Konten dari Pengguna

Jangan Langsung Membuat Proposal, Kenali Kebutuhan Lewat Survei Lapangan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Supriati Ningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi survei lapangan di SMK Bhakti Karya Depok oleh Tim Ecofinity Universitas Pamulang. Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi survei lapangan di SMK Bhakti Karya Depok oleh Tim Ecofinity Universitas Pamulang. Dokumentasi pribadi.

Sebelum membuat proposal kegiatan pendidikan, ada satu hal yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu, yaitu survei lapangan. Langkah ini membantu tim mahasiswa melihat kondisi secara langsung dan memahami kebutuhan sasaran sebelum menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Membuat proposal memang menjadi bagian penting dalam persiapan kegiatan. Berbagai hal mulai dari tujuan, konsep, jadwal, hingga anggaran perlu dipikirkan dengan matang. Namun, rencana yang terlihat baik di atas kertas belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Karena itu, mengenali kebutuhan di lapangan menjadi langkah yang tidak sebaiknya dilewatkan. Melalui survei yang dilakukan di SMK Bhakti Karya Depok, tim mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan kebutuhan peserta sebelum menyusun proposal kegiatan.

Jangan Hanya Mengandalkan Perkiraan

Ketika mendapatkan ide kegiatan, biasanya tim langsung berdiskusi untuk menentukan konsep yang dianggap menarik. Diskusi tentu penting, tetapi tim belum tentu mengetahui kondisi sebenarnya dari calon sasaran kegiatan jika hanya mengandalkan perkiraan.

Survei lapangan dapat membantu menjawab hal tersebut. Dengan datang langsung ke SMK Bhakti Karya Depok, tim dapat mengamati kondisi sekolah, berdiskusi dengan pihak terkait, serta mengetahui kebutuhan peserta yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

Informasi yang diperoleh dari lapangan juga dapat membuat tim melihat sebuah permasalahan dari sudut pandang yang berbeda. Rencana yang awalnya dianggap sudah sesuai bisa saja perlu disesuaikan setelah tim mengetahui kondisi sebenarnya.

Turun ke Lapangan Memberikan Gambaran yang Berbeda

Sebuah kegiatan terkadang terlihat sederhana ketika hanya dibicarakan di dalam tim. Namun, setelah datang langsung ke lokasi, ternyata ada berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan dilaksanakan.

Misalnya, tim mahasiswa ingin membuat kegiatan edukasi bagi pelajar di SMK Bhakti Karya Depok. Materi dan metode kegiatan mungkin sudah ditentukan berdasarkan hasil diskusi. Setelah melakukan survei, tim dapat mengetahui apakah materi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta.

Kondisi seperti ini menjadi alasan mengapa survei penting dilakukan sebelum proposal disusun. Tim tidak hanya membuat kegiatan berdasarkan apa yang dianggap menarik, tetapi juga mempertimbangkan apa yang memang dibutuhkan oleh sasaran.

Survei Lapangan Membantu Menyusun Proposal

Hasil survei dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menyusun proposal kegiatan. Informasi yang diperoleh dapat membantu tim menjelaskan latar belakang, menentukan tujuan, menetapkan sasaran, hingga memilih metode kegiatan yang lebih sesuai.

Dengan begitu, proposal tidak hanya berisi rencana yang ingin dilakukan oleh tim. Ada alasan yang lebih jelas mengenai mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan dan bagaimana kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi peserta.

Alurnya menjadi lebih terarah, yaitu memahami kondisi, menemukan kebutuhan, menentukan solusi, kemudian menyusun kegiatan. Dengan proses tersebut, proposal yang dibuat dapat memiliki dasar yang lebih kuat karena disusun berdasarkan kondisi yang ditemukan secara langsung di lapangan.

Jangan Sampai Kegiatan Hanya Bagus di Atas Kertas

Proposal yang rapi memang penting, tetapi isi proposal juga harus menggambarkan kegiatan yang realistis. Jangan sampai sebuah program terlihat menarik ketika dibaca, tetapi kurang sesuai ketika diterapkan di lapangan.

Survei memberikan kesempatan bagi tim untuk menemukan kekurangan dari konsep yang sudah dibuat. Jika terdapat bagian yang kurang sesuai, perubahan masih dapat dilakukan sebelum proposal diajukan dan kegiatan dilaksanakan.

Mengubah rencana setelah melakukan survei bukan berarti konsep awal gagal. Justru, hal tersebut menunjukkan bahwa tim mau menyesuaikan rencana dengan kondisi nyata dan kebutuhan sasaran. Dengan demikian, kegiatan yang dirancang memiliki peluang lebih besar untuk memberikan manfaat.

Memulai Kegiatan dari Kebutuhan Nyata

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya dilihat dari apakah program tersebut dapat terlaksana. Hal yang lebih penting adalah apakah kegiatan tersebut memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Karena itu, sebelum terburu-buru menyusun proposal, tim sebaiknya meluangkan waktu untuk melakukan survei. Datang ke lokasi, mengamati kondisi, berdiskusi, dan mendengarkan kebutuhan pihak terkait dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kegiatan yang akan dibuat.

Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, maupun program kampus, survei lapangan dapat menjadi langkah sederhana yang membantu memperkuat perencanaan. Proposal yang baik bukan hanya proposal yang terlihat lengkap, tetapi juga proposal yang memiliki dasar dari kondisi nyata.

Survei yang dilakukan di SMK Bhakti Karya Depok menjadi salah satu proses penting untuk membantu tim memahami sasaran sebelum menentukan kegiatan. Sebelum menentukan apa yang ingin dilakukan, kenali terlebih dahulu siapa yang akan menerima manfaatnya. Dari lapangan, sebuah ide dapat berkembang menjadi kegiatan yang lebih relevan, realistis, dan tepat sasaran.