Kumparan Logo
Logo Liverpool dan Everton
Logo Liverpool dan Everton.

Kisah Anfield dan Konflik Internal Everton yang Melahirkan Liverpool

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
61
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Liverpool dan Everton. Foto: AFP/ANDREW YATES dan PAUL ELLIS
zoom-in-whitePerbesar
Logo Liverpool dan Everton. Foto: AFP/ANDREW YATES dan PAUL ELLIS

Derbi Merseyside edisi perdana di musim 2019/20 bakal tersaji di pekan ke-15 Premier League, Kamis (4/12/2019) dini hari WIB. Pada laga tersebut, Liverpool yang akan bertindak sebagai tuan rumah.

Armada Juergen Klopp bakal menjamu pasukan Marco Silva di Stadion Anfield. The Reds pastinya ingin meraih hasil maksimal atas The Toffees di kandang mereka sendiri.

Namun, kalau bicara soal Stadion Anfield, tahukah kalian bahwa dulunya Anfield itu merupakan kandang Everton? Ya, memang begitulah sejarahnya.

Stadion Anfield. Foto: REUTERS/Carl Recine

Faktanya, Liverpool FC mungkin tidak akan pernah lahir jika Everton FC tak pernah didirikan, tepatnya pada tahun 1878. Jadi, kota pelabuhan di Inggris itu dulu hanya punya satu warna: Biru.

Everton awalnya bermain di area Stanley Park. Laga resmi perdana mereka terjadi pada 1879. Pada 1882, Everton pindah ke Priory Road, usai ada pria bernama J. Cruitt yang menyumbangkan tanah di area itu untuk menjadi markas klub.

embed from external kumparan

Mereka baru pindah ke Anfield pada tahun 1884. Kebetulan, Anfield juga baru dibuka pada tahun yang sama.

Sekadar informasi, Anfield saat itu dimiliki oleh pengusaha pembuatan bir bernama John Orrell. Ia menyewakan Anfield pada Everton dengan biaya murah.

Orell memercayakan urusan uang sewa Anfield kepada rekannya yang sesama berkecimpung di usaha pembuatan bir, John Houlding namanya. Sekadar informasi, Houlding ini kelak bakal menjadi Wali Kota Liverpool (Lord Mayors of the City of Liverpool) pada 1897-1898.

Everton melangsungkan laga debutnya di Anfield pada 28 September 1884. Saat itu, mereka menang 5-0 atas klub bernama Earlestown.

Houlding lalu menjadi pemilik Anfield sejak 1885. Walau begitu, Everton tetap mesti membayar uang sewa stadion kepada Houlding.

Padahal, Houlding sebenarnya adalah termasuk ke dalam manajemen Everton. Dia bahkan sempat menjabat sebagai chairman Everton.

Awalnya, sih, fine-fine saja. Masalah baru muncul kala Everton mulai berubah status menjadi klub profesional pada 1888. Ditambah lagi, seiring berjalannya waktu, laga-laga Everton di Anfield kian penuh dari pekan ke pekan.

Houlding melihat itu sebagai peluang bagus dari segi ekonomi. Dia lalu menaikkan sewa klub dari 100 poundsterling menjadi 250 poundsterling pada tahun 1890.

Tak pelak, ini menimbulkan konflik dalam tubuh klub. Jajaran direksi Everton mengaku kebaratan dengan biaya sewa tersebut.

Puncaknya pada tahun 1892. Akibat terus-menerus mendapat tekanan dari jajaran direksi soal biaya sewa Anfield, Houlding mengundurkan diri dari Everton. Pada April tahun yang sama, Everton juga minggat dari Anfield menuju Goodison Park.

Stadion Everton sejak 1892, Goodison Park. Foto: Reuters/Lee Smith

Pada 15 Maret 1892, Houlding mendirikan klub sendiri, yakni Everton Athletic FC. Lalu, pada 3 Juni 1892, nama klub itu berubah jadi Liverpool FC, klub yang hingga kini kita kenal identik dengan warna merah.

Seabad lebih telah berlalu, sekarang kita tahu ‘kan siapa yang paling jago di Kota Liverpool dan siapa yang cuma benalu? ‘Si Merah’ lebih bergelimang prestasi, sementara ‘Si Biru’ cuma tetangga yang berisik.

Liverpool 18 kali menjuarai liga domestik Inggris, sedangkan Everton baru sembilan kali. Terakhir Liverpool juara itu pada musim 1989/1990, sementara Everton 1986/1987. Hehe… kalau yang satu ini enggak beda jauh yaaaa.

Artinya, mereka sama-sama belum pernah juara di era Premier League.

Liverpool tujuh kali juara Piala FA, sedangkan Everton cuma lima kali. Liverpool juga pemegang rekor juara Piala Liga, yakni delapan kali, sementara Everton belum pernah sama sekali.

Di level Eropa, Liverpool menjuarai Liga Champions sebanyak enam kali dan Piala UEFA tiga kali. Sementara itu, Everton cuma pernah memenangkan Piala Winners satu kali.

Pemain Everton, Seamus Coleman (kiri), bersitegang dengan Danny Ings yang saat itu masih membela Liverpool. Foto: Reuters/Carl Recine

Terbukti, sejarah besar diawali oleh langkah berani. Andai Houlding pada waktu itu mengalah, maka mungkin tidak akan ada Derbi Merseyside hari ini.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah Houlding dan Liverpool adalah: Kalau memang enggak cocok, udah putusin aja.

Houlding memutus kerja sama dengan Everton. Dia lalu hijrah, membuat klub sendiri, menggoreskan sejarahnya sendiri. Kalau kamu, kapan? Eh...

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure