Lompatan Sejarah Lionel Messi Penakluk Manchester United di Roma

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Inter Miami CF Lionel Messi.
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Inter Miami CF Lionel Messi.

Lionel Messi telah mencetak ratusan gol indah sepanjang karier profesionalnya yang legendaris. Mulai dari aksi solo melewati adangan barisan bek lawan hingga eksekusi tendangan bebas yang presisi, megabintang asal Argentina ini hampir selalu menyajikan keajaiban di atas lapangan hijau. Namun, di antara deretan gol estetik tersebut, sang pemenang delapan trofi Ballon d'Or ternyata memiliki satu gol terfavorit yang paling berkesan bagi dirinya.

Momen emas tersebut lahir pada laga puncak Liga Champions 2009 di Roma, saat Barcelona bersua Manchester United. Gol yang dilesakkan melalui sundulan kepala spektakuler itu tidak hanya menyegel trofi lambang supremasi klub Eropa, tetapi juga menandai awal takhta dominasi mutlak seorang pemain berjuluk La Pulga di panggung sepak bola dunia.

Keajaiban Sundulan sang Kurcaci di Hadapan Raksasa

Dengan tinggi badan hanya 1,7 meter, Messi bukanlah tipe penyerang yang dikenal berbahaya dalam duel-duel udara. Sebelum laga final di Stadio Olimpico tersebut, ia tercatat baru mencetak dua gol sundulan di level senior. Namun, pada menit ke-70 pertandingan krusial itu, Messi membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menciptakan momen magis.

Menerima umpan silang akurat dari Xavi Hernandez, Messi melompat tinggi dan melentingkan badannya ke belakang di udara untuk menjangkau bola. Kiper legendaris Edwin van der Sar hanya bisa terpaku menyaksikan bola meluncur ke tiang jauh, sementara bek tangguh Rio Ferdinand mati kutu tanpa sempat memberikan kawalan berarti. Gol tersebut menggandakan keunggulan Blaugrana menjadi 2-0 dan memastikan gelar juara.

Mengenang gol bersejarah itu, Messi mengungkapkan betapa spesialnya momen tersebut bagi dirinya pribadi. “Saya telah mencetak banyak gol yang mungkin lebih indah dan berharga, tetapi sundulan di final Liga Champions melawan Manchester United akan selalu menjadi favorit saya,” ujar sang kapten Argentina.

Penyesalan Mendalam Rio Ferdinand dan Pengakuan Kelas Dunia

Gol ikonik tersebut menyisakan luka mendalam bagi lini pertahanan Setan Merah, khususnya Rio Ferdinand. Bek legendaris Inggris itu berkali-kali mengungkapkan penyesalan karena membiarkan Messi bebas tanpa kawalan ketat di dalam kotak penalti saat umpan silang dilepaskan.

Ferdinand mengaku sering kehilangan waktu tidur akibat memikirkan momen krusial tersebut bahkan bertahun-tahun setelah laga usai. “Saya bertaruh bahwa Xavi tidak akan bisa mengirimkan bola melewati kepala saya dari jarak tersebut, dan itulah mengapa saya senang tidak menjadi penjudi. Melawan pemain biasa Anda bisa berspekulasi, tetapi jika Anda bertaruh melawan pemain kelas dunia, Anda akan dihukum,” ungkap Ferdinand.

Kualitas umpan Xavi yang sangat presisi memang membuat skema pertahanan United runtuh seketika. Ferdinand menambahkan bahwa umpan tersebut mendarat dengan sangat sempurna di kepala Messi, yang langsung mengonversinya menjadi sundulan luar biasa pada laga paling penting untuk membedakan antara pemain bagus dengan pemain yang great.

Awal Dominasi Era Baru di Bawah Pep Guardiola

Keberhasilan di Roma menjadi puncak dari musim debut yang luar biasa bagi pelatih Pep Guardiola. Di bawah arahan taktis Guardiola, Messi ditransformasikan dari pemain sayap berbakat menjadi poros utama permainan tim dengan gaya tiki-taka yang revolusioner. Keputusan berani Guardiola untuk memberikan peran sentral kepada Messi pun langsung membuahkan hasil berupa raihan treble bersejarah bagi klub Catalan.

Setelah malam magis di Roma, Messi meraih trofi Ballon d'Or pertamanya dari empat kemenangan beruntun yang ia dominasi setelahnya. Pertemuan tersebut juga memicu persaingan sengit dengan Cristiano Ronaldo yang kala itu masih berseragam Manchester United, menegaskan status Messi sebagai talenta terbaik yang siap mengukir sejarah panjang sebagai pemain terbaik sepanjang masa.