Aston Villa Pecat Natalia Arroyo Usai Start Buruk di WSL

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Natalia Arroyo bereaksi setelah pertandingan Aston Villa.
zoom-in-whitePerbesar
Natalia Arroyo bereaksi setelah pertandingan Aston Villa.

Manajemen klub sepak bola wanita Aston Villa resmi memecat manajer utama Natalia Arroyo akibat rentetan hasil buruk tanpa kemenangan pada awal musim Women's Super League (WSL) pekan ini. Keputusan drastis tersebut diambil setelah klub asal Birmingham tersebut gagal meraih satu pun poin penuh dari empat laga pembuka musim baru.

Kabar pemecatan juru taktik asal Spanyol ini diumumkan langsung kepada skuad pada Selasa pagi waktu setempat, hanya berselang beberapa jam setelah kekalahan telak dari Tottenham Hotspur. Performa buruk tim di lapangan memaksa manajemen bertindak cepat demi menyelamatkan ambisi klub di kompetisi kasta tertinggi sepak bola wanita Inggris.

Keputusan Manajemen Pasca Kekalahan Telak

Keputusan pemecatan ini mencuat setelah Aston Villa menderita kekalahan memalukan dengan skor telak 0-4 saat menjamu Tottenham Hotspur pada pertandingan hari Minggu. Manajemen klub langsung memberi tahu Arroyo mengenai pemutusan hubungan kerja tersebut pada Senin malam, sebelum akhirnya mengumumkan keputusan ini kepada seluruh pemain pada keesokan harinya.

Arroyo, yang merupakan mantan pemain Barcelona dan tim nasional wanita Spanyol sebelum pensiun pada tahun 2009, sebenarnya masih menyisakan kontrak kerja berdurasi dua tahun lagi. Pelatih asal Spanyol tersebut resmi menjadi manajer pertama di kompetisi Women's Super League yang kehilangan pekerjaannya pada musim kompetisi 2026-2027 ini.

Penunjukan Brian Sorensen Sebagai Pelatih Interim

Guna mengisi kekosongan kursi kepelatihan yang ditinggalkan oleh Arroyo, Aston Villa menunjuk Brian Sorensen sebagai manajer interim yang akan memimpin tim dalam waktu dekat. Sorensen, yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat teknis tim wanita Villa dan mantan pelatih Everton, akan langsung mendampingi tim untuk laga penting berikutnya di Women's League Cup melawan Newcastle United.

Langkah penunjukan Sorensen sebagai caretaker ini didukung oleh kehadiran Chris Roberts, mantan asisten Sorensen saat masih menangani Everton. Manajemen mengonfirmasi bahwa Sorensen akan tetap berada di klub sepanjang jeda internasional mendatang, menunda komitmen sebelumnya untuk bergabung membantu staf kepelatihan tim nasional Republik Irlandia.

Penurunan Performa dan Kehilangan Pemain Kunci

Meskipun sempat memberikan kestabilan tim pada enam bulan pertamanya sejak bergabung pada Januari 2025, Arroyo dinilai gagal mempertahankan konsistensi permainan Aston Villa. Walaupun pihak klub telah menggelontorkan investasi besar pada bursa transfer musim panas lalu, tim justru tampil kurang memuaskan dan sering kali kehilangan poin krusial.

Masalah kelemahan lini pertahanan yang rapuh dan organisasi permainan yang kacau saat kehilangan penguasaan bola menjadi sorotan utama yang belum terselesaikan sejak awal musim. Situasi tersebut diperparah oleh kepergian penyerang andalan sekaligus pencetak gol terbanyak musim lalu, Kirsty Hanson, yang memilih hengkang ke rival mereka, Tottenham Hotspur, pada musim panas lalu.