Dimitar Berbatov kala bermain untuk Manchester United.

Manchester United Adalah Puncak Karier Dimitar Berbatov

Supersoccer
Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.
4 Mei 2020 14:17 WIB
comment
21
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dimitar Berbatov menjadi topskorer (20 gol) Premier League 2010/11. Foto: ANDREW YATES / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Dimitar Berbatov menjadi topskorer (20 gol) Premier League 2010/11. Foto: ANDREW YATES / AFP
ADVERTISEMENT
Impian Dimitar Berbatov sewaktu masih aktif menjadi pesepak bola adalah bisa membela klub besar. Salah satunya, Manchester United, dan impian tersebut benar-benar terwujud.
ADVERTISEMENT
Tercatat, eks penyerang Timnas Bulgaria itu membela 'Setan Merah' selama 2008-2012. Di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Berbatov merasakan nikmatnya mengangkat lebih dari satu trofi kompetisi bergengsi.
"Tottenham Hotspur memberiku kesempatan menunjukkan kemampuanku, [tetapi] langkah terakhir dalam puncak kesuksesanku adalah [Manchester] United," jelasnya pada BBC.
Tak salah dia bicara begitu. Sebab, selama membela Manchester United, pria yang kini berusia 39 tahun itu berkontribusi atas raihan dua trofi Premier League, trofi Piala Liga Inggris, dua trofi Community Shield, bahkan trofi Piala Dunia Antarklub.
Sebelumnya, ketika bermain Spurs (2006-2008), pria kelahiran Blagoevgrad tersebut hanya sekali memenangi Piala Liga Inggris. Usai meninggalkan Old Trafford, Berbatov tercatat sempat membela Fulham, AS Monaco (Liga Prancis), PAOK (Liga Yunani), dan Kerala Blasters (Liga India).
ADVERTISEMENT
Namun, tidak ada trofi yang dimenanginya. Jadi, wajar jika Berbatov menganggap Manchester United sebagai puncak kesuksesan kariernya.
Dimitar Berbatov kala bermain untuk Manchester United. Foto: REUTERS/Janitra Satriani
Penyerang yang memutuskan gantung sepatu pada 2018 itu masih ingat betul momen-momen ketika dirinya menjadi bagian dari keluarga besar skuat kebanggaan publik 'Teater Mimpi'.
"Semua orang sangat ramah, dan bahkan jika Anda tidak banyak bicara, Anda masih bisa belajar. Mereka memiliki pemain yang telah menjadi juara dan memenangi treble. Aku seperti: 'Berbs, aku akhirnya berhasil.' Inilah yang telah kuperjuangkan sepanjang hidupku," kenangnya.
Jadi, pada tahun 2008 --saat Berbatov pertama kali bergabung--, masih ada sejumlah eks personel treble winner 1998/99 yang bertahan di kubu 'Manchester Merah': Wes Brown, Gary Neville, Ryan Giggs, hingga Paul Scholes.
ADVERTISEMENT
Selain skuat yang oke, pemegang 78 caps Timnas Bulgaria itu juga memberi apresiasi khusus untuk Fergie. Dirinya memandang si pelatih legendaris Skotlandia sebagai sosok yang bijaksana.
Cristiano Ronaldo bersama Sir Alex Ferguson saat di Manchester United. Foto: PAUL ELLIS / AFP
"Sir Alex hebat ke semua pemain. Dia tahu cara memperlakukan masing-masing individu; Ada yang harus disikapi dengan lembut, ada juga yang mesti keras. Dia tahu caranya," kisahnya.
"Bahkan, dia tidak pernah memintaku berubah. Itu adalah hal yang baik. Dia memercayaiku dengan caranya sendiri," pungkas Dimitar Berbatov.
---
Catatan editor: Sebelumnya, kami menulis bahwa Dimitar Berbatov adalah "eks penyerang Timnas Hungaria". Yang benar adalah "eks penyerang Timnas Bulgaria". Telah kami ralat.
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten