Konten dari Pengguna

Romansa Claudio Pizarro dan Werder Bremen dalam 4 Babak

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Claudio Pizarro. Foto: AFP/PATRIK STOLLARZ
zoom-in-whitePerbesar
Claudio Pizarro. Foto: AFP/PATRIK STOLLARZ

Apakah kamu pernah menjalani hubungan dengan seseorang sampai empat kali putus-nyambung?

Pernah saling merelakan, tetapi ujung-ujungnya balik lagi ke pelukan yang sama. Sudah coba move on berulang kali, tetapi akhirnya stuck ke dia lagi-dia lagi. Pernah berkonflik itu pasti, tetapi akhirnya romantis lagi.

Kalau kamu pernah begitu, berarti kisah antara Claudio Pizarro dengan Werder Bremen ini bakal relate banget sama kamu. Kalau enggak pernah, ya, enggak apa-apa. Siapa tahu nanti bakal merasakan. Eh...

Werder Bremen adalah klub Eropa pertama yang dibela Pizarro. Bermain selama dua musim (1999/2000 hingga 2000/01), pria kelahiran 3 Oktober 1978 ini mencetak gol 38 gol dari 76 laga lintas kompetisi.

video youtube embed

Kebolehannya menjebol gawang membikin dia dilirik oleh klub yang lebih besar: Bayern Muenchen, si pemegang rekor juara terbanyak Bundesliga.

Werder Bremen --klub yang jumlah gelar Bundesliga-nya bisa dihitung dengan satu tangan-- ibaratnya adalah seorang gadis sederhana. Tak terlalu jelita, tetapi tetap punya daya pikat.

Ia jatuh hati kepada seorang pemuda asal Peru itu, tetapi lalu ada gadis kaya nan cantik jelita hendak merebutnya. Siapa dia? Siapa lagi kalau bukan Bayern?

Pizarro tak kuasa menahan, selaiknya pria yang terjerat ilusi harta, takhta, dan wanita. Namun, kenikmatan duniawi yang ditawarkan Bayern bukan ilusi.

Claudio Pizarro. Foto: AFP/ODD ANDERSEN

Gaji besar dan deretan trofi juara direngkuh Pizarro sejak membela Die Bayern dari musim 2001/02 hingga 2006/07. Satu Piala Interkontinental dan gelar ganda (Bundesliga dan DFB Pokal) tiga musim beruntun adalah gelimang prestasinya.

100 gol dari 256 laga lintas kompetisi adalah bukti kontribusinya. Parahnya, tiga golnya di ajang Bundesliga bersarang di jala Werder Bremen, dan Pizarro selalu berselebrasi setelahnya.

Kurang ajar? Mungkin, iya. Tapi, ya, sudahlah. Toh, saat itu Pizarro sedang bercumbu mesra dengan Bayern. Siapa tak bahagia bisa ‘menjalin kasih’ dengan ‘wanita idaman setiap lelaki’?

video youtube embed

Lantas, mengapa hubungan Pizarro dengan Bayern kandas? Pizarro menuntut lebih dari ‘kekasihnya itu’. Dia ingin gajinya dinaikkan sebagai syarat perpanjangan kontrak.

Permintaan itu bukan hanya ditolak, tetapi bikin berang petinggi Bayern, termasuk Karl-Heinz Rummenigge. Kenapa? Pizarro memang cetak banyak gol, tetapi dia tidak se-GOAT itu.

Pada musim 2007/08, Pizarro memilih ‘menjalin kasih’ dengan Chelsea, klub Inggris yang ibaratnya seperti ‘gadis’ anak orang kaya. Dia mendapat ‘harta’ yang dituntutnya, tetapi tidak dengan ‘cinta’.

Ya, gimana? Kontribusinya buat The Blues cuma dua gol dari 38 laga lintas kompetisi. Enggak heran, baru semusim, dia sudah ditendang pergi.

Claudio Pizarro. Foto: AFP/PATRIK STOLLARZ

Pada musim 2008/09, Pizarro lalu kembali ke pelukan Werder Bremen. Dia masih diterima dengan hangat. Buktinya, saat tahu Pizarro bakal kembali gabung, para suporter Die Werderaner ramai-ramai memborong jersinya.

Pizarro tak menyia-nyiakan dukungan dan cinta itu dengan menyumbangkan satu gelar DFB Pokal. Selain itu, dia juga menyumbang 89 gol dari 144 laga lintas kompetisi bersama Bremen hingga musim 2011/12.

Satu gol di antaranya dicetaknya ke gawang Bayern di Bundesliga, tanpa selebrasi. Kenapa? Masih baper kali. Bagaimana pun Pizarro dan Bayern pernah merajut bahagia bersama.

Namun, romansa Bremen-Pizarro kandas lagi. Pizarro balikan sama Bayern pada musim 2012/13, meraih beberapa gelar juara lagi, bahkan Liga Champions. Duh, dasar lelaki.

Claudio Pizarro. Foto: AFP/KARIM JAAAFAR/AL-WATAN DOHA

Selama tiga musim, Pizarro mencetak 25 gol dari 72 laga lintas kompetisi. Dua di antaranya dicetak ke gawang Bremen di Bundesliga, tapi tanpa selebrasi.

Kenapa? Mungkin dia tahu hatinya masih tertinggal di sana. Oh, ironi.

Lalu, pada musim 2015/16, dia balik lagi ke Bremen. Pizarro sudah tak segarang dulu, tapi mampu mencetak 16 gol dari 32 laga lintas kompetisi.

Tiga di antaranya berupa hattrick ke gawang Bayer Leverkusen pada 2 Maret 2016. Padahal waktu itu usianya sudah 37 tahun. Tak pelak, kini dia memegang rekor sebagai pencetak hattrick tertua di Bundesliga.

video youtube embed

Semusim berikutnya, Pizarro cuma mencetak 1 gol dari 19 laga Bundesliga. Karena alasan performa itu, mereka berpisah lagi. Padahal kali ini, Pizarro yang tak ingin pergi.

"Selalu merupakan kehormatan besar untuk mengenakan jersi Bremen. Klub, kota, dan para penggemar akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya. Saya akan dengan senang hati bermain satu tahun lagi untuk Werder, tetapi saya menerima keputusan klub," kata Pizarro, dilansir Bundesliga.

Saat itu, Pizarro sudah tak mungkin kembali ke Bayern. Sebab, Bayern sudah punya ‘kekasih’ baru, Robert Lewandowski --yang kemudian memecahkan rekor Pizarro sebagai pemain non-Jerman dengan torehan gol terbanyak di Bundesliga.

Pizarro bergabung dengan FC Koeln pada 2017/18, tapi cuma semusim itu saja, mencetak 1 gol dari 16 laga Bundesliga. Tebak, setelah itu dia ke mana? Ya, Bremen lagi.

Pada 16 Februari 2019, Pizarro memecahkan rekor sebagai pencetak gol tertua (40 tahun 228 hari) Bundesliga di laga kontra Hertha Berlin. Dia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Miroslav Votava (40 tahun dan 121 hari) sejak Agustus 1996.

video youtube embed

Gol itu juga membuatnya menjadi pemain pertama dan satu-satunya yang konsisten mencetak gol di Bundesliga selama 21 musim berturut-turut. Pada 18 Mei 2019, Pizarro kembali mencetak gol, kali ini ke gawang RB Leipzig, tepatnya di usia 40 tahun dan 227 hari.

Pada Juli 2019, dia menyatakan bakal pensiun usai musim 2019/20 berakhir. Artinya, Pizarro menjadikan Bremen sebagai labuhan terakhir kariernya, cinta pertama dan terakhirnya di Eropa, meski harus putus-nyambung berkali-kali.

Pada Sabtu (14/12/2019), Bayern Muenchen bakal menjamu Werder Bremen di Bundesliga. Apakah Pizarro bakal mencetak gol di Allianz Arena?

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure