans kala itu adalah Rodgers. Ndilalah, Borini mainnya cukup bagus: Mencetak 6 gol dari 12 laga lintas ajang.
Akan tetapi, level Premier League tak sebanding dengan level Championship. Bekal performa bagus di Serie A juga tak banyak membantu Borini selama menjadi bagian dari skuat yang berisi Steven Gerrard dan kolega.
Sudah begitu, jebolan akademi Bologna itu dibekap cedera pula. Apes.
"Aku mengalami cedera serius, traumatis, tak ada yang bisa kukendalikan. Aku mematahkan kakiku dan mengalami dislokasi bahu usai dua tekel. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya," terangnya.
Per Transfermarkt, patah kaki yang dimaksudnya itu adalah fraktur metatarsal yang dideritanya selama 11 Oktober 2012 hingga 13 Januari 2013 (94 hari) dan cedera bahu yang dialaminya selama 17 Februari-27 April 2013 (69 hari).
Total, sepanjang 2012-2015, Borini cuma 38 kali turun laga membela Liverpool dan hanya mencetak 3 gol. Namun, selalu ada berkah dalam setiap musibah. Ya, andai tak pernah ke Liverpool, mungkin dia tak akan menemukan 'teman hidupnya' kini.
"Sangat disayangkan karierku itu, tetapi itu hal baiknya adalah aku bertemu dengan istriku. Mungkin karier sepak bolaku tak begitu positif, tetapi ada hikmah lain untuk hidupku," kisahnya.
Sekarang, Borini bukan lagi pemain Liverpool, melainkan bagian dari skuat Hellas Verona. Namun, dia sangat ingin melihat Jordan Henderson cs. mengangkat trofi Premier League 2019/20. Dia mafhum betapa berartinya gelar itu bagi Liverpool dan para fan mereka karena...
"Ayah mertuaku adalah pemegang tiket musiman Liverpool, sehingga saya tahu bagaimana rasanya," jelas si eks pemain AC Milan. Bae-bae sama mertua lu, ye.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

