Ancelotti Enggan Terjebak Psywar Jepang Jelang Duel Babak 16 Besar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada persiapan teknis jelang laga krusial babak 32 besar Piala Dunia melawan Jepang. Meski tensi mulai memanas dengan adanya komentar provokatif dari kubu lawan, juru taktik asal Italia tersebut memilih untuk tidak menanggapi taktik perang urat saraf atau mind games yang coba dimainkan oleh tim Samurai Biru.

Fokus pada Kualitas Lawan

Brasil datang ke fase gugur sebagai juara Grup C dengan catatan impresif, sementara Jepang melaju sebagai runner-up Grup F setelah melalui fase grup yang kompetitif. Ancelotti menyadari bahwa Jepang bukan lawan sembarangan karena mereka kini mencatatkan tren positif dengan tidak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan terakhir di berbagai ajang internasional.

Menanggapi provokasi pemain muda Jepang, Kento Shiogai, yang melontarkan komentar miring terhadap Brasil, Ancelotti bersikap dingin. “Saya tidak akan mengulangi apa yang dikatakan orang lain. Kami fokus pada pertandingan, pada kualitas lawan, dan pada persiapan yang baik untuk menghindari masalah. Itulah inti dari persiapan pertandingan. Kami tidak melakukan apa yang mereka sebut di Inggris sebagai permainan pikiran. Kami tidak akan masuk ke ranah itu,” tegas Ancelotti.

Kabar Positif Kondisi Neymar

Selain membahas strategi melawan Jepang, Ancelotti juga memberikan pembaruan mengenai kondisi bintang mereka, Neymar. Setelah sempat absen selama tiga tahun dari tim nasional dan melewatkan dua laga pembuka akibat cedera betis, Neymar akhirnya mencatatkan penampilan saat Brasil menundukkan Skotlandia.

Ancelotti mengonfirmasi bahwa progres pemulihan fisik pemain tersebut menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. “Neymar telah berkembang dengan sangat baik. Saya rasa dia meningkat pesat selama seminggu terakhir. Sangat disayangkan dia tidak bisa berlatih penuh selama bersama kami, namun dia sudah bisa bermain lebih dari 15 menit yang dia kumpulkan melawan Skotlandia,” pungkas Ancelotti.