Kumparan Logo
Supersoccer - David James saat membela Manchester City.
David James saat membela Manchester City.

Premier League: Kala David James si Kiper Disuruh Jadi Penyerang Dadakan

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
12
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
David James, kiper yang lama menghabiskan kariernya bersama Liverpool (1992-1999). Foto: Getty Images/Shaun Botterill
zoom-in-whitePerbesar
David James, kiper yang lama menghabiskan kariernya bersama Liverpool (1992-1999). Foto: Getty Images/Shaun Botterill

Pemain lapangan disuruh jadi kiper dadakan? Ah, itu mah biasa. John Terry hingga John O'Shea pernah melakukannya di Premier League. Di liga-liga lain, kejadian seperti itu pun ada.

Namun, bagaimana jika situasinya dibalik? Kiperlah yang disuruh jadi pemain lapangan dadakan. Nah, yang kayak begini juga pernah kejadian di Premier League.

Masih ingat David James? Ya, eks kiper Timnas Inggris itulah yang kami maksud. Enggak tanggung-tanggung, bahkan kiper bertinggi lebih dari 190 cm itu disuruh jadi penyerang.

Nah, lho. Bagaimana ceritanya, tuh?

embed from external kumparan

Jadi begini, peristiwa itu terjadi pada 15 Mei 2005. Kondisinya, 20 tim Premier League melakoni laga pekan ke-38 musim 2004/05 pada tanggal tersebut.

Juaranya, sih, sudah ketahuan, yakni Chelsea. Tim-tim yang finis empat besar (zona Liga Champions), selain The Blues, juga sudah pasti: Arsenal, Manchester United, dan Everton.

Jose Mourinho, pria yang membawa Chelsea menjuarai Liga Inggris era Premier League untuk kali pertama. Foto: JIM WATSON / AFP

Nah, di sisi lain, ada satu tim yang ngotot pengin nyodok ke posisi tujuh klasemen demi mengamankan kans bermain di Piala UEFA musim berikutnya: Manchester City, yang gawangnya selalu dikawal oleh David James di Premier League 2004/05.

Ndilalah, lawan mereka di laga pekan pemungkas itu, yakni Middlesbrough, sama ngototnya. Boro lebih diuntungkan karena mereka cuma perlu imbang kontra The Citizens di City of Manchester Stadium, sedangkan tuan rumah kudu menang.

Jalannya laga sebetulnya cukup ketat. Namun, tim tamu mampu unggul lebih dahulu pada menit ke-23 lewat gol Jimmy Floyd Hasselbaink. City lalu mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-45 berkat gol Kiki Musampa.

David James saat membela Manchester City. Foto: AFP PHOTO/PAUL BARKER

City terus berusaha mencetak gol kedua, tetapi urung berhasil. Akhirnya, pada lima menit jelang bubar, pelatih mereka, Stuart Pearce, membuat pergantian yang mengejutkan.

Pelatih asal Inggris itu menarik keluar gelandang Amerika Serikat, Claudio Reyna; untuk memasukkan kiper cadangan, Nicky Weaver. Di sisi lain, James--yang sepanjang laga pergerakannya fokus di area penalti sendiri--disuruh jadi penyerang untuk mengobrak-abrik kotak penalti lawan.

Tujuannya, City ingin memperkuat serangan dengan menambah jumlah penyerang demi mengejar gol. Totalitas.

Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa City saat itu enggak memasukkan penyerang betulan saja?

Ilustrasi Manchester City. Foto: REUTERS/Jason Cairnduff

Asal tahu saja, ya, semua penyerang City yang dibawa hari itu sudah dimainkan. Musampa, Shaun Wright-Phillips, dan Robbie Fowler sudah bermain sejak awal laga.

Ditambah lagi, adik dari Shaun, Bradley, sudah dimainkan sejak menit 54. Jadi, James-lah yang akhirnya mesti ikutan membantu usaha mencetak gol kedua.

collection embed figure

Pergerakan James cukup merepotkan, sih. Bahkan ada momen ketika eks kiper Liverpool itu mesti diadang oleh empat pemain Boro. Meski begitu, hingga laga usai, skor tetap 1-1 dan Boro-lah yang finis di peringkat tujuh.

Sebenarnya, City sempat mendapat hadiah penalti di masa injury time. Namun sayang, Fowler yang menjadi eksekutor gagal mengonversinya jadi gol.

video youtube embed

Ada kontribusi James untuk hadiah penalti itu karena pergerakannya memaksa pemain Boro, Franck Queudrue, melakukan handball demi menghalangi bola umpan yang mengarah padanya.

"Aku tak bisa memercayai mataku saat melihat David James menyerang. Itu luar biasa, tetapi mereka kurang beruntung untuk bisa membuat Stuart Pearce tampak genius," kata Steve McLaren, pelatih Middlesbrough kala itu, dilansir The Guardian.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Saksikan video menarik di bawah ini: