Spurs dan Everton Negosiasi Intens Transfer Ndiaye Serta Richarlison

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Richarlison merayakan golnya untuk Everton.
zoom-in-whitePerbesar
Richarlison merayakan golnya untuk Everton.

Bursa transfer musim panas mendekati tenggat waktu dengan tensi yang semakin meninggi, terutama bagi Tottenham Hotspur dan Everton. Kedua klub Premier League ini dilaporkan sedang berada dalam tahap negosiasi tingkat lanjut untuk merampungkan dua kesepakatan besar yang melibatkan penyerang Iliman Ndiaye dan mantan ikon Goodison Park, Richarlison.

Langkah agresif Spurs di pasar transfer didorong oleh ambisi manajer Roberto De Zerbi yang ingin memperkuat lini serangnya, sementara Everton berusaha memulangkan striker yang pernah menjadi kesayangan publik Merseyside tersebut demi menstabilkan ketajaman tim mereka.

Barter Terselubung Bernilai Tinggi antara London dan Merseyside

Negosiasi untuk memboyong Iliman Ndiaye ke London Utara diperkirakan bernilai sekitar 60 juta poundsterling. Penyerang asal Senegal tersebut dilaporkan telah menolak beberapa tawaran kontrak baru yang diajukan oleh manajemen Everton. Spurs mengalihkan bidikan utama mereka kepada Ndiaye setelah target sebelumnya, Cody Gakpo, justru dikabarkan semakin merapat ke Manchester City melalui kesepakatan bernilai masif.

Di sisi lain, Everton mencoba memanfaatkan situasi dengan mengajukan tawaran sebesar 35 juta poundsterling untuk memulangkan Richarlison. Pemain asal Brasil tersebut mengalami periode yang cukup frustrasi di Stadion Tottenham Hotspur sejak kepindahannya senilai 60 juta poundsterling pada tahun 2022 silam. Meski sempat mempertimbangkan Folarin Balogun, kubu The Toffees kini memfokuskan seluruh energi mereka untuk mengamankan tanda tangan sang mantan pemain.

Ketegangan di London Utara dan Hasrat Pergi Richarlison

Ketidakpastian masa depan Richarlison di Spurs dipertegas oleh pernyataan langsung dari Roberto De Zerbi. Manajer asal Italia tersebut secara terbuka mengungkapkan bahwa Richarlison adalah salah satu dari tiga pemain yang telah mengajukan permintaan transfer sebelum transfer window ditutup. Sang penyerang bahkan dicoret dari skuad saat Spurs menelan kekalahan kandang dari Newcastle United akhir pekan lalu.

De Zerbi tidak menyembunyikan kekesalannya terkait situasi ini. “Richarlison, saya tidak tahu. Dia sudah terlalu sering mengatakan bahwa dia ingin pergi,” ujar mantan pelatih Brighton tersebut secara blak-blakan kepada media setempat. Kondisi ini membuat kepergian Richarlison ke Everton tampak menjadi solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat.

Kehilangan Richarlison tampaknya tidak akan mengguncang stabilitas keuangan Spurs yang telah berbelanja lebih dari 300 juta poundsterling musim panas ini. Manajemen klub baru saja meresmikan kedatangan Omar Marmoush dengan status loan yang disertai kewajiban beli, menyusul rekrutan fantastis lainnya seperti Savio yang ditebus seharga 85 juta poundsterling dari Manchester City.

Rumor Jack Grealish dan Pembatalan Transfer Harrison Armstrong

Selain fokus pada kepulangan Richarlison, Everton juga masih aktif menjajaki peluang untuk meminjam atau membeli Jack Grealish dari Manchester City. Masa depan pemain sayap tim nasional Inggris tersebut masih abu-abu setelah dirinya absen dalam laga terbaru City. Manajer City, Enzo Maresca, memberikan sinyal bahwa segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam ke depan sebelum bursa transfer resmi ditutup.

Sementara itu, Everton dipastikan menutup pintu keluar bagi talenta muda mereka, Harrison Armstrong. Tawaran menggiurkan senilai 40 juta poundsterling dari Nottingham Forest terpaksa ditolak mentah-mentah oleh jajaran direksi setelah gelombang protes keras dari suporter setia Everton. Fans The Toffees secara vokal menyuarakan penolakan mereka dengan bernyanyi bahwa penjualan produk akademi tersebut akan memicu kerusuhan di klub.

Manajer Everton, David Moyes, menegaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan Armstrong didasari oleh rasa hormat kepada para pendukung setianya. “Anda harus selalu mempertimbangkan para pendukung; pendukung tidak selalu salah,” ucap Moyes yang juga menyatakan dirinya sebagai seorang Evertonian sejati guna meredam situasi panas tersebut.