Todd Boehly Resmi Mundur dan Lepas Saham Chelsea ke Clearlake Capital

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Todd Boehly.
zoom-in-whitePerbesar
Todd Boehly.

Era baru resmi dimulai di Stamford Bridge setelah Todd Boehly selaku presiden klub dan rekannya, Mark Walter, memutuskan untuk menjual seluruh kepemilikan saham mereka di Chelsea kepada Clearlake Capital. Langkah ini menandai berakhirnya kepemimpinan duet investor asal Amerika Serikat tersebut setelah sempat memegang kendali sejak proses takeover raksasa London Barat tersebut pada tahun 2022 lalu.

Dengan kesepakatan ini, Clearlake Capital yang dipimpin oleh duet co-founder Behdad Eghbali dan José E. Feliciano kini memegang kendali penuh atas arah masa depan The Blues. Keputusan penjualan saham ini sekaligus menyudahi spekulasi panjang terkait keretakan hubungan internal di jajaran petinggi klub yang sempat merebak dalam beberapa bulan terakhir.

Detail Transaksi dan Peralihan Kekuasaan

Sebelum transaksi ini terjadi, Clearlake Capital merupakan pemegang saham mayoritas Chelsea sebesar 61,5 persen. Sementara itu, Todd Boehly, Mark Walter, dan miliarder asal Swiss, Hansjörg Wyss, masing-masing memegang porsi saham sebesar 12,8 persen. Melalui kesepakatan baru ini, Clearlake dikabarkan merogoh kocek hingga hampir 1 miliar poundsterling untuk menebus total 25,6 persen saham milik Boehly dan Walter, meskipun nilai pasar Chelsea saat ini diperkirakan mencapai angka 5 miliar poundsterling.

Meskipun terjadi perombakan besar di jajaran pemilik, Hansjörg Wyss dilaporkan akan tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya. Pengusaha asal Swiss tersebut dikonfirmasi akan terus menjadi mitra penting dalam kelompok kepemilikan baru di bawah kendali Clearlake. Boehly dan Walter juga dilaporkan telah menjual kepemilikan mereka di klub Prancis, Strasbourg, yang selama ini menjadi klub rekanan Chelsea dalam jaringan multi-klub mereka.

Konflik Internal dan Akhir dari Era Transisi

Kepergian Boehly dari kursi presiden mengakhiri masa baktinya yang dimulai sejak tahun 2022, ketika konsorsiumnya membeli Chelsea senilai 2,3 miliar poundsterling dari Roman Abramovich. Penjualan terpaksa tersebut terjadi akibat sanksi berat yang dijatuhkan oleh pemerintah Inggris kepada taipan asal Rusia tersebut. Namun, kebersamaan Boehly dengan manajemen Clearlake mulai retak pada tahun 2024 akibat adanya perbedaan visi yang mendalam mengenai arah operasional klub.

Ketegangan di balik layar kabarnya dipicu oleh berbagai hal, salah satunya adalah rencana pengembangan infrastruktur klub. Chelsea memiliki proyek besar untuk merenovasi stadion bersejarah mereka, Stamford Bridge, atau opsi pindah ke stadion baru yang lebih modern. Perbedaan pandangan mengenai realisasi proyek ini memicu keretakan yang membuat kedua belah pihak sempat saling berupaya untuk membeli saham satu sama lain atau buyout, sebelum akhirnya Boehly memilih untuk mundur sepenuhnya.

Pernyataan Resmi dan Harapan Masa Depan

Dalam salam perpisahannya, Boehly mengungkapkan rasa bangganya sempat memimpin dewan direksi Chelsea. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen klub yang telah bekerja keras selama masa kepemimpinannya yang penuh dinamika.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai ketua dewan direksi Chelsea,” ujar Boehly. “Saya ingin berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu mengamankan masa depan cerah bagi klub ini, termasuk Premier League, para pelatih dan pemain, jajaran kepemimpinan dan staf berbakat di Chelsea, serta barisan pendukung setia kami. Saya menghargai kemitraan saya dengan Clearlake dan kelompok kepemilikan yang lebih luas, serta keputusan dan investasi kolektif yang kami buat untuk mendukung kesuksesan klub dalam jangka pendek dan panjang. Saya yakin Chelsea berada di posisi yang tepat untuk terus sukses di bawah kepemimpinan Clearlake.”

Menanggapi kepergian Boehly, Behdad Eghbali dan José E. Feliciano menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengusaha AS tersebut. Mereka menegaskan bahwa fokus Clearlake saat ini adalah melanjutkan investasi pada infrastruktur, performa olahraga, pengembangan pemain, dan meraih kesuksesan jangka panjang. Pihak klub juga menjamin tidak akan ada perubahan pada operasional harian, kepemimpinan, maupun strategi klub setelah peralihan kekuasaan penuh ini. Di sisi lain, Mark Walter kini harus fokus pada investigasi yang sedang dihadapi kerajaan bisnisnya oleh jaksa federal Amerika Serikat dan Komisi Sekuritas dan Bursa atau SEC terkait aktivitas keuangan perusahaannya.