Pep Guardiola Dikaitkan dengan Posisi Pelatih Timnas Italia

Gak pake lama, supersub hadir bawa info dan gosip bola internasional yang perlu kalian tahu.
·waktu baca 2 menit

Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola internasional di mana Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan telah melakukan pembicaraan serius dengan Pep Guardiola. Mantan manajer Manchester City tersebut diincar untuk mengisi kursi pelatih timnas Italia yang sedang mengalami krisis performa setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Upaya Diplomasi FIGC di Barcelona
Laporan dari media Italia menyebutkan bahwa Direktur Teknik FIGC yang baru, Paolo Maldini, telah terbang ke Barcelona bersama penasihatnya, Leonardo. Pertemuan intensif selama tiga hari tersebut dilakukan dengan tujuan meyakinkan Guardiola untuk mengambil alih kendali skuad Azzurri. Jika kesepakatan ini tercapai, Guardiola akan menjadi pelatih non-Italia kedua yang menangani timnas tersebut sejak tahun 1960-an.
Keberhasilan Guardiola di Spanyol, Jerman, dan Inggris menjadi daya tarik utama bagi Italia. Meskipun ia adalah pelatih asal Spanyol, kedekatannya dengan budaya sepak bola Italia bukan hal baru. Guardiola tercatat pernah menghabiskan dua musim berkompetisi di Serie A sebagai pemain bersama Brescia dan AS Roma antara tahun 2001 hingga 2003.
Perdebatan Mengenai Masa Depan Timnas Inggris
Di tengah rumor ketertarikan Italia, muncul spekulasi mengenai posisi manajer timnas Inggris yang saat ini dipegang oleh Thomas Tuchel. Kritik tajam pasca kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia membuat posisi Tuchel dipertanyakan, meski ia baru saja menandatangani perpanjangan kontrak.
Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, secara terbuka menyatakan bahwa FA harus bergerak cepat jika Guardiola benar-benar tersedia. Rooney mengungkapkan dalam The Wayne Rooney Show, “Saya tidak melihat ada pelatih lain saat ini, kecuali Anda mencoba mendapatkan Pep Guardiola. Jika Pep tersedia, maka mungkin Anda harus mencoba merekrutnya.”
Warisan Besar dari Manchester City
Guardiola baru saja mengakhiri masa bakti selama satu dekade di Manchester City pada Mei lalu dengan catatan 20 trofi bergengsi. Ia mengaku merasa sangat lelah namun puas dengan warisan yang ia tinggalkan di Etihad Stadium. “Saya pergi dengan rasa damai yang luar biasa. Kenangan yang saya miliki dari Barcelona, Bayern Munich, dan di sini adalah sesuatu yang tidak tertandingi,” ungkap Guardiola saat perpisahan emosionalnya.
Kini, dunia sepak bola tengah menanti keputusan sang pelatih jenius tersebut. Apakah ia akan menerima tantangan baru di Italia untuk membangun kembali kejayaan mereka, atau justru menanti panggilan dari Federasi Sepak Bola Inggris sebagai suksesor potensial Tuchel?
