Konten dari Pengguna

Klaim Samuel Eto'o ke Pep Guardiola: Barcelona Juara karena Aku, Bukan Messi

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lionel Messi dan Pep Guardiola. Foto: JOSEP LAGO / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Lionel Messi dan Pep Guardiola. Foto: JOSEP LAGO / AFP

Konflik Pep Guardiola dengan Zlatan Ibrahimovic semasa di Barcelona bukan cerita baru. Namun, kisah ketidakakurannya dengan Samuel Eto'o mungkin kamu baru tahu. Penyerang asal Kamerun itu sampai membawa-bawa Lionel Messi.

Begini, kenangan terbaik Eto'o bersama Guardiola adalah kala mereka bekerja sama merengkuh treble winner untuk Blaugrana pada musim 2008/09. Trofi La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions dibawa pulang ke Camp Nou.

Gaya tiki-taka menjadi ciri khas Barcelona. Oper-operan bola yang pendek, datar, rumit, dan cepat dari kaki ke kaki menggambarkan betapa kompaknya skuat tersebut di lapangan. Meski begitu, apa yang terlihat tidak serta merta mencerminkan situasi pelik di dalam klub.

"Pep telah menghabiskan seluruh hidupnya di Barcelona (sejak di akademi hingga jadi pelatih). Namun, selama tahun-tahun di sana, aku merasa dia tak memahami pasukannya dan tak menjalani kehidupan bersama kami," kata Eto'o tahun lalu, dilansir Manchester Evening News.

embed from external kumparan

Keluhan Eto'o tersebut sebenarnya sama seperti keluhan pemain-pemain lain yang pernah bekerja bareng dengan pelatih berdarah Catalunya itu. Maksudnya, relasi antara Guardiola dengan skuatnya cuma sebatas pekerjaan, tak ada 'ruh' kekeluargaan maupun pendekatan personal.

Omong-omong, selama lima musim membela Barcelona, hanya pada musim 2008/09 Eto'o bermain di bawah asuhan Guardiola. Kala itu, publik sudah mulai mengagung-agungkan Messi.

Samuel Eto'o pernah jadi bomber andalan Barcelona. Foto: AFP/Lluis Gene

Namun Eto'o bersikeras, itu masih eranya. Pokoknya, dia merasa sebagai pemain yang paling berkontribusi membawa Barcelona berjaya.

"Aku memberi tahu Guardiola, 'Kau akan meminta maaf kepadaku karena aku yang akan membuat Barca menang, bukan Lionel Messi'," terang si pria 39 tahun.

"Begitulah situasinya pada saat itu. Messi lalu muncul, tetapi Anda bisa bertanya kepada Xavi, Andres Iniesta, dan pemain lainnya, itu adalah eraku," tegasnya.

Samuel Eto'o merayakan gol di El Clasico. Foto: AFP/Javier Soriano

Dibandingkan Guardiola, Eto'o boleh jadi lebih berpihak ke Jose Mourinho--bosnya di Inter kala membawa klub itu menjadi treble winner pada musim 2009/10. Sebab, dia pernah bilang begini:

"Aku tak bisa membandingkan Mourinho dengan Guardiola. Salah satu dari mereka tak bisa menjuarai Liga Champions dengan Bayern Muenchen dan satu orang lagi melakukannya bersama Porto," kata Eto'o.

Savage.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya dan Yoga Cholandha

---

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

collection embed figure