Kunci Performa Positif Sheffield United: Kolektivitas Tim

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Beberapa waktu belakangan ini, perhatian pencinta sepak bola kepada Premier League terlalu terfokus kepada kedigdayaan Liverpool, inkonsistensi Manchester City, kebangkitan Leicester City, hingga gelak tawa yang kerap dihadirkan Arsenal dan Manchester United.
Sebenarnya, kalau dicermati lagi, ada fenomena lain yang tak kalah menarik untuk dibahas. Ini adalah tentang performa mengejutkan Sheffield United di Premier League musim 2019/20 sepanjang 12 pekan yang telah dilakoni.
Runner-up EFL Championship 2018/19 ini tampil sebagai klub promosi yang performanya paling konsisten. Sheffield United kini bertengger di peringkat lima klasemen, sementara Aston Villa tersangkut di peringkat 17 dan Norwich City terbenam di posisi juru kunci.
Berada di peringkat lima artinya The Blades juga punya performa yang lebih baik dari tiga kontestan Liga Europa 2019/20, yakni Arsenal, Manchester United, dan Wolverhampton Wandereres, yang masing-masing menempati urutan enam, tujuh, dan delapan.
Billy Sharp dan kolega mengoleksi empat kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan. Jumlah kebobolan mereka hanya sembilan --hanya selisih satu gol saja dengan Leicester City. Uniknya, jumlah gol mereka juga terbilang sedikit, baru 13 gol --sama seperti Everton yang ada di peringkat 15.
Apa rahasianya hingga mereka bisa memberikan kejutan musim ini?
Pertama, kita bahas dulu formasi dasar dari anak asuh Chris Wilder ini. Sepanjang melakoni 12 laga Premier League, mereka kerap menggunakan formasi dasar 3-5-2.
Posisi kiper diisi oleh Dean Henderson. Tiga orang yang kerap ditempatkan sebagai bek adalah John Egan, Chris Basham, dan Jack O'Donnell. Di lini tengah, tiga pemain yang biasanya jadi starter adalah Oliver Norwood, John Lundstram, dan John Fleck.
Beralih ke sektor sayap, Enda Stevens di sektor kiri dan George Baldock di sektor kanan tak tergantikan dan selalu main penuh dalam 12 laga Premier League. Di lini depan, Callum Robinson, Oliver McBurnie, David McGoldrick, Lys Mousset, dan Billy Sharp mendapat porsi bermain yang cukup merata.
Sebenarnya, statistik individu para pemain Sheffield United yang dilansir WhoScored tidak spesial-spesial amat.
Sementara itu, Egan menjadi pemain dengan jumlah intersep sukses terbanyak ketujuh (25 kali) dan jumlah sapuan sukses terbanyak keempat (68 kali). Sementara Jack O'Connell sudah mencatatkan 64 kali sapuan sukses --terbanyak keenam.
Khusus untuk Norwood, ia telah melepaskan 59 tekel dari 12 laga --terbanyak kedelapan di Premier League-- tapi sayang hanya 31 yang sukses. Asal tahu juga, tidak ada satu pun pemain Sheffield United yang mengisi daftar 10 besar pemain dengan jumlah tekel sukses terbanyak.
Dan ternyata bukan cuma tekel, bahkan tidak ada juga nama pemain Sheffield United yang mengisi daftar 10 besar pemain yang mengoleksi jumlah terbanyak untuk dribel sukses, tembakan akurat, dan umpan kunci.
Topskor mereka di Premier League sejauh ini adalah Mousset dan Lundstrom yang masing-masing mencetak tiga gol. Mousset juga jadi penyumbang asis terbanyak tim, tetapi itu pun cuma tiga asis.
Deretan statistik di atas membuktikan bahwa skill individu skuat pujaan publik Bramall Lane itu enggak spesial-spesial amat. Meski begitu, kalau melihat statistik tim secara kolektif, kita dapat memahami bahwa mereka adalah tim yang kompak.
Premier League sudah berjalan 12 pekan, dan kini Sheffield United tercatat sebagai tim dengan perolehan intersep sukses terbanyak ketiga. Sementara untuk urusan tekel sukses terbanyak, mereka menempati urutan 10.
Namun, kalau bicara soal jumlah sapuan sukses, di antara 20 tim Premier League, Sheffield United-lah yang terbanyak melakukannya. Kekompakkan tim didukung oleh penampilan apik Henderson di bawah mistar, di mana kiper pinjaman Manchester United ini sudah membikin 33 penyelamatan --sama dengan De Gea.
Selain itu, faktor kesuksesan mereka sejauh ini adalah keandalan dalam memainkan bola-bola panjang dan umpan silang. Sheffield United tercatat sebagai tim yang mencatatkan umpan lambung akurat terbanyak keempat dan umpan silang akurat terbanyak kelima.
Efektivitas penyelesaian akhir juga jadi kunci. Soalnya, jumlah tembakan akurat mereka cuma 36 --paling buruk di Premier League. Tapi, 13 di antaranya berhasil dikonversi jadi gol. Uniknya, semua gol itu dicetak dari dalam kotak penalti, tetapi tak ada satu pun yang berasal dari 'hadiah' penalti.
Okelah, artinya kolektivitas adalah kunci keberhasilan Sheffield United sejauh ini. Sementara kelemahan mereka adalah tidak ada pemain yang menonjol dan konsistensi starting 11 yang bisa menjadi boomerang, andai tidak ada pengganti yang sepadan jika banyak pemain langganan starter cedera atau absen.
Sejauh apa Sheffield United bisa berlari? Kita lihat saja nanti. Sampaikan juga pendapatmu di kolom komentar.
----
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

