Cristiano Ronaldo Kejar Target 1000 Gol dan Kejayaan Portugal

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha.
zoom-in-whitePerbesar
Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha.

Cristiano Ronaldo mengincar target ambisius 1.000 gol dalam karier profesionalnya saat mempersiapkan diri membela tim nasional Portugal di ajang Nations League pekan ini. Penyerang gaek yang kini membela Al-Nassr tersebut sempat mempertimbangkan untuk pensiun dari panggung internasional setelah gelaran Piala Dunia lalu. Namun, keinginan kuat untuk terus mempersembahkan trofi bagi negaranya membuat sang megabintang mengurungkan niat tersebut dan memilih memperpanjang karier legendarisnya.

Pemain berusia 41 tahun itu masuk dalam daftar skuad berisi 25 pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi Wales di Lisbon. Menjelang laga penting tersebut, sang kapten hanya membutuhkan 21 gol tambahan untuk menggenapi koleksinya menjadi 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya di level klub maupun internasional. Keputusan untuk terus bermain membuktikan bahwa ambisi mencetak sejarah baru belum meredup dari dalam diri pemegang rekor caps terbanyak untuk Selecao das Quinas tersebut.

Ambisi Besar Menuju Milestones Sejarah

Ketika ditanya mengenai rencana pensiun yang sempat melintas di pikirannya setelah Piala Dunia, Ronaldo tidak menampik kabar tersebut. Ia mengakui bahwa masa depan karier sepak bolanya selalu menjadi bahan perenungan yang mendalam bagi dirinya secara pribadi.

“Ya, saya sempat berpikir demikian. Tentu saja, saya selalu memikirkan keputusan-keputusan saya, masa depan saya, dan juga masa kini. Saya adalah seorang pemikir, Anda harus selalu memikirkan langkah Anda,” ungkap Cristiano Ronaldo saat berbicara dalam konferensi pers menjelang pertandingan.

Keputusan untuk terus bertahan akhirnya diambil setelah ia melakukan diskusi mendalam dengan jajaran manajemen dan staf kepelatihan Portugal. Mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus tersebut merasa masih memiliki kemampuan fisik serta mental yang dibutuhkan untuk membawa tim nasional melangkah lebih jauh di kancah Eropa.

“Saya telah berbicara dengan presiden kami dan juga dengan pelatih kami. Saya masih percaya bahwa saya mampu membantu tim nasional untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Saya pikir saya bisa memberikan kontribusi besar, tidak hanya melalui sumbangan gol, tetapi juga lewat peran saya di luar lapangan,” tambahnya.

Membimbing Generasi Baru Portugal

Selain mengejar target pribadi, keberadaan Ronaldo di dalam skuad saat ini memiliki misi krusial untuk membimbing para talenta muda Portugal. Nama-nama potensial seperti Fabio Silva, Renato Veiga, Nuno Mendes, Joao Neves, hingga Francisco Conceicao kini menghiasi skuad Portugal untuk kampanye Nations League kali ini.

Ronaldo, yang sempat berseloroh akan terus bermain hingga sepuluh tahun ke depan, menegaskan bahwa membantu proses adaptasi para pemain muda ini merupakan salah satu motivasi terbesarnya untuk tidak gantung sepatu lebih cepat.

“Ini adalah generasi muda yang baru. Namun bagi saya, poin dasarnya adalah berada di lapangan untuk mencetak gol dan membantu tim memenangkan pertandingan. Saya tahu mengapa anak-anak kecil mencintai Cristiano, karena mereka melihat saya sebagai teladan, dan saya akan terus melakukan itu. Bahkan ketika saya pensiun... sepuluh tahun lagi!” guraunya sambil tersenyum.

Bagi Ronaldo, kebahagiaan terbesar saat ini adalah kondisi fisiknya yang tetap prima untuk bersaing di level tertinggi. Ia menegaskan tidak akan mempermasalahkan peran apa pun yang diberikan oleh pelatih di atas lapangan nanti.

“Saya bahagia dengan diri saya sendiri. Tidak masalah jika saya bermain besok atau beristirahat pada laga berikutnya, bagi saya hal terpenting adalah saya merasa bugar,” tegasnya.

Menghadapi Kritik dengan Mentalitas Baja

Di sisi lain, pelatih Portugal menggambarkan Ronaldo sebagai simbol abadi dari sepak bola Portugal dan tim nasional. Pujian tersebut datang di tengah sorotan tajam dan kritik yang kerap diarahkan kepada Ronaldo, terutama dari media-media di Inggris, Spanyol, dan Italia sepanjang perjalanan kariernya.

Ronaldo sendiri mengaku sudah sangat terbiasa dengan tekanan media. Baginya, dukungan tulus dari para penggemar di tanah air jauh lebih berharga dibandingkan semua analisis negatif yang diarahkan kepadanya.

“Di tim nasional ini adalah tempat di mana saya merasa paling diperhatikan. Dari para penggemar, saya juga merasakan bahwa masyarakat Portugal sangat menyukai saya. Saya paham bahwa beberapa saluran televisi suka mengkritik saya, mereka mencoba membunuh saya dengan shotgun, tetapi saya masih bisa menghindarinya,” ujar Ronaldo dengan nada santai.

Pengalaman panjang selama dua dekade di lapangan hijau telah membentuk mentalitasnya menjadi sangat tangguh. Ia memilih menutup telinga dari segala kritik tajam dan fokus membalas budi kepada orang-orang yang selalu memberikan dukungan tanpa henti sepanjang kariernya.

“Bagaimanapun, saya sudah terbiasa dengan hal itu. Selama lebih dari 20 tahun saya telah melakukan ini, tetapi kenangan terindah saya akan selalu tertuju kepada orang-orang yang mencintai saya,” pungkas sang legenda hidup.