Real Madrid Gilas Malaga Empat Gol Tanpa Balas di Santiago Bernabeu

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jude Bellingham merayakan gol pertama Real Madrid bersama Trent Alexander-Arnold, Kylian Mbappe, Brahim Diaz, dan Vinicius Junior.
zoom-in-whitePerbesar
Jude Bellingham merayakan gol pertama Real Madrid bersama Trent Alexander-Arnold, Kylian Mbappe, Brahim Diaz, dan Vinicius Junior.

Real Madrid kembali menunjukkan taringnya di kompetisi domestik setelah membantai Malaga dengan skor telak 4-0 di Santiago Bernabeu. Kemenangan meyakinkan ini menjaga rekor sempurna Los Blancos di awal musim La Liga sekaligus mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sementara.

Di bawah arahan pelatih legendaris Jose Mourinho yang baru saja kembali, Real Madrid tampil sangat dominan sejak menit awal. Kolaborasi apik antara para pemain bintang seperti Jude Bellingham dan Kylian Mbappe menjadi kunci utama hancurnya pertahanan tim tamu.

Sihir Jude Bellingham dan Dominasi Babak Pertama

Gelandang muda asal Inggris, Jude Bellingham, menyajikan performa masterclass yang memukau publik Bernabeu sepanjang laga berjalan. Pemain berusia 23 tahun tersebut membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-19 lewat aksi individu brilian setelah menggiring bola sejauh 35 yard dan melewati tiga bek lawan sebelum akhirnya menaklukkan kiper Alfonso Herrero.

Kehebatan Bellingham tidak berhenti sampai di situ, karena ia juga membidani gol kedua bagi timnya hanya selang tujuh menit kemudian. Sundulan Bellingham yang memanfaatkan bola muntah justru membentur kiper Malaga dan bergulir masuk ke gawang sendiri, memaksa terjadinya gol bunuh diri yang memperlebar jarak skor.

Kylian Mbappe dan Arda Guler Sempurnakan Kemenangan

Penyerang tajam asal Prancis, Kylian Mbappe, memastikan laga praktis berakhir sebelum laga berjalan setengah jam lewat gol voli indahnya ke sudut kiri bawah gawang Malaga. Gol tersebut lahir berkat umpan silang akurat dari Trent Alexander-Arnold yang kembali dipercaya tampil sebagai starter oleh Mourinho dalam skema rotasi tim.

Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup oleh pemain pengganti, Arda Guler, pada masa injury time babak kedua. Pemuda asal Turki tersebut memanfaatkan skema serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Vinicius Jr untuk menceploskan bola dari jarak dekat sekaligus mengunci kemenangan mutlak Real Madrid dengan statistik penguasaan bola mencapai 56,7 persen.

Jose Mourinho Puji Kebebasan Bermain Bellingham

Selepas pertandingan, Jose Mourinho tidak segan-segan melontarkan pujian setinggi langit untuk performa luar biasa yang ditunjukkan oleh Bellingham. Sang manajer menyebut gelandang andalannya itu sebagai sosok yang sangat menuntut performa terbaik dari dirinya sendiri maupun rekan satu timnya di lapangan.

Mourinho menjelaskan bahwa ia ingin memberikan keleluasaan taktis penuh dan tidak ingin melihat Bellingham dipaksa terlalu bertahan di area sayap kiri. “Dia adalah pemain luar biasa,” ungkap Mourinho. “Dia sangat menuntut dirinya sendiri dan dia juga menuntut orang lain. Saya tidak ingin melihatnya bertahan hampir seperti bek kiri kedua.”

Kebebasan taktis ini juga dirasakan langsung oleh Bellingham yang mengaku sangat menikmati peran barunya di bawah kendali pelatih berjuluk The Special One tersebut. “Saya merasakan kebebasan yang lebih besar lagi, kebebasan yang lebih besar untuk memutuskan kapan harus mundur, kapan harus maju, atau kapan harus berlari ke dalam kotak penalti,” ujar Bellingham.

Keharmonisan Skuad dan Tantangan Jeda Internasional

Selain membahas Bellingham, Mourinho juga menepis rumor miring mengenai keretakan hubungan di lini serang bintangnya. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa para pemain top dunia akan selalu menikmati bermain bersama karena memiliki visi bermain dan kualitas teknis yang setara. “Pemain yang sangat, sangat bagus selalu ingin bermain bersama, karena mereka memiliki kecepatan berpikir yang sama, kualitas yang sama, dan mereka harus selalu kompatibel,” tambah Mourinho.

Kendati sukses menyapu bersih sembilan poin dari tiga pertandingan perdana, Mourinho tetap bersikap realistis dan mewaspadai tantangan ke depan. Mantan pelatih Chelsea tersebut menggarisbawahi kekhawatirannya terhadap jeda internasional selama tiga pekan mendatang yang dinilai berpotensi merusak ritme dan konsistensi permainan timnya yang sedang berada di grafik menanjak.