Analisis Prediksi Chris Sutton Menuju Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Gak pake lama, supersub hadir bawa info dan gosip bola internasional yang perlu kalian tahu.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Supersub tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebanyak 32 tim tersisa di Piala Dunia 2026 kini bersiap memasuki fase gugur yang krusial setelah 16 negara harus angkat koper lebih awal dari turnamen ini. Pakar sepak bola Chris Sutton bersama teknologi kecerdasan buatan (AI) telah memetakan proyeksi pertandingan mendatang, di mana laga Inggris melawan DR Kongo serta juara bertahan Argentina kontra tim kejutan Cape Verde menjadi sorotan utama dalam perjalanan menuju final di MetLife Stadium pada 19 Juli mendatang.
Performa Prediksi di Fase Grup
Sejauh ini, jalannya turnamen telah memberikan kejutan besar, terutama keberhasilan Ekuador yang menumbangkan Jerman di laga terakhir grup. Meskipun Chris Sutton dan AI secara konsisten memberikan analisis mendalam, para pembaca yang berpartisipasi dalam permainan prediksi BBC justru menunjukkan performa lebih impresif dengan tingkat akurasi mencapai 67 persen. Data ini menegaskan bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 sangat sulit ditebak, bahkan bagi pengamat sepak bola berpengalaman sekalipun.
Sorotan Laga Afrika Selatan Kontra Kanada
Chris Sutton menaruh perhatian khusus pada laga antara Afrika Selatan dan Kanada yang berlangsung di Los Angeles. Meskipun Afrika Selatan berhasil melaju ke babak 32 besar, Sutton meragukan kemampuan mereka untuk membendung intensitas permainan yang diusung oleh pelatih Kanada, Jesse Marsch. Ia menyatakan, “Saya akan sangat terkejut jika Kanada tidak mampu mendominasi dan meraih kemenangan dalam laga ini.”
Potensi Kejutan Brasil Melawan Jepang
Salah satu pertandingan yang diprediksi akan menjadi laga besar adalah pertemuan antara Brasil dan Jepang di Houston. Sutton secara terbuka mendukung Jepang untuk menciptakan kejutan dengan menyingkirkan tim Samba. Ia menjelaskan kekhawatirannya terkait taktik Brasil di bawah asuhan Carlo Ancelotti, dengan menyebut, “Saya khawatir dengan lini tengah Brasil, mereka sepertinya tidak memiliki stamina yang cukup untuk menghadapi serangan cepat dari Jepang.”
