Kai Havertz Alami Cedera Saat Bela Jerman dan Harus Pulang ke Arsenal

Penyerang Arsenal Kai Havertz meninggalkan kamp pelatihan tim nasional Jerman setelah mengalami cedera otot pada laga UEFA Nations League pekan ini. Pemain berusia 27 tahun tersebut terpaksa ditarik keluar lapangan pada babak pertama dalam laga yang berakhir imbang 1-1 melawan Belanda di Amsterdam.
Kini, Havertz telah kembali ke London utara untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh tim medis klub. Cedera ini menjadi pukulan tersendiri bagi sang pemain yang tengah berada dalam performa impresif awal musim ini.
Kronologi Cedera dan Diagnosis Awal
Insiden tersebut terjadi setelah Havertz berbenturan dengan gelandang Belanda, Quinten Timber, yang membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan dan digantikan oleh Younes Ebnoutalib. Meskipun tim medis menduga cedera ini merupakan minor muscle strain atau tarikan otot ringan, Arsenal tidak ingin mengambil risiko dan segera memulangkan sang penyerang.
Pelatih timnas Jerman, Jurgen Klopp, mengonfirmasi bahwa Havertz langsung menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) sesaat setelah pertandingan usai. “Keduanya sedang menjalani pemeriksaan MRI,” ujar Klopp yang juga harus kehilangan Jamal Musiala karena cedera paha pada laga yang sama. “Saya berharap kami segera mendapatkan diagnosisnya. Jelas ini situasi yang tidak bagus, namun saya berharap cedera mereka tidak serius dan bisa segera kembali bermain.”
Dampak Besar bagi Lini Depan Arsenal
Kehilangan Havertz, meski diprediksi tidak akan memakan waktu lama, menambah panjang daftar kekhawatiran manajer Mikel Arteta. Mantan pemain Chelsea tersebut telah menjadi pilar penting bagi The Gunners musim ini dengan mencetak tiga gol dari enam penyerangan sebagai starter di semua kompetisi.
Riwayat medis Havertz memang kerap menjadi momok, mengingat ia hanya mencatatkan tujuh penampilan starter di Liga Inggris musim lalu akibat gangguan lutut dan otot. Pada musim 2024/2025, ia bahkan harus absen selama tiga bulan akibat cedera parah pada otot paha belakang (hamstring tear). Beruntung bagi Arsenal, jeda internasional kali ini memberikan waktu pemulihan ekstra selama dua pekan sebelum mereka menjamu Leeds United pada 10 Oktober mendatang.
Peluang Viktor Gyokeres dan Eksperimen Mikel Merino
Situasi ini memaksa Viktor Gyokeres untuk membuktikan kapasitasnya sebagai satu-satunya opsi penyerang murni (out-and-out striker) yang fit di skuad utama. Penyerang asal Swedia tersebut, yang sempat mencetak 21 gol musim lalu, mengawali musim ini dengan sulit setelah hanya mencatatkan 29 menit bermain di Liga Inggris akibat rotasi taktis Arteta.
Mantan striker Liga Inggris, Jay Bothroyd, menilai bahwa absennya Havertz akan mengubah cara bermain Arsenal jika Gyokeres diturunkan sejak awal. “Gaya bermain Gyokeres sangat berbeda dengan Havertz yang berfungsi sebagai pemantul bola atau platform serangan,” jelas Bothroyd. Ia menambahkan bahwa jika Gyokeres gagal beradaptasi dengan cepat, Arteta kemungkinan besar akan mencoba Mikel Merino yang memiliki atribut teknis mirip dengan Havertz dalam hal menahannya bola dan visi permainan.

