Real Madrid Pantang Dibandingkan dengan Barcelona

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jose Mourinho.
zoom-in-whitePerbesar
Jose Mourinho.

Persaingan sengit di papan atas La Liga mulai memanas seiring dengan start mulus yang ditunjukkan oleh Barcelona. Meski sang rival abadi menyapu bersih kemenangan di awal musim, manajer Real Madrid, Jose Mourinho, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak risau dengan performa impresif rivalnya tersebut. Bagi pria asal Portugal ini, kompetisi kasta tertinggi Spanyol bukanlah sebuah adu cepat jarak pendek, melainkan sebuah pertarungan panjang yang melelahkan.

Di tengah kritik publik terkait performa Los Blancos yang dinilai belum meyakinkan meski berada di posisi kedua dengan raihan 15 poin, timnya kini bersiap menghadapi laga krusial dalam tajuk derby Madrid melawan Atletico Madrid. Fokus sang pelatih sepenuhnya tertuju pada peningkatan performa anak asuhnya sendiri ketimbang memikirkan laju kencang yang sedang dinikmati oleh kubu Catalan.

Identitas Unik Los Blancos

Dalam konferensi pers menjelang laga panas kontra rival sekota, Mourinho menegaskan komitmennya untuk tidak terjebak dalam perbandingan media. Baginya, sejarah besar dan budaya yang melekat pada klub sebesar Real Madrid membuat mereka berdiri di atas kaki sendiri tanpa perlu berkaca pada pencapaian tim lain.

“Secara sejarah dan budaya, Real Madrid tidak dapat membandingkan dirinya dengan siapa pun, dan untuk alasan ini saya tidak akan membandingkan diri saya dengan tim mana pun,” ujar pelatih kawakan tersebut. Dirinya menambahkan bahwa fokus utamanya adalah mengevaluasi tim sendiri secara transparan, termasuk mengakui kekurangan yang harus segera diperbaiki demi konsistensi tim ke depan.

Karakter Tangguh dalam Situasi Sulit

Mourinho menyoroti bagaimana anak asuhnya memiliki mentalitas baja yang teruji dalam momen-momen kritis sepanjang musim ini. Dirinya merujuk pada beberapa laga krusial seperti saat melawan Elche dan Real Betis, di mana para pemain menunjukkan determinasi tinggi saat berada di bawah tekanan besar di menit-menit akhir pertandingan.

“Tidak normal untuk unggul 2-0 melawan Elche dan kemudian kebobolan gol penyeimbang di menit ke-80, tetapi juga tidak normal untuk menyamakan kedudukan di menit ke-80, lalu tim berubah dalam beberapa menit, menciptakan peluang demi peluang, lalu mencetak gol dan menang,” jelas Mourinho secara detail. Ia juga memuji daya juang timnya saat tertinggal dari Betis, di mana mereka tetap berjuang keras mencetak gol indah melalui aksi Marco Asensio meski sempat gagal mengeksekusi penalti.

Kekuatan Kolektif dalam Marathon Panjang

Lebih dari sekadar kualitas teknis individu pemain bintang yang mereka miliki, kekuatan utama Real Madrid di mata Mourinho terletak pada soliditas sebagai sebuah kesatuan. Kepercayaan diri sang pelatih lahir dari kebersamaan dan kerja keras kolektif yang ditunjukkan di atas lapangan saat menghadapi berbagai rintangan taktis.

“Tim ini, di samping kualitas yang dimilikinya, memiliki kekuatan yang sangat signifikan. Ini adalah kekuatan kelompok, dan hal tersebut memberi saya kepercayaan diri,” tutur pelatih berjuluk The Only One tersebut. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali pandangannya tentang perebutan gelar juara liga yang diibaratkannya sebagai sebuah marathon, bukan sebuah jalan bebas hambatan yang instan.