
RVP di Manchester United bak CJ di GTA San Andreas dan Leon di Resident Evil
7 Juni 2020 18:04 WIB

ADVERTISEMENT
Man on a mission. Pria dalam misi. Begitulah cara Jonny Evans menggambarkan kehadiran Robin van Persie (RVP) di Old Trafford. Misi penyerang asal Belanda itu adalah membawa Manchester United menjuarai Premier League.
ADVERTISEMENT
Atau dalam kalimat lain: Memuluskan jalan Man United untuk mengunci titel Liga Inggris ke-20 dalam sejarah, mengukuhkan takhta Sir Alex Ferguson sebagai pelatih tersukses di Britania Raya.
Kalau dibayangkan, RVP di Man United mirip seperti karakter-karakter utama di dunia permainan konsol. Sebut saja Carl Johnson (CJ) di GTA San Andreas maupun Leon Scott Kennedy di Resident Evil.
Mereka semua adalah pria-pria tangguh dan serbabisa yang membawa misi besarnya masing-masing. Misi mereka adalah untuk kemaslahatan orang banyak atau malah cuma untuk memuaskan ego bos mereka.
Akan tetapi, dengan menjalani misi-misi itu, mereka bisa merasakan pengalaman hidup yang tak tepermanai. Begitu juga dengan RVP.
Pria kelahiran Rotterdam itu diminta membahagiakan fan Man United dengan trofi juara dan mengukuhkan status legenda Fergie. Namun, dia juga senang karena trofi itu juga merupakan sesuatu yang didamba-dambakannya. Oleh karena demi ambisi itu, dia rela mengabdikan dirinya untuk 'Setan Merah'.
"Itu transfer yang genius. Bisa-bisanya, [Man United] mendapatkan pemain dari salah satu klub rival, di mana dia [sudah begitu lama berada di sana]. Semua orang terkejut," ujar Evans kepada The Guardian.
ADVERTISEMENT
Ya, Man United memboyong RVP dari Arsenal dengan mahar lebih dari 2o juta poundsterling. Jangankan Evans dan para penggawa dan fan Man United kala itu, para pemain dan fan Arsenal juga pasti sama terkejutnya.
Selain fakta bahwa dua klub yang identik dengan jersi kandang merah itu adalah rival berat, hal yang lebih ironis lagi adalah kenyataan ihwal trofi juara yang pernah dimenangi RVP bersama The Gunners.
Jadi, selama menjadi anak buah Arsene Wenger, eks pemain Feyenoord itu cuma memenangi dua gelar juara: Community Shield 2004 dan Piala FA 2004/05. Nah, ndilalah, tim yang dikalahkan Arsenal yang diperkuat RVP di dua laga final kompetisi tersebut adalah Man United.
Eh la dalah, di kemudian masa, RVP malah bergabung dengan Man United. Surprise.
ADVERTISEMENT
"Dengan kemampuan dan atributnya, dia langsung membuat dampak besar di sesi latihan sejak hari pertama. Dia adalah salah satu pemain dengan teknis memukau yang pernah kulihat. Kontrol bolanya luar biasa, dengan kedua kakinya," kata eks kiper Man United, Anders Lindegaard.
Laiknya karakter-karakter di game, RVP berimpak besar pada jalan cerita Man United dan Premier League secara keseluruhan. Kehadirannya meringankan pekerjaan rekan setimnya.
"Kontribusi terbesarnya adalah membuat pemain lain [bisa tampil] 10% lebih baik. Saat dia datang, ada perasaan bahwa tidak ada yang bisa menghentikan kami untuk juara. Dia sangat fokus, tetapi tak egois. Dia bermain untuk tim dan klub," terang si kiper Polandia.
Singkat cerita, RVP benar-benar berkontribusi besar terhadap gelar juara Premier League yang direngkuh Man United pada musim 2012/13. Mission passed! Respect +.
"Dia punya kemampuan finishing yang luar biasa, baik kaki kiri maupun kaki kanannya sama-sama mematikan. Dia adalah seorang finisher alamiah," terang Evans yang kini membela Leicester City.
ADVERTISEMENT
Pada musim itu, dia mencetak 26 gol dari 38 laga Premier League. Alhasil, karena tak ada yang menyainginya, penyerang bertinggi lebih dari 180 cm itu layak menyandang gelar topskorer. Bonus.
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.