Melihat Mason Greenwood, Teringat Federico Macheda

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Mason Greenwood kian moncer saja. Teranyar, penyerang muda kelahiran Bradford itu menjadi penyelamat Manchester United saat bermain imbang 1-1 dengan Everton pada pekan ke-17 Premier League 2019/20, Minggu (15/12/2019).
Alhasil, kini Greenwood sudah mengemas total tujuh gol dan dua assist dari 19 laga bersama skuat senior 'Setan Merah'. Well, yang muda, yang berkarya.
Gol ke gawang Jordan Pickford membuat Greenwood (18 tahun dan 75 hari) tercatat sebagai pencetak gol termuda Manchester United di Old Trafford dalam ajang Premier League, semenjak Federico Macheda (17 tahun dan 226 hari) pada April 2009.
Nah, bicara soal nama yang disebut terakhir, apakah para penggemar Manchester United sekalian masih ingat dengannya? Penyerang asal Italia itu dulu digadang-gadang bakal jadi penyerang masa depan 'Iblis Merah'.
Namun, kenyataannya malah lebih jauh panggang dari api. Macheda yang dulu sempat digembor-gemborkan sebagai wonderkid itu kini terlempar dari pergaulan liga top Eropa.
Ya, usai berkali-kali gonta-ganti klub, dipinjamkan sana-sini, penyerang yang kini berusia 28 tahun itu resmi bergabung dengan Panathinaikos per September 2018. Jadi, total sejauh ini Macheda sudah membela 10 klub.
Bagaimana dengan ceritanya semasa di Manchester United? Ya, itu tadi. Sedih.
Macheda didatangkan oleh Manchester United dari SS Lazio pada 2007. Ya, sosok kelahiran Roma itu sempat merasakan pembinaan di akademi Lazio, lalu setelah itu bergabung dengan Manchester United.
Awalnya, Macheda hanya membela tim U-18 'Setan Merah'. Pada 22 Agustus 2008, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-17 tahun, dia menandatangani kontrak profesional pertamanya.
Setelah itu, Macheda tetap membela tim U-18. Namun, karena performanya yang konsisten, terutama untuk urusan mencetak gol, akhirnya Sir Alex Ferguson memberinya kesempatan main di tim utama.
Debutnya berlangsung pada 5 April 2009, saat Ryan Giggs dan kolega menjamu Aston Villa di Old Trafford. Di situlah, sejarah terukir bagi Federico Macheda.
Hingga laga memasuki tambahan waktu di babak kedua, skor masih imbang 2-2. Dua gol tuan rumah dicetak Cristiano Ronaldo, sedangkan gol tim tamu dicetak oleh John Carew dan Gabriel Agbonlahor.
Tiba-tiba saja, pada menit 90+3, gol kelima dalam laga itu tercipta. Macheda yang main sejak menit 61 membobol gawang Brad Friedel usai memanfaatkan assist Giggs. Manchester United jadi menang 3-2.
Bayangkan, bagaimana tidak dia digadang-gadang jadi penyerang masa depan skuat kesayangan publik 'Teater Mimpi'? Baru debut saja sudah bikin gol. Usianya masih 17 tahun pula. Lha, kita? 17 tahun punya prestasi apa?
Dan tidak terjadi cuma sekali. Pada pekan berikutnya, Macheda kembali jadi pahlawan. Dia memastikan Manchester United menang 1-2 atas Sunderland, usai tendangan Michael Carrick berbelok dan masuk ke gawang karena membentur tubuhnya.
Lantas, kenapa akhirnya Macheda gagal di Manchester United?
Begini, masalahnya dulu itu 'kan lini depan Manchester United diisi oleh pemain-pemain yang kualitasnya mantul-mantul. Sebut saja Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, Wayne Rooney, Dimitar Berbatov, hingga Javier Hernandez.
Macheda yang masih belia jelas enggak dapat tempat. Alhasil, dipinjamkanlah dia ke sejumlah klub. Setidaknya, pada masa itu dia dipinjamkan ke lima klub berbeda: Sampdoria, Queens Park Rangers, VfB Stuggart, Doncaster Rovers, hingga Birmingham City.
Akan tetapi, hanya di klub yang disebut terakhir Macheda bisa tampil lumayan karena mencetak 10 gol dari 18 laga. Selebihnya, dia tidak tampil impresif. Wajar, jika kemudian Sir Alex jadi hilang keyakinan terhadapnya.
Macheda terikat menjadi pemain Manchester United sejak 2014. Selama itu, dia hanya total tercatat membikin lima gol dan lima assist dari 36 laga lintas kompetisi. Dia berkontribusi atas raihan gelar Piala Liga Inggris 2009/10.
Macheda lalu berkelana Cardiff City, Nottingham Forest, hingga Novara. Lalu kini dia membela Panathinaikos.
Nah, pertanyaannya, apakah Greenwood berpotensi punya nasib serupa seperti Macheda? Kita harus tahu beberapa perbedaan.
Pertama, Greenwood kini tampaknya begitu diandalkan oleh Ole Gunnar Solskjaer di lini depan, mengingat tidak banyak opsi penyerang andal di skuat. Paling hanya Marcus Rashford atau Anthony Martial yang rentan cedera.
Kedua, Greenwood itu orang Inggris. Jadi, mestinya dia tidak mudah mengalami gegar budaya. Bisa jadi memang ada faktor non-teknis yang membuat Macheda dulu tak berkembang, yakni masalah adaptasi ketika bermain di luar Italia.
Meski begitu, Macheda pada tahun 2016 mengakui bahwa kesalahan terbesarnya adalah saat bermain sebagai pinjaman di Sampdoria.
"Sir Alex Ferguson bilang ke saya bahwa tidak buruk bagi untuk main di klub lain dengan status pinjaman agar fit untuk musim berikutnya," katanya kepada The Sun.
"Saya tidak tahu mengapa saya pergi ke Italia. Itu adalah kesalahan terburuk dalam karier saya. Saya seharusnya tetap di Inggris," ujarnya.
Pasalnya, Il Samp saat itu sedang tidak bagus dan terdegradasi di akhir musim 2010/11. Pengalaman itu cukup memukulnya.
Pada intinya, kerja keras memang perlu ditekankan oleh Greenwood jika tak mau bernasib sama seperti seniornya itu. Selain itu, tim kepelatihan Manchester United kiwari juga harus bisa memanfaatkan potensinya dengan baik.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
----
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

