Liverpool vs Manchester United: Mengenang Kekonyolan Steven Gerrard

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

22 Maret 2015 adalah kali terakhir Steven Gerrard turun laga membela Liverpool dalam kontra Manchester United di Premier League. Atmosfer laga yang berlangsung di Anfield itu sangat panas, penuh nuansa rivalitas kental, seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Apalagi, pada waktu itu, The Reds dan The Red Devils sedang bersaing ketat di klasemen Premier League. Memasuki pekan ke-30, mereka masih bersaing ketat memperebutkan gelar juara…. harapan satu Premier League alias peringkat empat.
Pada babak pertama, tim tamu unggul lebih dulu atas kubu tuan rumah. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Brendan Rodgers --pelatih Liverpool saat itu-- lalu berinisiatif memasukkan Gerrard di awal babak kedua, menggantikan Adam Lallana.
Gelandang kelahiran 30 Mei 1980 itu diharapkan mampu membantu Liverpool menyamakan kedudukan, atau bahkan membalikkan keadaan. Akan tetapi, alih-alih jadi pahlawan, Gerrard malah jadi pesakitan.
Belum genap satu menit berlaga (38 detik), Gerrard sudah diusir keluar. Gara-garanya, dia melakukan pelanggaran tak terpuji terhadap Ander Herrera. Sosok kelahiran Whiston itu menginjak kaki Herrera yang sedang berusaha merebut bola darinya.
Tanpa basa-basi, wasit Martin Atkinson memberinya kartu merah. Tegas. Atkinson enggak takut suporter tuan rumah bakal rusuh hanya karena pemain andalan sekaligus kapten tim tuan rumah diusir dari lapangan.
Dan nyatanya, memang enggak rusuh. Enggak ada suporter tuan rumah yang lempar botol ke arah wasit. Luar biasa dewasa fans Liverpool ini.
Namun terlepas dari hal itu, apa, sih, yang ada di dalam otak Gerrard waktu itu?
Masalahnya, Gerrard ini bukan pemain bengal. Dia bukan ‘orang gila’ macam Joey Barton yang enggak segan-segan gelut fisik dengan orang di dalam maupun di luar lapangan.
Herrera juga sebelumnya enggak memprovokasi atau mengasari Gerrard. Lantas, apa yang telah merasuki Gerrard?
"Aku telah menyelesaikan operan sederhana ketika Herrera muncul dengan tekel luncurnya. Kaki kanannya menjulur ke lapangan Anfield. Aku tidak bisa menahan diri," kata Gerrard dilansir Sports Joe.
"Enggak pakai pikir lama, aku menginjak Herrera dengan kaki kiriku. Aku merasa stud (sepatu)-ku menghujam ke dalam dagingnya tepat di atas pergelangan kaki. Itu pasti menyakitinya," lanjutnya.
Coba deh perhatikan kalimat “Aku tidak bisa menahan diri”. Ini, kok, seolah-olah kakinya Gerrard punya nafsu ke kakinya Herrera. Enggak bisa lihat kaki terjulur sedikit, bawaannya pengin nindih aja. Mata kakinya tidak bisa menahan pandangan!
“Aku tahu aku dalam masalah. Namun, aku seorang pesepak bola dan aku menunjuk ke arah diriku sendiri, hampir untuk membela diri, ‘hah? aku?’, lalu ‘iya, kamu,’ kata wasit Martin Atkinson sambil berjalan (ke arahku). Aku tidak suka cara berjalannya. Aku tidak suka wajahnya,” ujar Gerrard.
Enggak yakin waktu itu Gerrard masih pesepak bola. Kayaknya saat itu dia mendadak berubah profesi menjadi kritikus dunia modeling yang paling enggak seneng kalau lihat ada model yang make up wajahnya belepetan dan cara jalannya di atas catwalk kayak kucing garong.
“Waktu aku keluar lapangan, aku bertanya pada diriku sendiri, 'Habis ngapain, sih, kamu itu? Goblok apa gimana?'” tuturnya.
Lha, aneh banget. Masa iya Gerrard kesurupan? Wah, kalau benar, mungkin Gerrard bisa jadi narasumber Podcast Raditya Dika selanjutnya. Nanti judul podcast-nya: KESURUPAN SETAN ANFIELD.
Pada akhirnya, Liverpool kalah. Diusirnya Gerrard membuat Raheem Sterling dan kolega kalah jumlah.
Juan Mata --pencetak gol United di babak pertama-- mencetak gol keduanya di babak kedua. Liverpool hanya bisa membalas satu gol lewat sepakan Daniel Sturridge. Liverpool 1-2 Manchester United. Ada 'dosa' Steven Gerrard di dalamnya.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

