Kumparan Logo
PTR - Jens Lehmann
Jens Lehmann.

Jens Lehmann di Mata Eks Wasit Premier League: Hebat tetapi Gampang Terprovokasi

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
15
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jens Lehmann. Foto: AFP/IAN KINGTON
zoom-in-whitePerbesar
Jens Lehmann. Foto: AFP/IAN KINGTON

Masih ingat momen ketika Arsenal memastikan gelar juara Premier League 2003/04 di White Hart Lane? Iya, memang terkesan sangat manist karena The Gunners bisa merayakan gelar tersebut di markas sang rival, Tottenham Hotspur.

Namun perlu diingat, skor akhir laga yang berlangsung pada 25 April 2004 itu adalah 2-2. Ya, meski akhirnya juara, Arsenal enggak membawa tiga poin dari kandang lama Spurs itu.

Usai unggul 2-0 pada babak pertama, The Lilywhites mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada babak kedua. Satu gol dicetak oleh Jamie Redknapp yang melepas tembakan jarak jauh ke sudut kanan gawang Arsenal. Spektakuler.

Nah, gol balasan kedua Spurs berasal dari sepakan penalti Robbie Keane. Jens Lehmann punya tanggung jawab besar soal itu.

embed from external kumparan

Kalau melihat video rekaman laga itu di kanal YouTube resmi Arsenal, kita enggak akan dikasih lihat bagaimana proses penalti tersebut bisa terjadi. Faktanya, penalti di menit akhir babak kedua itu terjadi gara-gara ulah Lehmann.

Pada momen sepak pojok di menit 90-an, Lehmann melanggar Robbie Keane. Kepala penyerang asal Irlandia itu dipeluk oleh si kiper asal Jerman. Yaiyalah, pelanggaran. Kocak.

embed from external kumparan
Robbie Keane. Foto: Daniel LEAL-OLIVAS / AFP

Beberapa tahun setelahnya, Lehmann membela diri. Dalam sebuah video untuk Four Four Two, eks pengawal gawang Borussia Dortmund tersebut mengaku tidak pernah melanggar Keane, bahkan tak pernah menyentuhnya. What!?

Ah, sudahlah. Biarkan Lehmann dengan pembelaannya.

Akan tetapi, kalau kalian cermati lagi video di atas, sebenarnya ada kesan tindakan provokasi dari Keane, lho. Tampaknya, Keane tahu Lehmann adalah orang yang mudah terprovokasi dan dia mengambil keuntungan dari itu.

Jens Lehmann. Foto: AFP/PAUL ELLIS

Ya, Lehmann memang kiper hebat. Namun, dia adalah pribadi yang mudah tersulut emosi dan tak jarang lawan memanfaatkannya. Eks wasit Premier League (2004-2017), Mark Clattenburg, juga menulis soal itu di kolom Daily Mail.

"Dia adalah kiper yang hebat. Namun jujur, aku pikir itu (mudah emosi) adalah kelemahannya dan tim-tim lain mengidentifikasi hal itu. Mereka akan berdiri di atas jari-jari kakinya pada [momen sepak] pojok dan dia akan bereaksi dengan mendorong mereka," tulis Clattenburg.

"Aku tahu para pemain memprovokasinya, tetapi dia mungkin beruntung tidak diusir dari lapangan dan [Arsenal] tak [selalu] dihukum penalti," lanjutnya.

Wasit asal Inggris, Mark Clattenburg. Foto: AFP/PATRIK STOLLARZ

"Dia bisa melakukan hal-hal kecil yang menyulitkan dirinya sendiri dan aku sebal banget kalau mesti menjadi wasitnya. Emosinya menentu dan kejenakaannya tidak mudah untuk diatasi," tandas wasit 45 tahun itu.

Sekadar catatan, wasit yang memberi hadiah penalti di laga Spurs vs Arsenal di atas adalah Mark Halsey. Lehmann sendiri membela Arsenal selama 2003-2008 dan sempat comeback pada 2011. Kini, dia menjadi salah satu anggota dewan pengawas Hertha Berlin.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

collection embed figure