Impian Terbesar Joao Felix dan Penolakan Mutlak untuk Real Madrid

Penyerang tim nasional Portugal Joao Felix mengungkapkan impian besar untuk mencetak assist bagi gol ke-1000 Cristiano Ronaldo dalam wawancara terbaru bersama media Spanyol AS pekan ini.
Pemain berusia 26 tahun tersebut saat ini tengah menikmati kariernya di Arab Saudi bersama Al-Nassr. Meski demikian, ambisinya untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa tetap menyala, sembari terus menaruh rasa hormat yang mendalam kepada rekan setim sekaligus mentornya, Cristiano Ronaldo.
Ambisi Besar Menembus Sejarah Bersama Ronaldo
Bermain bersama sosok legendaris seperti Cristiano Ronaldo di level klub maupun tim nasional menjadi kebanggaan luar biasa bagi Felix. Kesempatan langka ini tidak dialami oleh banyak pesepak bola modern, sehingga dirinya merasa sangat beruntung dapat berbagi lapangan dengan sang megabintang setiap hari.
Felix bahkan sudah merancang sebuah skenario indah untuk membantu Ronaldo mengukir sejarah baru di dunia sepak bola internasional. “Saya sudah memikirkan hal itu. Ketika dia hanya menyisakan satu gol lagi, saya akan melihat apakah saya bisa memberikan assist untuknya. Gol tersebut akan tetap berada dalam sejarah sepak bola, dan berkontribusi di dalamnya akan menjadi momen yang luar biasa,” tutur Felix dengan penuh antusiasme.
Hasrat Terpendam untuk Kembali ke Panggung Eropa
Meskipun merasa jauh lebih matang secara mental dan taktik selama merumput di Timur Tengah, Felix tidak menutupi keinginannya untuk kembali berkarier di benua biru pada masa depan. Dirinya menyadari bahwa atmosfer kompetisi papan atas Eropa masih menjadi magnet terbesar bagi setiap pemain profesional.
Pemain yang sempat bersinar bersama Benfica ini menegaskan bahwa kepulangan dirinya ke Eropa hanya tinggal menunggu momentum yang tepat saja. “Saya telah memikirkannya, mungkin tidak sekarang. Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi pada akhir musim ini atau musim depan, tetapi saya memiliki keinginan untuk kembali. Bermain di Champions League, bertanding melawan tim-tim terbaik di dunia, tentu saja hal itu ada di dalam pikiran saya,” tambahnya.
Penolakan Tegas untuk Real Madrid dan Memori Barcelona
Menanggapi rumor transfer dan masa lalunya di La Liga, Felix secara blak-blakan menutup pintu bagi Real Madrid. Mengingat sejarahnya yang pernah membela Atlético Madrid dan Barcelona, menyeberang ke kubu Los Blancos dinilai sebagai tindakan yang tidak akan pernah ia lakukan secara sadar.
Dengan tegas, Felix menolak gagasan untuk mengenakan seragam putih khas rival abadi tersebut demi menjaga kehormatan kariernya di masa lalu. “Jika hal itu terjadi, saya akan menjadi pengkhianat terbesar,” tegasnya secara lugas.
Di sisi lain, Felix justru mengenang masa-masa peminjamannya di Barcelona dengan penuh kehangatan meskipun tidak berhasil menyumbangkan trofi apa pun kala itu. Bermain untuk klub Catalan merupakan impian masa kecilnya yang paling indah, serta menjadi kebanggaan besar bagi ayah dan saudara laki-lakinya yang sejak dulu mengagumi klub tersebut.

