Jose Mourinho Ungkap Rahasia Batal Latih MU untuk Gantikan Alex Ferguson

Sebuah rahasia besar di balik transisi kepelatihan Manchester United pasca-era Sir Alex Ferguson akhirnya terungkap ke publik. Pelatih legendaris asal Portugal, Jose Mourinho, membeberkan bahwa dirinya sebenarnya telah menandatangani kontrak resmi untuk menukangi Setan Merah pada musim panas 2013, sesaat setelah meninggalkan Real Madrid.
Namun, kesepakatan bersejarah tersebut mendadak batal setelah Mourinho melakukan U-turn emosional demi kembali ke pelukan Chelsea. Keputusan dramatis ini tidak hanya mengubah arah karier sang manajer, tetapi juga memicu rentetan sejarah baru di panggung sepak bola Inggris.
Kronologi Kesepakatan Rahasia di Old Trafford
Setelah memutuskan menyudahi masa baktinya di Santiago Bernabeu, Mourinho menjadi target utama untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Old Trafford. Setan Merah yang bersiap kehilangan figur ikonik Sir Alex Ferguson melihat Mourinho sebagai suksesor paling ideal untuk menjaga stabilitas klub. Mourinho sendiri mengakui bahwa daya tarik untuk melatih United sangat sulit untuk ditolak oleh pelatih mana pun di dunia.
Dalam sebuah pengakuan eksklusif di serial documentary terbaru garapan Netflix yang bertajuk Mourinho, pria berusia 61 tahun itu akhirnya berani bersuara secara jujur tanpa bermaksud menyakiti pihak mana pun. “Saya pergi ke Chelsea pada 2013 tetapi pada periode itu ada sesuatu yang tidak diketahui siapa pun. Ketika saya meninggalkan Real Madrid, saya menandatangani kontrak dengan Manchester United untuk melatih di sana setelah Sir Alex,” tutur Mourinho mengungkap fakta yang selama ini tersimpan rapat.
Panggilan Telepon Emosional dan Air Mata untuk Ferguson
Meskipun reputasi Real Madrid diakui Mourinho sebagai klub terbesar di dunia, Manchester United dinilainya berada di level kedekatan yang sangat intim. Kendati demikian, ikatan batin dengan Stamford Bridge terbukti jauh lebih kuat daripada sekadar logika profesional sepak bola. Kebutuhan psikologis untuk merasa dicintai setelah periode penuh tekanan di Spanyol menuntun hatinya kembali ke London Barat.
Sir Alex Ferguson sendiri mengonfirmasi kebenaran drama di balik layar tersebut dan menceritakan bagaimana jalannya komunikasi malam hari saat Mourinho membatalkan kesepakatan. Melalui sambungan telepon yang emosional, Mourinho tidak kuasa menahan kesedihannya ketika harus menyampaikan keputusan sulit tersebut kepada sang mentor legendaris.
“Sore menjelang malam dia menelepon saya dan dia menangis. Dan dia berkata, ‘Alex, saya tidak bisa mengambil pekerjaan itu - saya telah memberikan janji saya kepada Chelsea, dan saya tidak akan melanggar janji saya’. Alasan yang dia berikan kepada saya bisa saya pahami, tetapi saya tetap merasa kecewa,” ungkap Ferguson mengenang momen krusial tersebut. Akibat pembatalan mendadak ini, United akhirnya mengalihkan pilihan dan menunjuk David Moyes sebagai suksesor Ferguson.
Tanpa Penyesalan Meski Mengubah Sejarah United
Keputusan yang diambil berdasarkan kata hati itu terbukti membuahkan hasil manis lewat torehan trofi Premier League ketiga bagi Chelsea pada musim 2014-2015. Meskipun sempat kehilangan kesempatan emas untuk langsung menggantikan Ferguson pada 2013, Mourinho akhirnya benar-benar menduduki kursi kepelatihan Old Trafford tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2016.
Bagi Mourinho, memilih Chelsea dibanding United kala itu bukanlah sebuah kesalahan karena keputusan tersebut murni dilandasi oleh aspek emosional yang tulus. “Bagi saya, kehilangan kesempatan untuk menjadi pelatih pengganti Sir Alex Ferguson adalah hal yang dramatis, tetapi saya tidak menyesal karena itu adalah keputusan yang saya buat dengan hati. Saya rasa alam memberi tahu kita bahwa ketika Anda melakukan sesuatu demi cinta, Anda tidak pernah melakukan kesalahan,” tegasnya demi menjaga legacy kepelatihannya tetap bersih.
Pengungkapan sejarah ini sekaligus memberikan sudut pandang baru mengenai masa transisi kelam Manchester United sejak ditinggal pensiun oleh Ferguson. Sejak momen putar balik dramatis Mourinho pada tahun 2013 silam, Setan Merah belum pernah lagi mencicipi gelar juara liga, sebuah paceklik trofi terpanjang dalam sejarah modern klub.

