Konten dari Pengguna

Satu Hari Bersama Pahlawan Kebersihan: Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Supriati Ningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aksi bersih-bersih lingkungan bersama petugas PPSU dalam program "Satu Hari Bersama Pahlawan" di Kota Bekasi. Foto: Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aksi bersih-bersih lingkungan bersama petugas PPSU dalam program "Satu Hari Bersama Pahlawan" di Kota Bekasi. Foto: Dokumentasi pribadi.

Lingkungan yang bersih sering kali dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Jalan yang bebas dari tumpukan sampah, saluran air yang mengalir lancar, serta ruang publik yang nyaman digunakan merupakan kondisi yang diharapkan oleh setiap masyarakat. Namun, di balik kondisi tersebut terdapat kerja keras para petugas kebersihan yang setiap hari memastikan lingkungan tetap terjaga. Sayangnya, peran mereka sering kali luput dari perhatian.

Di Kota Bekasi, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama. Berdasarkan data Pemerintah Kota Bekasi, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai sekitar 1.800 ton per hari dan sebagian besar diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan upaya yang tidak sedikit, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia.

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian di tingkat nasional. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan puluhan juta ton sampah setiap tahun. Sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar sehingga perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi timbulan sampah.

Menjaga Kebersihan Lingkungan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

Banyak orang beranggapan bahwa urusan sampah sepenuhnya merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Padahal, lingkungan yang bersih hanya dapat terwujud apabila masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan.

Kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai merupakan langkah yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten, jumlah sampah yang harus ditangani setiap hari dapat berkurang.

Sebaliknya, kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan berbagai dampak. Saluran drainase yang tersumbat berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir ketika hujan turun. Selain itu, tumpukan sampah juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, lalat, dan berbagai bakteri yang memicu gangguan kesehatan.

Peran PPSU sebagai Pahlawan Kebersihan Lingkungan

Di balik lingkungan yang bersih, terdapat petugas kebersihan yang bekerja sejak pagi hingga sore hari. Mereka menyapu jalan, mengangkut sampah, membersihkan saluran air, dan memastikan fasilitas umum tetap nyaman digunakan masyarakat.

Pekerjaan tersebut sering dilakukan di bawah terik matahari maupun saat hujan turun. Meski memiliki peran penting, apresiasi terhadap para petugas kebersihan masih perlu terus ditingkatkan. Padahal, tanpa dedikasi mereka, kualitas lingkungan di kawasan perkotaan akan jauh berbeda.

Menghargai petugas kebersihan tidak selalu harus dilakukan melalui penghargaan dalam bentuk tertentu. Kepedulian masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fasilitas umum tetap bersih juga merupakan bentuk apresiasi terhadap pekerjaan mereka.

Satu Hari Bersama Pahlawan Kebersihan untuk Edukasi Lingkungan

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat adalah melalui kegiatan bertajuk "Satu Hari Bersama Pahlawan Kebersihan." Kegiatan ini dapat menjadi media edukasi yang mempertemukan masyarakat dengan petugas kebersihan sehingga mereka dapat melihat secara langsung bagaimana proses menjaga kebersihan lingkungan setiap hari.

Melalui pengalaman tersebut, peserta tidak hanya memahami besarnya tantangan dalam mengelola sampah, tetapi juga menyadari bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi antara masyarakat dan petugas kebersihan sehingga muncul rasa saling menghargai.

Selain aksi bersih-bersih, kegiatan edukasi mengenai pengelolaan sampah, pemilahan sampah sejak dari rumah, hingga pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dapat menjadi bagian dari program tersebut. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada aksi sesaat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi Mahasiswa dan PPSU dalam Pengelolaan Sampah

Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah memiliki peran dalam menyediakan sistem pengelolaan sampah, sementara masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari. Di sisi lain, petugas kebersihan menjadi garda terdepan yang memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga dunia usaha perlu terus diperkuat agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan juga menjadi langkah penting untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini.

Pada akhirnya, lingkungan yang bersih bukan hanya memberikan manfaat dari sisi keindahan, tetapi juga mendukung kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat. Menjaga kebersihan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Justru, perubahan dapat berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.

Melalui semangat "Satu Hari Bersama Pahlawan Kebersihan", masyarakat diajak untuk melihat bahwa petugas kebersihan bukan sekadar menjalankan pekerjaan, melainkan turut menjaga kualitas lingkungan yang dinikmati bersama. Ketika kepedulian tumbuh dan kolaborasi terus diperkuat, upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan akan semakin mudah diwujudkan.