Kumparan Logo
CVR, Odion Ighalo.
Striker Man United, Odion Ighalo, merayakan gol ke gawang LASK di Liga Europa.

Manchester United Tak Perlu Tebus Odion Ighalo Seharga 20 Juta Pounds, Kenapa?

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
20
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Striker Man United, Odion Ighalo, merayakan gol ke gawang LASK di Liga Europa. Foto: Reuters/Lisi Niesner
zoom-in-whitePerbesar
Striker Man United, Odion Ighalo, merayakan gol ke gawang LASK di Liga Europa. Foto: Reuters/Lisi Niesner

Seandainya Odion Ighalo pernah berharap untuk dipermanenkan Manchester United, boleh jadi mimpinya itu menemui jalan buntu. Setidaknya, jika 'Iblis Merah' mengamini opini eks kapten mereka, Gary Neville.

Kenapa begitu? Soalnya, Shanghai Shenhua dikabarkan hanya mau melepas si penyerang asal Nigeria jika Manchester United bersedia membayar tak kurang dari 20 juta poundsterling (sekitar Rp368 miliar).

Sementara kalau menurut Neville, harga segitu untuk seorang Ighalo mah kemahalan. Iya, dia membuktikan kualitasnya, tetapi pundit sepak bola itu tetap menilainya belum layak dihargai segitu.

"Apakah Ighalo bernilai 20 juta poundsterling? Mungkin tidak di pasar ini. Bisa saja, sih, kalau dia bisa terus mencetak gol, tetapi kalau untuk sekarang belum layaklah," kata Neville di sesi Instagram Live, dilansir Goal International.

embed from external kumparan

Susah juga, sih. Kondisi pandemi corona membuat si topskorer Piala Afrika 2019 enggak bisa menunjukkan kebolehannya.

Maka dari itu, kami juga berpikir bahwa tidak semestinya Ighalo dipermanenkan di Old Trafford, apalagi dengan harga 20 juta poundsterling. Berikut justifikasinya.

1) Sedari awal, Ighalo cuma penyerang 'darurat'

Striker Man United, Odion Ighalo, merayakan gol ke gawang LASK di Liga Europa. Foto: Reuters/Lisi Niesner

Ingat, alasan skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer meminjam penyerang 30 tahun tersebut adalah untuk menambal krisis di lini depan tim. Gara-garanya waktu itu, Marcus Rashford cedera.

Nah, berhubung penyerang Inggris itu sekarang sudah sembuh, andai kompetisi dilanjutkan lagi, enggak masalah, dong, harusnya jika Ighalo tak ada lagi di skuat karena tak dipermanenkan maupun tak diperpanjang masa peminjamannya?

2) Yakin, mau buang-buang duit untuk Ighalo?

Odion Ighalo saat berkostum Manchester United. Foto: Getty Images/Clive Brunskill

Begini, memangnya Manchester United sudah enggak tertarik memburu Jadon Sancho, James Maddison, atau Jack Grealish? Daripada buat Ighalo, mending uang kas klub ditabung buat mendatangkan satu atau dua buruan mereka itu, bukan?

Lagipula, Rashford, Anthony Martial, bahkan Mason Greenwood bisa bermain sebagai target man juga. Dari segi usia, ketiganya lebih muda dari Ighalo, sehingga lebih baik memaksimalkan mereka.

Mason Greenwood merayakan gol bersama Marcus Rashford. Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Usia muda harusnya, sih, bukan masalah karena salah satu masalah Manchester United ketika menyerang adalah kurangnya suplai bola yang bagus di sepertiga akhir. Sekarang, sudah ada Bruno Fernandes yang jadi solusinya.

Jika nanti mereka jadi mendatangkan salah satu dari tiga nama target transfer tadi, bukan tidak mungkin keadaan kian membaik. Sebab, ketiga nama itu juga andal mengkreasi serangan.

3) Maaf, Ighalo masih perlu membuktikan diri

Momen Odion Ighalo mencetak gol perdananya buat Manchester United. Foto: Jason Cairnduff/REUTERS

Per WhoScored, Ighalo telah mencetak empat gol dan satu assist. Namun, ke gawang siapa itu?

Sebiji gol ke gawang Club Brugge. Meski berstatus 'raksasa' di liga domestik, Brugge tetap bukan tandingan Manchester United karena perbedaan kualitas Premier League dengan Liga Belgia cukup jomplang.

Lalu, brace dicetaknya ke gawang Derby County. Ayolah, meski diperkuat Wayne Rooney, ini tetap 'Derby County' yang bermain di EFL Championship--kompetisi level kedua Liga Inggris.

Terakhir, satu gol dan satu assist dibukukan saat membela Manchester United kontra LASK, klub asal Austria. Lagi-lagi, klub yang bukan berasal dari liga yang merupakan tandingan mereka.

Juan Mata memeluk Odion Ighalo usai mencetak gol ke gawang Derby County. Foto: Reuters/Carl Recin

Bagaimana dengan performanya di Premier League? Just to be fair, Ighalo cuma bermain kurang dari 20 menit per laganya (total empat), sehingga dia sulit membuktikan kualitasnya.

Namun, Solskjaer pasti punya alasan sendiri kenapa tidak memainkannya secara penuh di Premier League--kompetisi yang dianggap lebih penting--seperti halnya di laga melawan Brugge atau Derby.

Jadi, kalau Manchester United ingin mempermanenkan Ighalo, mending pikir lagi. Kalau memperpanjang masa peminjaman, mungkin masih masuk akal.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Catatan editor: Sebelumnya, tertulis bahwa Ighalo adalah topskorer Piala Afrika 2015. Yang betul, topskorer Piala Afrika 2019. Telah kami koreksi.

---

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

collection embed figure