Kontroversi Kaus Ceuta Real Madrid Bebaskan Sikap Mbappe dan Vinicius

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas Prancis Kylian Mbappe saat melawan Kanada pada pertandingan persahabatan di tade Matmut-Atlantique, Bordeaux, Prancis, 9 Juni 2024.
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Prancis Kylian Mbappe saat melawan Kanada pada pertandingan persahabatan di tade Matmut-Atlantique, Bordeaux, Prancis, 9 Juni 2024.

Kemenangan dramatis Real Madrid atas Elche dengan skor 3-2 diwarnai oleh aksi boikot halus dari tiga bintang utama mereka sebelum laga dimulai. Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Ibrahima Konate menolak mengenakan kaus khusus yang menunjukkan solidaritas terhadap kota Ceuta secara penuh, sebuah keputusan yang memicu perdebatan sengit di Spanyol terkait isu politik dan sosial.

Manajemen Los Blancos segera meredam kontroversi ini dengan merilis sikap resmi mereka demi melindungi para pemain dari tekanan publik. Klub menegaskan bahwa kebebasan berekspresi adalah hak mutlak setiap individu di dalam skuad, menepis spekulasi miring yang menyudutkan ketiga pemain tersebut pascapertandingan.

Kronologi di Lorong Stadion Sebelum Kick-Off

Sesaat sebelum sepak mula, para pemain dari kedua tim dijadwalkan masuk ke lapangan dengan mengenakan kaus khusus bertuliskan We are all Caballas. Slogan ini merupakan bentuk dukungan sosial bagi warga Ceuta, sebuah kota otonom Spanyol yang sempat menghadapi gelombang besar imigran asal Maroko pada akhir Juli lalu. Skuad Elche tampak mengenakan kaus tersebut dengan tertib, namun pemandangan berbeda terlihat di kubu Real Madrid.

Rekaman siaran langsung memperlihatkan bahwa kaus tersebut baru dibagikan kepada pemain Real Madrid di lorong stadion saat mereka hendak keluar. Di sinilah tiga pemain, yakni Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Ibrahima Konate, menunjukkan sikap berbeda. Mbappe dan Vinicius hanya menaikkan kaus tersebut hingga batas bahu tanpa benar-benar memakainya, sementara Konate hanya memegang kaus tersebut di tangannya sebelum akhirnya ketiganya melepas atribut itu sepenuhnya sebelum melangkah ke lapangan hijau.

Respons Santai Manajemen Real Madrid

Menanggapi sorotan tajam publik, Real Madrid memilih untuk tidak membesar-besarkan masalah ini dan memberikan pembelaan terbuka bagi para pemainnya. Menurut laporan media Spanyol, pihak manajemen menegaskan bahwa setiap pemain memiliki kebebasan penuh untuk memutuskan apakah mereka ingin mengenakan kaus kampanye tertentu atau tidak.

Klub ibu kota tersebut menekankan bahwa tidak boleh ada pemaksaan terhadap pemain untuk mendukung kampanye sosial apa pun, baik untuk mengenakan maupun melepasnya. Di sisi lain, manajemen juga mengingatkan publik bahwa mayoritas pemain Real Madrid tetap mengenakan kaus tersebut secara penuh, sehingga esensi dari pesan solidaritas itu sebenarnya sudah tersampaikan dengan baik tanpa perlu mencederai hak pribadi ketiga bintang mereka.

Belajar dari Kasus Boikot Abdessamad Ezzalzouli

Kontroversi kaus Ceuta ini sejatinya bukan hal baru di kancah sepak bola Spanyol pekan ini. Sebelumnya, bintang Real Betis asal Maroko, Abdessamad Ezzalzouli, sempat menjadi sasaran kecaman keras dari publik negaranya sendiri setelah bersedia mengenakan kaus serupa menjelang pertandingan melawan Villarreal.

Pemain yang akrab disapa Ez Abde tersebut langsung merilis klarifikasi tegas melalui akun Instagram pribadinya untuk meredakan tensi. Ia menyatakan, “Pertama-tama, saya ingin mengklarifikasi satu hal, yaitu bahwa tidak ada satu momen pun kaus yang merujuk pada kota Ceuta tersebut digunakan untuk tujuan politik atau dengan niat menunjukkan penghinaan terhadap masyarakat, khususnya warga Maroko.”

Lebih lanjut, Ezzalzouli menambahkan bahwa aksinya murni bersifat sosial demi mendukung penduduk yang sedang mengalami masa-masa sulit tanpa memandang kewarganegaraan mereka. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya tidak meminta maaf kepada siapa pun dan akan terus mewakili asal-usulnya dengan penuh rasa bangga dan pengorbanan.