Kumparan Logo
Marko Marin
Marko Marin saat berkostum Chelsea.

Marko Marin dan Julukan 'Lionel Messi dari Jerman' yang Kini Cuma Bualan

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
58
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marko Marin saat berkostum Chelsea. Foto: AFP/FRANCK FIFE
zoom-in-whitePerbesar
Marko Marin saat berkostum Chelsea. Foto: AFP/FRANCK FIFE

Pernah ada suatu masa ketika rakyat Jerman berpikir bahwa mereka benar-benar memiliki Lionel Messi versi mereka sendiri. Namun ternyata, khayalan tinggal khayalan, menjelma jadi sekadar bualan.

Dialah Marko Marin, dia yang dipercaya sebagai 'Lionel Messi dari Jerman', 'Lionel Messi-nya Eropa', atau entah apa lagi sebutannya. Satu yang pasti, sosok yang bisa beroperasi sebagai winger atau gelandang serang itu tak pernah menjadi 'Messi'.

Bahkan kalau mau diceritakan, kilas kariernya terbilang sedih. Marin tadinya adalah pemain muda yang memiliki prospek cerah di Bundesliga.

Gaya permainannya dinilai mirip seperti Messi. Pemain kelahiran Yugoslavia itu juga kencang larinya dan punya kemampuan dribel bola yang ciamik.

embed from external kumparan

Penampilannya yang memukau bersama Gladbach (2007-2009) dan Werder Bremen (2009-2012) mencuat perhatian khalayak. Bedanya dengan Messi, Marin lebih produktif dalam memberi assist, ketimbang membikin gol.

Per Transfermarkt, Marin mencetak 12 gol dan 28 assist dari 72 laga lintas kompetisi membela Gladbach. Saat membela Bremen, sosok yang sempat menimba ilmu di Eintracht Frankfurt itu mencetak 13 gol dan 35 assist dari 116 laga di semua ajang.

Marin lantas menuju panggung yang lebih tinggi. Ketika berusia 23 tahun, tepatnya tahun 2012, Marin sepakat bergabung dengan raksasa Premier League, Chelsea. Namun ternyata, justru keputusan inilah yang membikin kariernya terjun bebas.

Marko Marin saat berkostum Chelsea. Foto: AFP/MICHAL CIZEK

Para penggemar The Blues mungkin mengira mereka bakal menikmati gocekan ala Messi dari Marin setiap pekannya. Akan tetapi, Marin lebih sering menghilang. Dia tak pernah benar-benar bisa berkembang di Stamford Bridge.

Marin yang sejatinya terikat kontrak hingga 2017 lebih sering dipinjamkan ke tim lain: Sevilla (La Liga), Fiorentina (Serie A), Anderlecht (Liga Belgia), hingga Trabzonspor (Liga Turki).

Apa Marin bisa bersinar selama masa peminjaman itu? Enggak. Meredup. Bahkan publik kemudian lupa bahwa pernah ada manusia yang dijuluki 'Lionel Messi dari Jerman'.

Marko Marin saat berkostum Chelsea. Foto: AFP/MICHAL CIZEK

Cedera juga menjadi salah satu penghambat karier sepak bolanya. Transfermarkt mencatat bahwa Marin pernah mengalami cedera selama 147 hari (Mei-Oktober 2014). Itulah juga yang membuatnya nyaris tak terpakai di Fiorentina dan Anderlecht.

Marin lalu dijual ke Olympiacos dan membela klub Yunani itu selama 2016-2018. Bahkan, dia juga sempat membela Red Star Belgrade selama 2018-2020. Namun, ya, tetap saja Marin tak sehebat dulu lagi.

Kini, apa kabar Marko Marin? Per Januari 2020, dia resmi membela klub Liga Arab Saudi, Al-Ahli.

Ya, Marin kini telah mengelana jauh meninggalkan Eropa. Membuang jauh-jauh julukan 'Lionel Messi dari Jerman'. Hidup dengan namanya sendiri. Dan hari ini, 13 Maret 2020, dia berulang tahun yang ke-31.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.

Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure