Liverpool Memang Tak Pantas Menang Atas Everton di Derbi Merseyside, Kenapa?

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Deg-degan. Jangan bohong, kalian fan Liverpool pasti sedang ketar-ketir melihat armada Juergen Klopp cuma bisa imbang kontra Everton di Derbi Merseyside, Senin (22/6/2020) dini hari WIB.
Asal tahu saja, sebetulnya The Reds layak kalah juga, lho, ketimbang hanya seri. Eits, jangan marah kami... Jamie Carragher, bek legendaris Liverpool, tuh yang bicara begitu.
Apa alasannya?
"Aku pikir Everton pantas menang. Liverpool memang memegang penguasaan bola, tetapi masalahnya ada pada penciptaan peluang. Everton membiarkan Liverpool memiliki penguasaan bola karena mereka tahu mereka tak bisa menandingi gaya bermain seperti itu," katanya kepada Sky Sports.
"Sangat mudah bagi Liverpool untuk mendominasi penguasaan bola, tetapi persoalannya adalah tentang bagaimana memanfaatkan penguasaan sebanyak bola itu di area lawan," lanjutnya.
Sekadar informasi, per WhoScored, Liverpool tercatat menguasai bola sebanyak 69,9% sepanjang laga di Goodison Park itu. Mereka melepas 10 tembakan, tetapi hanya tiga tembakan yang akurat.
Bagaimana dengan The Toffees? Well, Everton yang cuma memegang 30,1% penguasaan bola mampu mencipta sembilan tembakan yang tiga tembakan di antaranya akurat.
Perbedaan penguasaan bolanya jomplang banget, tetapi selisih jumlah tembakannya tipis sekali. Nah, lho.
Kami menganalisis, ada dua faktor yang membuat Liverpool tampak seperti mati akal di seperti akhir. Pertama, absennya Mohamed Salah. Penyerang asal Mesir itu dinilai belum fit untuk turun laga.
Penggantinya, Takumi Minamino, terlihat bermain kurang optimal. Winger asal Jepang itu melepas dua tembakan dan tak ada yang mengancam gawang Jordan Pickford. Well, fan Liverpool masih harus sabar-sabar untuk melihatnya berevolusi menjadi 'Captain Tsubasa'.
Kedua, ketiadaan Andrew Robertson. Biasanya, Liverpool merundung lawannya lewat umpan-umpan bek sayap mereka dari sisi kanan dan kiri.
Nah, absennya si bek kiri asal Skotlandia membikin Liverpool pincang. Praktis, mereka lebih mengandalkan Trent Alexander-Arnold yang tercatat mampu melepas 53 umpan akurat dari 70 kali percobaan.
Di sisi lain, James Milner selaku pelapis Robertson tak bisa seeksplosif itu. Pemain asal Inggris itu hanya membuat 11 umpan akurat dari 15 kali percobaan dan dia tampak agak kesulitan melakukan overlap lebih jauh ke area lawan.
Klopp lalu menariknya keluar dan memasukkan Joe Gomez, tetapi dia juga tak sebaik Robertson. Setidaknya, dia mampu membuat 39 umpan akurat dari 43 kali percobaan. Namun, dia tak bisa bergerak hingga area sepertiga lawan selaiknya Alexander-Arnold. Gomez paling sering berkutat di area setengah lapangan.
Di kubu tuan rumah, Tom Davies bisa saja menjebol gawang Alisson Becker andai peluangnya tak mengenai tiang gawang. Keberuntungan Liverpool lainnya adalah fakta Richarlison gagal mencetak satu gol pun dari lima percobaan tembakannya.
Beruntung, anak asuh Carlo Ancelotti yang bermain defensif dan mengandalkan serangan balik tak menjelma sebagai Atletico Madrid versi Premier League. Ups.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Tebak Skor Bola dan Raih Uang Tunai Total Rp 2 Juta

