Kumparan Logo
Sponsor unik di jersi Everton
Sponsor unik di jersi Everton.

Sponsor Unik di Jersi Everton dan Masalah Judi di Inggris

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
75
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sponsor unik di jersi Everton. Foto: Reuters/Carl Recine
zoom-in-whitePerbesar
Sponsor unik di jersi Everton. Foto: Reuters/Carl Recine

Ada yang tak biasa di jersi yang dipakai penggawa Everton dalam laga kontra Crystal Palace, Sabtu (8/2/2020). Kata 'SportPesa' yang biasanya melekat di bagian depan jersi tim tak tampak dalam laga pekan ke-26 Premier League 2019/20 itu.

Kalimat 'Everton in the Community' ganti menghiasi jersi The Toffees. Apa alasannya?

Sebelumnya, kalian perlu tahu dulu, nih, bahwa Everton in the Community adalah badan amal milik Everton yang didirikan pada 1988.

Nah, tujuan penggunaan nama badan amal itu di jersi dalam laga itu adalah untuk memperingati hari jadi Everton in the Community yang ke-32.

embed from external kumparan

Namun, menurut David Conn dalam artikelnya di The Guardian, langkah itu merupakan inovasi yang menarik dari Everton. Sebab, kebijakan tersebut dinilai bisa menjadi solusi untuk mengganti eksistensi sponsor judi di jersi klub.

SportPesa adalah perusahaan judi. Perusahaan yang didirikan pada 2014 itu telah menjalin kerja sama dengan Everton sejak 2017. Dan sebenarnya, cukup banyak klub sepak bola, tak terkecuali di Inggris, yang menjalin kerja sama dengan perusahaan judi.

Lantas, apa masalahnya? Kenapa sampai harus ada solusi mengganti sponsor judi di jersi klub?

Logo SportPesa melekat di jersi Djibril Sidibe. Foto: REUTERS / David Klein

Masalahnya, salah satu isu yang sedang ramai dibahas di ranah sepak bola Inggris saat ini adalah soal logo atau nama perusahaan judi yang menjadi sponsor klub Premier League dan menghiasi bagian depan jersi mereka.

Perbincangan ini dipicu oleh pemerintahan di sana yang kini sedang meninjau kembali regulasi tentang perjudian. Sejak 2005, perjudian seolah 'dilanggengkan' begitu saja oleh parlemen Inggris Raya, padahal sebelumnya dibatasi secara ketat.

Salah satu penyebab peninjauan ulang itu adalah masalah kecanduan judi yang sedang merebak di Inggris saat ini. Kemajuan teknologi yang membuat judi kian mudah diakses menjadi salah satu faktornya. Bahkan, kini di Inggris Raya sudah tidak boleh lagi melakukan transaksi perjudian via kartu kredit.

Tujuannya, ya, untuk mengentaskan kecanduan itu. Salah satu kisah miris tentang kecanduan judi yang disinggung oleh Conn adalah soal seorang pria 24 tahun bernama Jack Ritchie yang bunuh diri akibat kecanduan judi.

Gara-gara itu, orang tua Jack sampai membuat kampanye 'Gambling with Lives' yang perhatian utamanya adalah tentang perlunya memperbaiki regulasi perjudian.

Andre Gomes mengenakan jersi Everton dengan sponsor SportPesa. Foto: Instagram / @aftgomes21

Lantas, apakah klub-klub sepak bola Premier League yang mempromosikan perusahaan judi di jersi mereka dianggap bertanggung jawab terhadap kecanduan judi?

Well, kalau itu, sih, jelas perlu ada risetnya dulu. Namun satu yang pasti, Jack Ritchie yang bunuh diri itu adalah seorang pencinta sepak bola.

Jadi, apa sebaiknya judi dienyahkan saja jadi Premier League?

Hmm... Kalau kayak begitu, sih, Chief Executive Everton, Richard Masters, mengaku tidak setuju. Masters menolak segala gerakan yang melarang sponsor judi untuk klub Premier League.

Baginya, sepak bola dan judi telah memiliki relasi yang panjang dari masa ke masa. Jadi, ya, bakal aneh saja jika judi sampai dilarang di Premier League, menurutnya.

Akan tetapi, Masters setuju jika regulasinya diperbaiki. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas mengatur perjudian agar bahaya kecanduan judi tidak menimpa orang-orang.

Sponsor unik di jersi Everton. Foto: Reuters/Carl Recine

Masters pernah berbicara di hadapan wartawan bahwa salah satu dari dua tantangan utama Premier League saat ini adalah soal sponsor perusahaan judi di jersi klub. Apa yang kedua?

Itu adalah misi bagi klub untuk berkontribusi kepada masyarakat. Ya, lewat Everton in the Community itu adalah salah satunya.

Sejauh ini, badan amal tersebut telah bekerja sama dengan berbagai lini: Kepolisian, otoritas pendidikan, dan lembaga inklusi sosial yang perhatian utamanya membantu masyarakat miskin.

Menurut Conn, kawasan di sekitar Goodison Park adalah salah satu daerah dengan penduduk paling miskin. Everton in the Community disebut telah membangun relasi dengan penduduk, pengungsi, dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal, hingga penderita kecanduan di sana.

Chief Executive Everton lainnya, Denise Barrett-Baxendale, berkomitmen program Everton in the Community bakal berlanjut hingga nantinya pindah ke stadion baru di Bramley Moor Dock. Bahkan dia bilang, kalau nanti situasinya sudah ideal, klub akan memilih sponsor lain, alih-alih perusahaan judi.

embed from external kumparan

Dalam hal ini, Conn menilai bahwa Everton bakal mempunyai nama yang lebih baik di mata masyarakat jika lebih mengutamakan program badan amal mereka, ketimbang terlalu mengejar keuntungan komersial dengan bekerja sama dengan perusahaan judi.

Everton akan dinilai lebih kredibel jika menolak bekerja sama dengan perusahaan judi. Mereka bakal dinilai sebagai klub yang lebih berarti karena menaruh uang mereka di situ.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.

Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure