Kumparan Logo
Ole Gunnar Solskjaer
Pemain-pemain Manchester United merayakan gol Solskjaer di laga final Liga Champions 1998/99 vs Bayern Muenchen.

Nottingham Forest 1-8 Manchester United: Solskjaer si Supersub Cetak 4 Gol

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
125
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United. Foto: Reuters/Toby Melville
zoom-in-whitePerbesar
Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United. Foto: Reuters/Toby Melville

Semasa menjadi pemain, Ole Gunnar Solskjaer dikenal sebagai supersub. Jejak kegemilangannya selaku pemain pengganti, salah satunya, terlihat kala membela Manchester United di laga kontra Nottingham Forest pada musim 1998/99.

Iya, ini cerita sekitar dua dekade silam. Meski jadul, tetapi patut dikenang sepanjang masa. Sebab, Solskjaer melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan pemain lain sebelumnya.

Well, sebelum 6 Februari 1999, belum pernah ada pemain pengganti yang bisa membukukan hattrick di Premier League. Oh, bahkan pria Norwegia itu mencetak quattrick dalam laga yang berkesudahan 1-8 untuk kemenangan 'Setan Merah' tersebut.

Yes, kalian enggak salah baca, kok. Skornya memang sesadis itu. Bukan di Old Trafford, bahkan, melainkan di kandang Forest, City Ground. Kasihan, euy, Forest.

embed from external kumparan
Di stadion ini, City Ground, Solskjaer pernah membuat sejarah. Foto: Shutter Stock

Jadi ceritanya, sejak menit 66, Manchester United sudah unggul 1-4 atas Forest. Dwight Yorke dan Andy Cole masing-masing mencetak dua gol untuk The Red Devils, sedangkan gol hiburan Forest dicetak Alan Rogers.

Nah, sejak menit 71, pemilik nama pertama ditarik keluar oleh Sir Alex Ferguson. Solskjaer-lah yang ditunjuk masuk menggantikan peran penyerang Trinidad dan Tobago itu di lini depan.

Sebetulnya, salah satu staf pelatih Manchester United, Jimmy Ryan, sudah bilang ke Solskjaer bahwa mainnya selow saja, main oper-operan aje. Eh, tetapi tak dinyana, Solskjaer malah menggila.

Dia mencetak empat gol, masing-masing pada menit 80, 87, 90+1, dan 90+3. Enggak salah, deh, dijuluki supersub. Alhasil, skuat besutan Ron Atkinson betul-betul luluh lantak.

video youtube embed

Kalau boleh dibilang, musim 1998/99 memang merupakan salah satu musim terbaik dalam karier Solskjaer. Dia menjadi pemain kunci Manchester United merengkuh treble musim itu.

Masih ingat final Liga Champions antara Manchester United dan Bayern Muenchen? Dalam laga itu, Solskjaer tidak main sejak awal, melainkan baru masuk menggantikan Andy Cole pada menit 81, ketika Die Bayern sedang unggul 1-0.

Meski begitu, kehadirannya yang singkat berbuah cerita melegenda dari masa ke masa. Usai Teddy Sheringham mencetak gol penyama di menit 90+1, Solskjaer lantas membalikkan kedudukan jadi 2-1 pada menit 90+3. Manchester United juara.

Pemain-pemain Manchester United merayakan gol Solskjaer di laga final Liga Champions 1998/99 vs Bayern Muenchen. Foto: Action Images via Reuters / File Photo

Ya, pada masanya, Ole Gunnar Solskjaer adalah pemain pengganti yang andal. Sinarnya mungkin terhalang oleh kebintangan duo Cole-Yorke, tetapi dia tahu bagaimana cara menghidupkan cahayanya dengan caranya sendiri.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi uang tunai Rp50.000.000. Buruan daftar di sini.

collection embed figure