Juventus Batal Rekrut Emiliano Martinez dan Bidik Guglielmo Vicario

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Raksasa Serie A, Juventus, secara resmi mengakhiri perburuan mereka terhadap penjaga gawang utama Aston Villa, Emiliano Martinez. Keputusan ini diambil setelah negosiasi mengenai nilai transfer menemui jalan buntu akibat tuntutan finansial yang dinilai terlalu tinggi oleh pihak klub Italia tersebut.

Reaksi Emiliano Martinez saat adu penalti di Perempat Final Copa America 2024 menghadapi Ekuador Foto: REUTERS/Agustin Marcarian
zoom-in-whitePerbesar
Reaksi Emiliano Martinez saat adu penalti di Perempat Final Copa America 2024 menghadapi Ekuador Foto: REUTERS/Agustin Marcarian

Kegagalan kesepakatan ini memaksa I Bianconeri bergerak cepat mencari alternatif lain sebelum bursa transfer ditutup. Fokus Juventus kini langsung beralih ke Premier League untuk mengamankan tanda tangan kiper Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario, guna mengisi pos penjaga gawang utama mereka.

Detail Kegagalan Transfer Emiliano Martinez ke Turin

Proses negosiasi yang sempat berjalan intens antara Juventus dan perwakilan kiper tim nasional Argentina itu akhirnya kolaps sepenuhnya. Pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, mengonfirmasi lewat akun media sosial X miliknya bahwa pembicaraan langsung yang terjadi pada malam hari tidak membuahkan hasil positif. Romano menyatakan, “Juventus dan kubu Dibu Martinez melakukan pembicaraan langsung malam ini: kesepakatan resmi batal.”

Penyebab utama dari runtuhnya kesepakatan ini adalah ketidakcocokan harga yang dipasang oleh manajemen Aston Villa. Klub asal Birmingham tersebut bersikap keras kepala pada valuasi kiper mereka dengan menuntut biaya tetap sebesar 8,5 juta poundsterling tanpa adanya klausul tambahan atau add-ons. Angka tersebut dianggap terlalu mahal bagi Juventus yang sedang melakukan efisiensi finansial, sehingga memaksa mereka langsung meninggalkan meja perundingan.

Kedatangan Zion Suzuki Menjadi Ancaman Nyata di Villa Park

Penjaga Gawang Timnas Jepang Zion Suzuki melakukan pemanasan saat menjalani sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Meskipun Emiliano Martinez dipastikan bertahan di Aston Villa setelah batal hengkang ke Italia, posisinya sebagai penjaga gawang nomor satu kini terancam serius. Aston Villa bergerak sangat agresif di bursa transfer dengan sukses menikung Paris Saint-Germain dalam perburuan kiper masa depan Jepang, Zion Suzuki, dari Parma.

Klub asuhan Unai Emery tersebut sepakat menggelontorkan dana sebesar 30 juta euro di awal, dengan potensi membengkak hingga 35 juta euro melalui berbagai bonus performa. Suzuki, yang tampil memukau sepanjang kampanye Piala Dunia bersama negaranya, diproyeksikan tidak hanya menjadi pelapis melainkan bersaing ketat memperebutkan posisi utama di bawah mistar gawang Aston Villa musim ini.

Guglielmo Vicario Jadi Target Utama Baru Juventus

Penjaga gawang Totenham Hotspurs Guglielmo Vicario berusaha menepis bola tendangan pemain Manchester City dalam 16 Besar Piala Carabao Cup di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris, Rabu (30/10/2024). Foto: Matthew Childs/Reuters

Tidak ingin membuang waktu setelah kegagalan merekrut Martinez, Juventus langsung mengalihkan radar mereka kepada penjaga gawang Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario. Negosiasi dilaporkan berjalan sangat cepat dan positif, di mana Juventus mencoba mengajukan proposal peminjaman dengan kewajiban menebus permanen atau obligation to buy di akhir musim.

Vicario sendiri dilaporkan sangat menyambut baik ketertarikan dari klub raksasa Turin tersebut demi menyelamatkan kariernya yang meredup di London Utara. Kiper asal Italia itu kehilangan tempat utamanya di Tottenham Hotspur setelah manajer baru, Roberto De Zerbi, lebih memilih memercayakan posisi starter kepada Antonin Kinsky. Kembali berlaga di panggung Serie A dianggap sebagai langkah paling realistis bagi Vicario untuk mendapatkan menit bermain reguler dan memikat kembali pelatih tim nasional Italia.