kumparan
30 November 2019 13:25

Mengenang Kisah Manis Freddie Ljungberg dan Arsenal di Old Trafford

Fredrik Ljungberg, Arsenal
Fredrik Ljungberg (tengah) saat berkostum Arsenal. Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI
Freddie Ljungberg diembankan amanah menjadi pelatih interim Arsenal, menyusul dipecatnya Unai Emery oleh manajemen klub. Artinya, The Gunners menyusul langkah Manchester United dan Chelsea dengan menjadikan eks pemain mereka sebagai pelatih utama.
ADVERTISEMENT
Well, asal tahu saja, Ljungberg pernah menjadi sosok penting di lini penyerangan Arsenal, lho. Pria Swedia yang bisa beroperasi sebagai winger atau second striker ini membela Arsenal selama kurang lebih 9 tahun (1998-2007), serta masuk ke dalam skuat Arsene Wenger era Invincible.
Total, Ljungberg berkontribusi memberi enam trofi untuk Arsenal: Dua Premier League, tiga Piala FA, dan satu Community Shield.
Nah, ngomongin soal gelar juara, trofi Premier League musim 2001/02 mungkin bakal jadi salah satu prestasi yang paling membekas bagi Ljungberg semasa membela Arsenal.
Kenapa? Pertama, kepastian juara itu ditentukan di Old Trafford. Kedua, Ljungberg memegang peran besar akan kepastian gelar tersebut.
Fredrik Ljungberg
Fredrik Ljungberg di era kiwari. Foto: AFP/Munjanuth Kiran
Jadi, begini ceritanya. Pada 8 Mei 2002, Arsenal yang berstatus pemimpin klasemen bertandang ke Old Trafford. 'Meriam London' cuma butuh hasil imbang dengan 'Setan Merah' guna memastikan gelar juara Liga Inggris di musim itu.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, Arsenal pada masa itu adalah Arsenal yang menangan. Seolah kata 'menang' menjadi bagian dari nama tengah klub yang dulu bermarkas di Highbury itu. Menang adalah budaya, juara adalah target utama.
Alhasil, skuat asuhan Arsene Wenger tetap ngotot mengejar kemenangan, hingga akhirnya benar-benar terwujud. Freddie Ljungberg --yang waktu itu rambutnya masih merah kayak huruf ‘P’ di logo KPK-- berperan besar atas kemenangan tersebut.
Eks penggawa Halmstad itu melepaskan tendangan ke gawang Manchester United yang dijaga Fabian Barthez. Kiper asal Prancis itu sukses menepis tendangan Ljungberg, tapi bola liar langsung disambar oleh Sylvain Wiltord. 1-0.
Skor tak berubah hingga akhir laga, artinya Arsenal juara. Suporter tim tamu berpesta pora, sementara suporter tim tuan rumah tertunduk lesu.
ADVERTISEMENT
Video
Well, enggak ada yang lebih sakit dibanding melihat rival abadi bersukacita di tengah penderitaan kita, bahkan di ‘rumah’ kita sendiri. Ibaratnya, rumahmu dipinjam untuk menggelar pesta pernikahan antara GEBETANMU dan pasangan hidup yang dipilihnya, sedangkan kamu cuma bisa ngeliatin sambil mewek bae.
Sebaliknya, fans Arsenal mungkin sejak itu percaya bahwa Old Trafford memanglah benar sebuah 'Teater Mimpi'. Ya, sebab mimpi mereka untuk bisa melihat Arsenal juara terwujudu di sana.
Ditambah lagi, Arsenal pada waktu itu sukses meraih double winner. Empat hari sebelumnya, Thierry Henry dan kolega sudah lebih dulu sukses menggamit trofi Piala FA. Gelar juara ‘dipoligami’.
Akankah Ljungberg mampu membawa Arsenal mengulang sejarah manis tersebut? Masalahnya, dengar-dengar manajemen Arsenal sedang bergeliat mencari nakhoda baru.
ADVERTISEMENT
Ditambah lagi, ada hal mendasar yang bisa menghambat Ljungberg jadi pelatih tetap Arsenal. Apa itu? Nantikan ulasan di stori selanjutnya, ya.
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan