Memaknai Hidup ala Penggawa Southampton, Nathan Redmond

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Bagi Nathan Redmond, hidup itu tak melulu hanya tentang sepak bola. Iya, penggawa Southampton ini mengaku cinta dengan sepak bola. Namun tetap saja, baginya, sepak bola bukanlah segalanya.
Ada banyak pengalaman yang mampu membuatnya lebih memaknai hidup. Salah satunya adalah ketika mengunjungi Ghana pada Mei 2019.
Redmond mengaku tak bakal melupakan pengalaman selama empat hari berada di sana. Pemain terbaik The Saints musim lalu versi fans itu merasa terketuk hatinya usai melihat kehidupan anak-anak miskin di Ghana.
"Benar-benar membuat rendah hati dan pengalaman yang tidak akan pernah kulupakan. Banyak hal yang masuk ke dalam perspektif. Ada saat-saat aku hanya diam usai mengunjungi workshop. Ketika aku benar-benar sibuk mengamati beberapa hal," kata Redmond kepada The Telegraph.
Apa saja hal yang ditangkap oleh pancaindranya di Ghana? Well, sesuatu yang enggak bakal kita mengerti andai kita enggak pernah ke sana.
“Aku berbicara dengan penduduk setempat, guru, dan sukarelawan di berbagai desa dan kota. Ada banyak cerita yang tidak bisa kuulangi, tetapi itu mungkin akan terus melekat seumur hidup," kisah pemain 25 tahun itu.
"Aku melihat fasilitas sekolah. Gadis-gadis 13 tahun yang membawa adik-adiknya ke sekolah, lalu pergi ke sekolah mereka sendiri, menjemput mereka, dan kemudian memasak dan membersihkan rumah," lanjutnya.
"Beberapa anak tidak memiliki orang tua. Beberapa berada dalam situasi di mana mereka memiliki satu seragam sekolah sepanjang tahun,” ujarnya.
Lantas, apa yang menyebabkan pemain kelahiran Birmingham itu tertarik mengunjunginya Ghana? Sederhana saja: Dia ingin mendapatkan pengalaman yang tak ternilai dengan uang.
"Aku pikir jika kamu benar-benar melemparkan diri ke dalam sesuatu, kamu akan menuai imbalan non-materialistis, tetapi mungkin bisa mengubah perspektifmu tentang kehidupan, pekerjaan, atau keluarga," jelas Redmond.
“Kamu juga tidak mengerti seberapa besar dampak Premier League hingga akhirnya berjalan melewati beberapa desa dan seseorang mengenalimu. Sepak bola adalah bahasa internasional. Kamu letakkan bola di lapangan sekolah dan semua orang berlari ke arahnya. Senyum itu menular," sambungnya.
Perjalanan ke Ghana juga membuat Redmond sanggup memetik hikmah. Bersyukur. Sesuatu yang mungkin banyak orang di dunia ini kerap lupa.
“Ada banyak yang membuatku tersenyum dan berpikir. Kamu harus bersyukur selamanya untuk kesempatan dan apa yang dimiliki. Hal-hal mendasar: Bangun setiap hari dengan pemanas, air bersih, makanan di lemari es, dan tempat tidur layak," jelasnya.
Ya, intinya: Jangan keseringan mendongak ke atas, sekali-kali cobalah menengok ke bawah.
Momen kunjungannya ke Ghana bersama badan amal Right to Play itu berdekatan dengan pengumuman dari Gareth Souhtgate yang memasukkan namanya ke dalam skuat Timnas Inggris untuk laga UEFA Nations League Finals pada Juni 2019.
Redmond menggambarkannya sebagai momen penuh kejutan. Sebab, asal tahu saja, sebelumnya, terakhir kali Redmond dipanggil untuk mengisi skuat The Three Lions adalah pada Maret 2017.
"Tidak banyak momen dalam hidup yang akan membuatmu terkejut, tetapi juga membawa sedikit kecerahan," tandas winger yang juga bisa bermain sebagai penyerang bagi Southampton itu.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

