Tangis Lionel Messi dan Akhir Pengabdian Legendaris untuk Argentina

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Inter Miami CF Lionel Messi.
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Inter Miami CF Lionel Messi.

Megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari tim nasional Argentina. Pemain berusia 39 tahun yang sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia 2022 di Qatar tersebut menegaskan bahwa keputusan ini sangat berat, namun ia merasa petualangannya bersama timnas telah mencapai batas akhir dan kini saatnya memberikan ruang bagi generasi baru.

Keputusan mengejutkan dari sang kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Argentina ini diambil setelah serangkaian peristiwa emosional, termasuk kekalahan menyakitkan dari Spanyol di final Piala Dunia baru-baru ini serta duka mendalam atas berpulangnya sang ayah, Jorge Messi.

Keputusan Emosional Sang Kapten di Pengujung Karier

Perjalanan panjang Messi bersama timnas berjuluk Albiceleste akhirnya resmi berakhir setelah sang pemain mengumumkan gantung sepatu di level internasional. Pemilik delapan trofi Ballon d'Or tersebut menuliskan pesan perpisahannya tak lama setelah laga final Piala Dunia musim panas ini, di mana Argentina harus puas menjadi runner-up setelah ditekuk Spanyol. Messi mengakui bahwa keputusannya ini sangat menguras emosi dan meninggalkan rasa sakit yang mendalam di hatinya.

Melalui pernyataan resminya, pemain kelahiran Rosario tersebut mengungkapkan rasa cintanya yang tidak akan pernah pudar untuk negaranya. “Waktu terasa semakin singkat, babak-babak baru harus ditutup, dan ini adalah salah satu momen yang sangat menyakitkan bagi saya,” ujar Messi. Ia menambahkan bahwa dirinya telah memberikan segalanya untuk tim nasional dan merasa tidak ada lagi yang tersisa untuk diberikan, seraya memuji talenta-talenta muda Argentina yang dinilainya layak mendapatkan kesempatan bermain di panggung dunia.

Duka Keluarga dan Realitas Fisik yang Tak Terhindarkan

Selain kegagalan di laga final, faktor emosional lain yang sangat memengaruhi keputusan pensiun ini adalah wafatnya sang ayah, Jorge Messi, pada usia 68 tahun akibat sakit keras. Kehilangan figur pelatih sekaligus mentor terdekatnya membuat Messi semakin merenungkan masa depannya di dunia sepak bola. Messi mengakui bahwa keputusannya telah bulat dan ia semakin yakin untuk mundur demi kedamaian batin serta keluarganya.

Perlombaan antara atlet dengan waktu memang selalu dimenangkan oleh sang waktu sendiri. Meskipun Messi telah berhasil menunda penurunan performanya selama bertahun-tahun, jarak kualitas yang terlihat jelas saat menghadapi Spanyol di final menyadarkannya bahwa tubuhnya tidak lagi mampu bersaing di level tertinggi sepak bola internasional. Dengan catatan legendaris berupa 207 penampilan dan 125 gol, ia pergi sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus pemilik penampilan terbanyak bagi negaranya.

Fokus di Level Klub dan Masa Depan Bersama Inter Miami

Meski telah menyudahi masa baktinya bersama Argentina, perjalanan karier klub Messi masih akan terus berlanjut di Amerika Serikat bersama klub Major League Soccer, Inter Miami. Ia masih terikat kontrak profesional hingga akhir musim 2028. Keputusan ini memastikan bahwa para penggemar sepak bola di Amerika Serikat masih dapat menikmati sisa-sisa keajaiban sang maestro di lapangan hijau sebelum ia benar-benar pensiun sepenuhnya dari dunia sepak bola.

Publik sepak bola tentu akan sangat merindukan kehadiran sosok mungil ajaib ini di turnamen besar internasional. Messi menutup pesannya dengan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh suporter setianya yang selalu mendukung selama lebih dari dua dekade. “Kini saya akan menjadi salah satu dari kalian, selalu bersorak dan memberikan dukungan dari pinggir lapangan,” tutup Messi dengan penuh emosional, menandai berakhirnya era keemasan sepak bola Argentina yang ia pimpin.