Konten dari Pengguna

Absensi Mahasiswa Unpam Tak Sekadar Catatan, Ada Sistem Informasi di Baliknya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Supriati Ningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Pamulang mengikuti perkuliahan dan melakukan presensi. Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Universitas Pamulang mengikuti perkuliahan dan melakukan presensi. Dokumentasi pribadi.

Pernah melakukan absensi mahasiswa Unpam di kelas lalu langsung melanjutkan perkuliahan tanpa memikirkan ke mana data kehadiran tersebut pergi? Bagi mahasiswa, presensi mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Namun, di balik satu kali absensi terdapat proses pencatatan dan pengelolaan data yang menjadi bagian dari aktivitas akademik.

Di Universitas Pamulang, pengelolaan presensi mahasiswa dilakukan melalui sistem akademik. Berdasarkan panduan perkuliahan luring unpam, dosen dapat membuka agenda perkuliahan melalui My.Unpam dan mengisi presensi mahasiswa sesuai dengan kehadiran di kelas. Setelah diinput, detail presensi dapat ditampilkan pada My.Unpam dosen dan mahasiswa.

Dari satu kali absensi, ternyata ada data yang perlu dicatat dan dikelola. Data kehadiran tersebut kemudian menjadi bagian dari informasi akademik yang dapat dilihat dan dipantau kembali.

Dari Satu Kali Absen Menjadi Data

Bagi mahasiswa, hasil dari proses absensi mungkin hanya terlihat sebagai keterangan hadir atau tidak hadir. Namun, bagi sistem akademik, presensi merupakan data yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran mengenai kehadiran mahasiswa dalam suatu perkuliahan.

Secara sederhana, prosesnya dapat dipahami melalui beberapa tahapan. Mahasiswa mengikuti perkuliahan, dosen melakukan pencatatan presensi, kemudian data kehadiran tersimpan dalam sistem. Data tersebut selanjutnya dapat ditampilkan kembali sebagai informasi mengenai riwayat kehadiran.

Kalau dilihat dari aktivitas sehari-hari, Sistem Informasi Manajemen atau SIM sebenarnya tidak selalu terasa sebagai sesuatu yang rumit. Saat data kehadiran dikumpulkan, dicatat, lalu bisa dilihat kembali, di situlah kita dapat melihat bagaimana sistem informasi digunakan dalam aktivitas akademik.

MYUNPAM Membantu Melihat Riwayat Kehadiran

Keberadaan sistem digital membuat informasi presensi tidak hanya berhenti pada saat mahasiswa melakukan absensi.

Dalam panduan resmi unpam, setelah dosen menginput presensi mahasiswa, detail kehadiran dapat ditampilkan pada My.Unpam dosen dan mahasiswa. Dosen juga dapat melakukan monitoring presensi serta memastikan persentase kehadiran mahasiswa lebih dari 75%.

Bagi mahasiswa, informasi tersebut dapat membantu untuk mengetahui kondisi kehadirannya selama mengikuti perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya melakukan presensi, tetapi juga dapat memantau data kehadiran yang sudah tercatat.

Hal ini membuat absensi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tanda hadir. Data kehadiran dapat menjadi informasi yang dapat diperiksa kembali sesuai kebutuhan akademik.

Mengapa Data Presensi Perlu Dikelola?

Pengelolaan data menjadi bagian penting karena jumlah pertemuan dalam satu mata kuliah tidak hanya berlangsung satu atau dua kali. Dalam satu semester, data kehadiran dapat terus bertambah dari setiap pertemuan.

Jika data tersebut tidak dikelola dengan baik, proses pemantauan dan rekapitulasi dapat menjadi lebih rumit. Karena itu, sistem informasi dapat membantu menyimpan data secara lebih terstruktur sehingga informasi yang dibutuhkan dapat ditelusuri kembali.

Hal tersebut juga pernah menjadi perhatian dalam penelitian mengenai sistem presensi mahasiswa di Universitas Pamulang. Penelitian tentang perancangan sistem presensi berbasis RFID menjelaskan bahwa penggunaan lembar kertas membutuhkan waktu dan membuat proses rekapitulasi presensi menjadi lebih merepotkan. Sistem yang dirancang dalam penelitian tersebut menyimpan data kehadiran ke dalam database.

Penelitian tersebut memang membahas teknologi RFID, bukan sistem presensi My.Unpam yang digunakan dalam konteks artikel ini. Namun, penelitian itu memberikan gambaran bahwa pengelolaan data kehadiran merupakan salah satu persoalan yang mendorong penggunaan sistem digital.

Tidak Hanya Memudahkan, Sistem Digital Juga Punya Tantangan

Digitalisasi presensi bukan berarti seluruh proses otomatis berjalan tanpa kendala. Sistem tetap membutuhkan perangkat, jaringan, pengelolaan data, dan pengguna yang menjalankan prosedur dengan benar.

Kajian yang diterbitkan dalam Jurnal ESIT Universitas Pamulang pada 2025 menganalisis 18 literatur mengenai implementasi dan tantangan sistem absensi berbasis website di perguruan tinggi pada periode 2019–2025. Kajian tersebut menyebut stabilitas jaringan sebagai salah satu tantangan dalam penerapan sistem absensi digital.

Artinya, teknologi memang dapat membantu pengelolaan presensi, tetapi kualitas penggunaannya tetap bergantung pada kesiapan sistem dan kondisi di lapangan.

Mahasiswa Juga Menjadi Bagian dari Sistem

Dalam proses tersebut, mahasiswa bukan sekadar orang yang melakukan absensi. Kehadiran mahasiswa menjadi salah satu data yang masuk ke dalam sistem akademik.

Karena itu, ketepatan dalam mengikuti prosedur presensi juga menjadi bagian penting. Data yang tercatat sebaiknya sesuai dengan kondisi kehadiran sebenarnya agar informasi yang tersimpan dapat menggambarkan keadaan dengan tepat.

Bagi mahasiswa manajemen, aktivitas absensi ini bisa menjadi contoh sederhana bagaimana sistem informasi hadir dalam kegiatan sehari-hari. Bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana data dicatat dan digunakan untuk mendukung aktivitas akademik.

Absensi yang Terlihat Sederhana Ternyata Melibatkan Sistem

Absensi mungkin menjadi salah satu aktivitas paling singkat dalam kegiatan perkuliahan. Mahasiswa hadir, melakukan presensi, kemudian mengikuti pembelajaran.

Namun, proses tersebut menunjukkan bagaimana sebuah aktivitas sederhana dapat menghasilkan data yang kemudian dikelola menjadi informasi. Pada konteks unpam, My.Unpam menjadi bagian dari proses pencatatan dan pemantauan presensi mahasiswa.

Dari sini terlihat bahwa Sistem Informasi Manajemen sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan mahasiswa. Sistem informasi ternyata tidak hanya digunakan di perusahaan atau dunia bisnis. Dalam kehidupan mahasiswa, sistem tersebut juga hadir melalui berbagai aktivitas akademik sehari-hari.

Pada akhirnya, absensi mahasiswa unpam bukan hanya tentang mencatat siapa yang hadir di kelas. Di baliknya terdapat proses pengumpulan, pencatatan, penyimpanan, dan pemantauan data yang memperlihatkan bagaimana sistem informasi digunakan dalam kegiatan akademik.

Disusun oleh: Supriati Ningsih dan Zelya Azzahra

Dosen Pengampu: Yossy Wahyu Indrawan, S.E., M.M.