Polemik Keikutsertaan Thomas Partey di Piala Dunia 2026

Gak pake lama, supersub hadir bawa info dan gosip bola internasional yang perlu kalian tahu.
Tulisan dari Supersub tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Thomas Partey resmi masuk dalam skuad 26 pemain tim nasional Ghana untuk Piala Dunia 2026, meski saat ini ia tengah menghadapi proses hukum serius terkait tujuh dakwaan pemerkosaan dan satu serangan seksual di Inggris. Pemanggilan gelandang berusia 32 tahun ini memicu sorotan tajam karena ia akan tampil di panggung sepak bola terbesar dunia di tengah agenda persidangan yang dijadwalkan ulang hingga awal 2027 mendatang.
Pembelaan Carlos Queiroz dan Asas Praduga Tak Bersalah
Pelatih timnas Ghana, Carlos Queiroz, tetap teguh pada keputusannya untuk menyertakan Partey dalam tim. Queiroz berargumen bahwa prinsip dasar hukum yang berlaku di Inggris, Portugal, maupun negara lain adalah asas praduga tak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan. Sang pelatih menyesalkan cara media dan media sosial terkadang menghakimi seseorang sebelum yang bersangkutan mendapatkan kesempatan untuk membela diri di hadapan hakim.
Sorotan Publik pada Laga Kontra Inggris
Kehadiran Partey di Piala Dunia diprediksi akan menjadi pusat perhatian, terutama saat Ghana dijadwalkan menghadapi Inggris di Gillette Stadium pada 23 Juni mendatang. Sebagai pemain yang menghabiskan lima tahun berkarier di Premier League bersama Arsenal, Partey akan berada di bawah pengawasan ketat penonton yang sangat mengenal latar belakang kasusnya. Selama laga persahabatan melawan Wales baru-baru ini, sang pemain bahkan sudah mendapatkan cemoohan dari publik setiap kali menyentuh bola di lapangan.
Jejak Kasus Hukum dan Status Karier
Kasus hukum yang menjerat Partey mulai diselidiki oleh Kepolisian Metropolitan London sejak Februari 2022 setelah menerima laporan dugaan pemerkosaan. Meski investigasi berjalan, ia sempat tetap bermain untuk Arsenal hingga kontraknya berakhir pada Juni 2025. Setelah menyandang status bebas agen, Partey kini membela klub La Liga, Villarreal, setelah proses hukumnya di Westminster Crown Court menetapkan syarat wajib lapor bagi dirinya untuk setiap perjalanan internasional yang ia lakukan.
