Keito Nakamura Jadi Incaran Trio Premier League
Tulisan dari Supersub tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Winger andalan Jepang, Keito Nakamura, kini menjadi properti panas di bursa transfer setelah tampil memukau di panggung Piala Dunia 2026. Tiga klub Premier League, yakni Everton, Bournemouth, dan Fulham, dikabarkan tengah memantau situasi penyerang berusia 26 tahun tersebut yang kini membela Stade Reims.
Ketertarikan Klub Liga Inggris
Penampilan impresif Nakamura di Qatar menarik perhatian serius dari Inggris. Stade Reims dikabarkan telah memiliki kesepakatan untuk melepas pemainnya dengan nilai transfer sekitar 21,5 juta Poundsterling menyusul kegagalan klub promosi ke kasta tertinggi Liga Prancis. Everton dan Bournemouth telah melakukan komunikasi awal dengan perwakilan Nakamura, meski harus menimbang penjualan pemain depan mereka terlebih dahulu sebelum meresmikan transfer.
Di sisi lain, Fulham yang sedang dalam proses transisi manajer baru juga menaruh minat besar. Nakamura sendiri merupakan sosok penyerang yang sangat fleksibel. Keunggulannya dalam kecepatan, kemampuan menusuk ke dalam kotak penalti, serta etos kerja yang tinggi menjadikannya target ideal bagi klub-klub yang ingin memperkuat lini serang mereka di kompetisi seketat Premier League.
Pembuktian di Level Dunia
Kepercayaan diri Nakamura melonjak setelah ia sukses menggantikan peran Kaoru Mitoma yang harus absen karena cedera hamstring. Ia berhasil mencetak satu gol dan satu assist, bahkan masuk dalam jajaran pemain terbaik fase grup versi Opta. Kualitas yang ia tunjukkan di level internasional menjadi bukti bahwa dirinya telah melampaui level kompetisi kasta kedua Prancis.
Jurnalis sepak bola Jepang, Tasuku Okawa, memberikan pandangannya terkait performa sang pemain. “Karena Stade de Reims terdegradasi, dia saat ini bermain di divisi kedua Prancis, namun kualitas yang dia tunjukkan di panggung dunia membuktikan bahwa dia layak berada di level tertinggi,” ujar Okawa. Ia menambahkan bahwa Nakamura berhasil mengubah kekecewaan transfer sebelumnya menjadi motivasi besar di lapangan.

