Joao Felix Ingin Tinggalkan Al Nassr Demi Kembali ke Barcelona

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Joao Felix, pemain Atletico Madrid.
zoom-in-whitePerbesar
Joao Felix, pemain Atletico Madrid.

Penyerang Al Nassr Joao Felix mengincar jalan pulang menuju kompetisi elite Eropa setelah berhasil membangkitkan karier sepak bolanya di Arab Saudi musim ini. Pemain berbakat asal Portugal tersebut secara terbuka mengungkapkan hasratnya untuk kembali mengenakan seragam Blaugrana, julukan Barcelona, yang ia sebut sebagai impian masa kecil terbesarnya.

Keputusan Felix untuk menatap benua biru tidak lepas dari performa gemilangnya yang kembali menanjak bersama Al Nassr. Kendati usianya baru menginjak 26 tahun, mantan penggawa Atletico Madrid ini merasa urusannya di panggung sepak bola Eropa masih jauh dari kata selesai.

Kebangkitan Fantastis di Arab Saudi Setelah Terpuruk di Italia

Kepindahan Joao Felix ke Riyadh dengan nilai transfer mencapai 50 juta euro pada musim panas 2025 menjadi titik balik krusial dalam kariernya. Sebelumnya, Felix harus melewati masa-masa sulit selama enam bulan masa pinjaman bersama raksasa Italia, AC Milan, di bawah asuhan pelatih Sergio Conceicao. Selama berseragam Rossoneri, ia hanya mampu menyumbang dua gol dari 15 penampilan di tengah situasi klub yang kurang kondusif.

Namun, atmosfer Arab Saudi terbukti ampuh memulihkan kepercayaan diri sang pemain secara instan. Felix menjelma menjadi mesin gol mematikan bagi Al Nassr dengan membukukan 20 gol dalam 33 pertandingan liga, termasuk catatan impresif berupa tiga kali hat-trick dan dua kali brace. Kontribusi luar biasa ini sukses mengantarkan Al Nassr merengkuh trofi Saudi Pro League sekaligus menyejajarkan pengaruhnya dengan sang megabintang, Cristiano Ronaldo.

Hasrat Membantu Cristiano Ronaldo dan Ambisi Liga Champions

Faktor keberadaan Cristiano Ronaldo di Al Nassr diakui Felix memegang peranan yang sangat penting bagi perkembangan mental bertandingnya. Felix tidak ragu menyebut kapten tim nasional Portugal tersebut sebagai idola sekaligus panutan utamanya dalam dunia sepak bola. Ia bahkan memiliki ambisi pribadi yang sangat spesifik, yaitu memberikan umpan matang bagi terciptanya gol ke-1.000 dalam karier profesional Ronaldo.

Kendati menikmati masa-masa indah di Timur Tengah, dorongan untuk bersaing di level tertinggi turnamen Champions League tetap membakar semangat Felix. Pemain kelahiran 1999 yang sempat menyandang status sebagai pemain Portugal termahal sepanjang sejarah saat ditebus Atletico Madrid seharga 120 juta euro ini merasa dirinya telah tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih matang, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

Barcelona Sebagai Impian Terbesar yang Belum Padam

Kerinduan mendalam terhadap atmosfer sepak bola Spanyol, khususnya Barcelona, menjadi alasan utama di balik rencana kepulangan Felix ke Eropa. Selama masa peminjaman di Catalan pada musim 2023/2024, ia berhasil menyumbangkan 7 gol dan meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya sendiri maupun keluarganya.

Felix secara emosional mengungkapkan bahwa membela klub asal Catalan tersebut merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai bagi hidupnya. “Hanya dengan bermain untuk mereka saja sudah membuat saya sangat bahagia. Itu adalah impian masa kecil saya, ayah saya, dan juga saudara laki-laki saya,” ujar Felix saat mengenang masa-masa indahnya di Camp Nou. Kegagalan adaptasi di AC Milan akibat situasi pinjaman yang rumit kini ia jadikan pelajaran berharga demi menyongsong babak baru di masa depan.