Barcelona Era Hansi Flick Tebar Ancaman Rekor Legendaris Real Madrid

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick.
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick.

Barcelona memulai kampanye La Liga musim ini dengan langkah yang sangat mengerikan di bawah asuhan Hansi Flick. Menyapu bersih enam pertandingan awal dengan kemenangan sempurna, klub asal Catalan tersebut tidak hanya kokoh di puncak klasemen, melainkan juga memamerkan produktivitas gol luar biasa dengan menggelontorkan 28 gol ke gawang lawan-lawannya.

Ketajaman luar biasa ini mulai memicu pembicaraan hangat di seantero Spanyol mengenai potensi pecahnya salah satu rekor paling prestisius dalam sejarah sepak bola modern. Produktivitas gol Barcelona saat ini dinilai menjadi ancaman nyata bagi rekor gol legendaris milik Real Madrid yang diukir di bawah asuhan pelatih Jose Mourinho pada musim 2011-2012 silam.

Bayang-Bayang Rekor Emas Real Madrid Era Jose Mourinho

Kembali ke musim 2011-2012, Real Madrid di bawah komando taktis Jose Mourinho mencatatkan tinta emas yang hingga kini belum terpecahkan. Kala itu, klub berjuluk Los Blancos tersebut berhasil memecahkan rekor dengan mencetak total 121 gol dalam 38 pertandingan liga, yang berarti mereka memiliki rata-rata ketajaman mencapai 3,18 gol per pertandingan.

Dominasi Madrid kala itu didorong oleh keganasan lini serang mereka yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo dengan torehan fantastis 46 gol, disusul oleh Gonzalo Higuain dengan 22 gol, dan Karim Benzema yang menyumbang 21 gol. Meski memecahkan rekor gol dan sukses mengemas 100 poin, Madrid era Mourinho saat itu sempat gagal mencetak gol dalam dua pertandingan melawan Racing Santander dan Valencia, serta sempat menelan kekalahan dari Levante dan Barcelona.

Produktivitas Mengerikan Barcelona di Bawah Hansi Flick

Kini, setelah hampir empat belas tahun berlalu, keperkasaan catatan sejarah tersebut mulai goyah akibat gelombang serangan mengerikan yang dibangun oleh Hansi Flick bersama Barcelona. Raksasa Catalan ini mencatatkan rata-rata 4,6 gol per pertandingan dari enam laga perdana mereka, sebuah statistik awal musim yang jauh melampaui catatan rata-rata gol Real Madrid era Mourinho.

Gelontoran gol demi gol berhasil disarangkan oleh anak asuh Flick melalui kemenangan-kemenangan besar yang meyakinkan. Mereka sukses menghancurkan Elche dengan skor telak 5-0, menundukkan Athletic Bilbao 2-0, melumat Rayo Vallecano 5-2, membantai Valencia 5-0, mengalahkan Levante 4-2, hingga yang terbaru melibas Racing dengan skor mencolok 7-2.

Ketajaman Raphinha dan Lamine Yamal Menjadi Motor Serangan

Keberhasilan taktik agresif Flick tidak lepas dari performa gemilang para pemain pilarnya secara individu, terutama Raphinha yang saat ini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak liga dengan koleksi sembilan gol. Pemain sayap asal Brasil tersebut tampil sangat impresif, termasuk saat mengemas trigol ke gawang tim asal Cantabria yang menandai hat-trick keempatnya selama berseragam Blaugrana.

Selain Raphinha, wonderkid Lamine Yamal juga terus menunjukkan magisnya di lapangan hijau dengan mengoleksi tujuh gol liga setelah selalu mencetak gol dalam empat laga berturut-turut. Flick sendiri sempat menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memedulikan catatan statistik pribadi dengan menyatakan, “Saya bukan penggemar rekor,” namun konsistensi anak asuhnya di lapangan terus membawa mereka mendekati pencapaian bersejarah tersebut sebelum menghadapi ujian berat melawan Sevilla di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan.